Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 6


__ADS_3

Seusai mandi eliza berjalan menuju kamarnya. Dan di saat sampai di ruang makan umi abi dan juga afnan menatap eliza terkejut. Bagaimana tidak eliza dengan santainya memakai pakaian yang tak dapat menutup tubuhnya itu.


"Nak..ikut umi sebentar yuk." ajak umi menarik eliza menuju kamar eliza dan afnan.


"Apa kamu tidak punya pakaian yang lebih panjang dari ini...?." tanya umi pelan agar eliza tidak merasa tersinggung.


"Nggak punya bu...." ucap eliza.


"Panggil umi aja ya." ucap umi memotong perkataan eliza.


"Emh..nggak ada mi. Emangnya kenapa mi. Bukankah aku terlihat modis dan cantik. Lagian ya mi pakaian tertutup itutuh norak mi. Nggak cocok buat eliza." ucap eliza.


"Nak.. kamu mau tau secantik apa kamu saat pakai pakaian panjang..? tunggu sebentar ya." ucap umi yang lalu pergi keluar kamar meninggalkan eliza dalam keadaan bingung.


Beberapa saat kemudian umi kembali dengan setumpuk pakaian di tangannya.


"Nah..ini coba kamu pakai. Ini baju kakaknya afnan yang sekarang ini udah tinggal di rumah suaminya. Umi lihat lihat ukuran tubuh kalian tidak beda jauh." ucup umi dengan memberikan gaun panjang pada eliza.


"Kamu coba dulu. Umi tunggu di luar ya." sambung umi yang lalu meninggalkan eliza berganti pakaian di kamarnya.


Beberapa menit kemudian eliza keluar dengan gaun panjangnya membuat umi yang melihatnya tersenyum.


"Kamu beneran terlihat sangat cantik nak." ucap umi memuji penampilan eliza.


"Umi bohongkan..? masak eliza kayak ondel ondel gini di bilang cantik sih. Eliza ganti lagi aja." ucap eliza hendak kembali masuk ke dalam kamarnya.


"Eh..umi nggak bohong kok. Kalau nak eliza nggak percaya ikut umi sekarang." ucap umi yang menarik eliza kembali.


"Abi, afnan. Gimana penampilan nak eliza..? cantikkan..?." tanya umi semangat.


Beberapa detik abi dan afnan menatap eliza tanpa berkedip membuat eliza berbalik memandang abi dan afnan tak suka.


"Cantik. Cantik banget, apalagi kalau pakai hijab .Iyakan af." saran abi.


"Hmmmm.." tanggapan afnan cuek.


"Kalau urusan hijab biarkan nak eliza belajar pelan pelan bi." ucap umi.


"Hhh..ayo duduk. Nak eliza duduk di samping afnan ya. Kita makan." ucap abi mencoba mencairkan suasana antara afnan dan eliza.


Di lain tempat.


Leon tak henti hentinya memukul dan menendang samsak yang tidak berdosa di depannya.


"Sial.. Gue nggak bisa biarin pria itu mendapatkan eliza begitu saja." gumam leon dengan tatapan tajamnya ke arah samsak seakan akan afnan lah yang saat ini berada di hadapannya.


"Lalu apa yang akan lo lakukan..?." tanya salah satu teman leon.


"Gue pasti akan dapatkan eliza. Apapun caranya dan kalian harus bantuin gue." ucap leon.


"Siap." ucap teman teman leon bersamaan.

__ADS_1


Di lain tempat.


Setelah makan, afnan dan abi segera meninggalkan meja makan dan eliza dan umi yang masih duduk di sana setelah mendengar azan yang telah berkumandang.


"Nak..yuk kita ambil wudhu." ajak umi saat melihat eliza yang akan pergi.


"Wu..wudhu.? Apa itu wudhu..?. Dan kenapa eliza harus ambil wudhu. Eliza kan mau tidur." ucap eliza.


"Em..nak. Kita sholat dulu. Nah kalau kita mau sholat kita harus bersih dulu karena itu kita wudhu." jelas umi.


"Sholat..? Nggak ah. Mending gue tidur." ucap eliza yang lalu pergi meninggalkan umi seorang diri.


Sedangkan umi yang melihat hal itupun berusaha untuk bersabar. Ia pun pergi menuju ke masjid.


Di dalam perjalanan ia bertemu dengan nadira yang sedang berjalan dengan sarah.


"Assalamu'alaikum umi." sapa nadira dan sarah.


"Wa'alaikum salam." jawab umi.


"Emh..ning eliza nya mana bu nyai." tanya sarah perlahan.


"Dia di rumah. Emh..umi duluan ya." ucap umi yang lalu meninggalkan nadira dan sarah.


"Kenapa kau menanyakan hal itu pada bu nyai..?." ucap nadira.


"Aku kan penasaran. Lagian kenapa bu nyai setuju sih gus afnan nikah sama cewek brandalan itu. Emangnya bu nyai tidak sayang ya sama gus afnan." ucap sarah.


"Sudah..sudah. Sebaiknya kita segera ke masjid sebelum nanti kita telat." ajak nadira.


Di lain tempat.


"Menyenangkan apanya. Lo tau nggak di kamar gue di sini nggak ada AC nya sempit lagi." curhat eliza.


"Lo pasti bosenkan..? Mending lo ke sini kita lagi di bar ." ajak tasya.


"Ok. Tungguin gue. Gue bakal cari usaha buat kabur dari sini." ucap eliza yang lalu mematikan telfonnya dengan tasya.


Eliza pun segera mengganti pakaiannya dengan baju yang terlihat begitu seksi. Ia mengendap endap keluar dari pesantren tanpa merasa ada yang melihatnya.


Sedangkan afnan yang baru selesai melaksanakan sholat maghrib tak sengaja melihat eliza yang sedang mengendap endap.


'Mau apa lagi wanita itu. Apa dia nggak bisa diam sekali saja dan berhenti membuat masalah..?.' gumam afnan dalam hati.


"Riz. aku pergi dulu ya. Ada urusan mendadak." ucap afnan yang berlalu meninggalkan ustad rizki.


"Eh...kamu mau kemana..?." tanya ustad rizki namun afnan tidak menjawabnya dan pergi begitu saja.


Afnan mengikuti eliza yang masih tidak menyadari keberadaannya.


"Untung aja nggak ada yang lihat. Jadi gue bisa bebas dari penjara ini." ucap eliza yang begitu senang setelah berhasil keluar dari pesantren.

__ADS_1


Tidak lama kemudian sebuah mobil berhenti di hadapan eliza. Dan eliza pun masuk ke dalam mobil itu.


Afnan yang melihat hal itu segera mengambil motornya dan segera mengikuti eliza dari belakang.


Satu jam kemudian mobil yang di tumpangi eliza pun berhenti. Afnan pun ikut berhenti dengan menyisakan jarak agar eliza tidak melihatnya.


'Astaghfirullah al adzim...bagaimana dia bisa pergi ke tempat seperti ini. Aku harus bawa dia pulang. Kalau umi dan abi tau pasti akan membuat mereka syok.' Gumam afnan saat melihat eliza memasuki bar yang berada di hadapannya itu.


Afnan pun ikut memasuki bar tersebut. Saat memasukinya banyak wanita wanita berpakaian seksi yang menggodanya.


"Hei tampan. Aku temani ya." goda salah satu wanita itu dengan bergelayut manja pada afnan, membuat afnan merasa jijik.


Sepintas ia melihat eliza yang sedang bercengkrama dengan wanita wanita yang memakai pakaian seksi dan beberapa pria di sana.


"Akhirnya lo dateng juga. Gue kira lo nggak bakalan bisa kesini." ucap cika.


"Kayak lo nggak tau gue aja. Gue kan cerdik. Nggak kayak lo hhhh.." ucap eliza mereka pun tertawa bersama.


Saat eliza hendak meminum win nya ada sebuah tangan yang menahannya.


Pruaang..


gelas win yang di pegang eliza pecah begitu saja membuat semua orang yang ada di sana menatap ke arah eliza.


Sedangkan eliza merasa terkejut tak karuan.


.


.


.


.


.


.


.Hay...maaf ya kalau di episode kali ini agak kurang.


.


.Tapi episode selanjutnya author usahain untuk up sempurna.


.


.Tapi jangan lupa y buat dukung author dengan cara like dan vote nya.


.


.

__ADS_1


.Sampai jumpa lagi


.salam CHERRY


__ADS_2