Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 85


__ADS_3

David berjalan dengan polisi yang masih memegang tangannya menuju keruangan khusus untuk pengunjung.


Disana ia melihat gadis yang sangat ia kenal sedang duduk seorang diri. Ingin rasanya ia berlari dan memeluk erat tubuh itu.


"Tasya..! " panggilnya.


Tasya yang melihat kedatangan David bukannya menjawab panggilan david. Ia malah menampar keras david, dan juga menatap david dengan kebencian.


"Gue pikir, lo pria sejati dan juga gentle. Ternyata lo nggak lebih dari seorang pria brengsek. Yang cuma bisa dibodohin sama adiknya sendiri. Heh.. Gue benar benar nyesel pernah kenal sama lo..!! " ucap tasya.


Mendengar segala cacian dari wanita yang paling ia cintai hanya membuat david terdiam. Ia akui, dirinya telah melakukan kesalahan. Namun tak dapat dipungkiri, dirinya masih mengharapkan tasya.


"Gue tau, gue salah. Dan gue juga tau kalau lo marah sama gue. Tapi tolong denger dulu penjelasan gue." ucap david memohon.


"Heh...? Penjelasan..? Penjelasan apa lagi..? Saat lo culik eliza, apa lo mikirin gue..? Enggak kan.? Yang ada di otak lo cuma bantuin adik lo yang gila itu..! " ucap tasya.


"Dan hal yang perlu lo tau, sekarang gue lega karena lo dipenjara.! Radit..! " panggil tasya membuat david menatap seorang pria yang wajahnya tak asing untuknya.


"Ada apa..? " tanya radit yang sedari tadi menunggu tasya diluar kantor polisi.


"Ayo kita pulang.. !" ucap tasya yang kemudian menggandeng tangan radit membuat david begitu marah karena cemburu.


Dilain tempat.


Eliza kini terdiam diruangannya, setelah dokter selesai memeriksanya ia masih tetap diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Nak.? Apa sekarang kamu merasa lebih baik.? " tanya umi.


"Iya sayang..! Kita semua khawatir dengan keadaan kamu.! " ucap bibi eliza.


Namun tetap tak ada kata yang keluar dari mulut eliza, hanya celengan pelan untuk mewakili jawabannya.


"Emh.. apa kamu ingin melihat anak mu..? Dia terlahir dengan sehat, meskipun ia terlahir prematur dan juga sekarang di inkubator, tapi pertumbuhannya normal dan baik.


Tak lama seorang suster membawa bayi di tangannya. Hal itu seketika membuat eliza merasa damai dan tenang apa lagi setelah anaknya beralih ke pelukannya.


Luka yang ia rasakan seakan hilang tak tersisa. Eliza menatap lembut ke wajah anaknya yang begitu kecil. Ia juga mencium pipi anaknya dengan perlahan.


Namun meskipun ia melakukannnya secara perlahan, anaknya langsung membuka mata dan suara tangisan mulai terdengar. Eliza yang begitu terkejut dengan tangisan anaknya merasa panik.

__ADS_1


"Tenang nak, mungkin dia lapar. Tiga hari ini ia disusui ibu lain yang sama sama selesai melahirkan anak laki laki. Dan ibu itu baru saja pulang pagi tadi, jadi ia belum minum asi. Coba kamu susui...! " ucap umi lembut.


Dan eliza pun segera menyusui anaknya sesuai dengan ajaran dari bibi dan juga mertuanya.


Sedangkan afnan kini sedang terduduk di sebuah kursi taman seorang diri. Setelah tadi eliza mengusirnya dari ruangan.


Flashback....


Eliza terdiam setelah dokter baru saja keluar dari ruangannya dan juga afnan yang masih terduduk disampingnya.


"Akhirnya kamu sadar juga eliza..! " ucap afnan dengan mengangkat tangan bertujuan untuk mengusap kepala eliza.


Namun eliza menghindar dan mengalihkan pandangannya agar tidak melihat ke arah afnan.


"Gue pengen sendiri.! " ucap eliza membuat afnan bingung.


"Apa kamu ingin sesuatu.? Aku akan mengambilkan nya..! "


"Gue mau sendiri, tolong keluar dari sini.! " ucap eliza, yang sukses membuat hati afnan hancur karena sikap dingin eliza terhadapnya.


Flashback off


"Hah.. " Helaan nafas afnan begitu berat setelah memikirkan perubahan pada istrinya itu.


"Gus..! " panggil rizky yang membuat afnan terkejut, dan sadar dari lamunannya.


"Kenapa Gus malah disini.? Kata neng nadira tadi neng eliza udah sadar..! " ucap rizky yang mengira afnan belum tahu keadaan eliza.


"Ya aku tau, tapi... Eliza tidak ingin bertemu denganku. Aku takut jika dia akan membenciku karena kelalaianku dalam menjaganya. Yang berakibat ia diculik..! " curhat afnan.


"Emh.. Mungkin saja kalau neng eliza masih trauma dengan penculikan nya. Sehingga ia masih bingung harus bersikap seperti apa dihadapan kamu Gus..!" tebak rizky.


"Mungkin memang seperti itu. Tapi sekarang aku harus bagaimana..? Agar eliza mau berbicara denganku..? "


"Emh, Gini aja Gus...! Nanti biar aku minta sama nadira dan juga sahabat neng eliza untuk menghibur dan menenangkan neng eliza. Dengan begitu neng eliza mungkin bisa lebih cepat kembali seperti dulu.! "


"Terima kasih, atas bantuannya riz...! "


"Sama sama Gus.! "

__ADS_1


Dilain tempat.


Setelah berhasil menidurkan anaknya, dan kini harus dibawa kembali ke ruang bayi. Eliza duduk seorang diri di ruangannya.


Namun tak lama setelahnya, terlihat seorang wanita dengan perut yang semakin terlihat besar, masuk kedalam ruangannya.


"Assalamu'alaikum..! " ucapnya.


Namun tak ada jawaban dari eliza. Tidak merasa marah, nadira malah merasa begitu sedih dengan orang yang akhir akhir ini sudah begitu dekat dengannya.


"Hiks.. hiks..! " tangis nadira pecah melihat kondisi eliza saat ini.


"Emh..? Kenapa lo nangis..? " tanya eliza karena terkejut, dengan nadira yang tiba tiba menangis.


"Hiks..! Eliza..! hiks.. aku minta maaf..! " ucapnya.


"Hey..! Kenapa lo minta maaf.? Sudahlah jangan nangis. Bukankah sekarang keadaanku sudah membaik.? " ucap eliza mencoba menenangkan nadira.


"Hiks.. iya tapi.... Ini semua karena aku, jika saja aku bisa menjagamu. Mungkin semua ini tidak akan terjadi...! " ucap nadira yang semakin histeris karena merasa begitu bersalah.


"Tidak dir, lo nggak salah..! Memang mereka mengincar gue, malahan gue yang seharusnya minta maaf. Karena gara gara gue, lo juga dalam bahaya.! " ucap eliza.


Tak lama kemudian.


Tasya, cika dan karlin masuk kedalam ruangan eliza.


"Eliza...!! " teriak merek bertiga yang segera menerjang tubuh eliza dan memeluknya penuh dengan rasa rindu.


"Eliza..! kita kangen banget sama lo..! " ucap karlin.


"Iya, kita bahkan tidak bisa tidur dan selalu berada di masjid untuk mendoakan lo el...! " ucap cika.


"El..! Gue bener bener nggak nyangka kalau david berani nyulik lo...! Tapi yang pasti sekarang gue lega banget karena lo baik baik aja dan david dapat hukuman yang setimpal. Tapi sayangnya claudia masih belum tertangkap..! " ucap tasya.


"Ha..? jadi cuma claudia yang masih belum masuk penjara..? Kalau gue tau lebih dulu, gue akan cari wanita gila itu..! Dia seharusnya dapat hukuman mati sekalian, karena kejahatannya benar benar melebihi psikopat...! " ucap cika yang ikut marah.


Namun eliza yang terdiam membuat ke empat orang di depannya merasa khawatir. Apa lagi setelah air mata keluar dan mulai mengalir dipipi eliza.


"Lo kanapa eliza..? Apa..? Apa gue salah ngomong..? Gue minta maaf..! " ucap cika.

__ADS_1


"Iya eliza, kamu kenapa..? " tanya nadira.


"Hiks... gue...! Gue... takut hiks..! "


__ADS_2