Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 70


__ADS_3

Klara mencoba memikirkan alasan yang bisa ia gunakan untuk menutupi kesalahannya. Apalagi afnan juga ada disana.


"Lo tahu..? Gara gara kue lo, temen temen gue kesakitan, dan harus kerumah sakit..!" ucap eliza.


Jadi bukan eliza, dan malahan teman temannya yang makan kue itu. Sial sekarang gue harus cari alasan agar mereka nggak curiga sama gue. Apalagi afnan juga ikut kesini.


"Emh..aku nggak tahu aoa yang kamu katakan. Kue yang aku beri ke kamu itu kue yang gue beli dari toko roti, aku nggak tahu kalau kue itu mengandung racun." ucap klara berharap agar eliza mempercayainya.


"Gue nggak percaya. Lo pasti sengaja taruh racun itu kedalam kuenya kan..? Bilang lo..! Nggak usah pura pura nggak tahu deh lo..!" ucap afnan yang benar benar marah.


"Eliza sudah. Aku nggak mau kamu su'uzon seperti ini. Lebih baik kita pulang, dan kita siap siap kepesantren..!" ucap afnan yang mencoba menenangkan eliza.


"Tapi af, dia itu pura pura. Kalau aja kemarin yang makan kue itu gue dan bukan mereka. Sekarang mungkin gue udah kehilangan anak gue..!" ucap eliza yang sudah tak sabar ingin menjambak rambut klara.


"Apa..? Jadi kue itu benar benar beracun..? Mas afnan tolong percaya sama aku. Aku nggak tahu kalau kue itu beracun, aku beli kue itu ditoko kue. Aku nggak tahu kalau ternyata kue nya berbahaya..!" sangkal klara membuat eliza semakin muak dengan klara.


"Hmm.. Eliza sebaiknya kita pulang sekarang.!" ucap afnan yang kemudian mengajak eliza pulang.


Hah sial, gue gagal lagi buat celakain eliza dan bahkan sekarang afnan terlihat tidak peduli lagi dengan perkataan gue. Gue harus cari cara lain..! Ucap klara dalam hati.


Dilain tempat.


Eliza yang masih begitu kesal dengan klara hanya diam sambil terus memakan buah yang ada diatas meja. Membuat afnan dan ketiga temannya memandangnya aneh sekaligus geli.


"Kamu kesal apa lapar sich..?" tanya afnan.


"Dua duanya. Rasanya gue pengen ngunyah tuh manusia bernama klara..!" ucap eliza sambil terus memakan apel ditangannya.


"Hah kamu ini ada ada aja el..! Oh ya kalian bertiga bisa pulang dulu untuk berpamitan orang tua kalian, dan sekaligus aku ingin kasih tahu kalian bahwa kalian tidak bisa membawa mobil kalian ke pesantren. Jadi jika nanti kalian berangkat kalian bisa diantar orang tua kalian ataupun naik taksi..!" ucap afnan .


"Baiklah, kita akan pulang sekarang. Dan akan segera ke pesantren.!" ucap tasya.


Dan ketiga teman eliza pun pergi pulang untuk berpamitan pada orang tua mereka. Sedangkan eliza bersiap untuk pergi ke pesantren.


Dalan perjalanan eliza hanya diam membuat afnan bingung, dan afnan pun mencoba untuk mencairkan suasana agar eliza bisa kembali seperti biasa yang selalu bertingkah ceria.


"El..!" panggil afnan.


"Hmm..?"


"Sebentar lagi kita juga akan panen..! Dan kelihatannya panen kali ini lumayan banyak..! Jadi uangnya bisa kita tabung untuk lahiran kamu nanti..!" ucap afnan.


"Iya..!"

__ADS_1


"Kamu kenapa nggak semangat sama sekali..? Biasanya kamu selalu cerewet..!" tanya afnan.


"Gue nggak papa, gue cuma mikir hal apa yang bisa gue lakuin agar klara berhenti ganghu hidup kita.!" ucap eliza.


"Kamu percaya aku..?" tanya afnan.


"Percaya..!"


"Kalau gitu kamu harus selalu percaya bahwa aku akan selalu mencintai kamu. Jadi kamu nggak perlu merasa takut dengan gangguan gangguan kecil itu..!" ucap afnan mencoba untuk menenangkan eliza.


"Iya, gue cuma takut jika klara akan semakin nekat..!" ucap eliza sambil memeluk erat afnan.


Sedangkan afnan berdo'a agar hubungannya dengan eliza akan baik baik saja tanpa adanya gangguan lagi. Ia benar benar tidak ingin melihat eliza menangis lagi.


Sesampainya di pesantren. Eliza masih saja diam, membuat afnan merasa khawatir. Namun tiba tiba.


"Hay kakak ipar yang cantik..!" sapa radit yang mengalihkan pikiran eliza.


"Oh hay dit..!" jawab eliza.


"Kamu kok kesini..? Bukannya sebentar lagi pembelajaran akan segera dimulai..?" tanya afnan yang merasa terancam dengan keberadaan radit di dekat eliza.


"Gue kesini cuma buat nyapa kakak ipar doang kok, kenapa..? Lo takut kalau kakak ipar suka sama gue..?" ucap radit membuat afnan kesal.


"Kenapa..? Radit baik kok..! Dia kan cuma mau nyapa..!" ucap eliza membuat afnan semakin tajam menatap radit.


"Kakak ipar, lo lagi belain gue apa mau masukin gue ke kandang singa sich..!" ucap radit yang merasa merinding melihat tatapan tajam dari kakak sepupunya.


"Hhhh..sorry dit, kelihatannya lo udah bangunin singa deh..! Lo hati hati aja..!" ejek eliza yang membuat afnan semakin kesal.


"Eliza..?" ucap afnan sambil menatap eliza memelas.


"Radiiit... Kamu kembali masuk ke kelas atau mau ini..?" tanya afnan yang kini beralih menatap tajam radit sambil memperlihatkan tangannya yang mulai mengepal.


"Ini namanya penindasan..!" ucap radit yang mencoba untuk meminta tolong pada eliza. Namun eliza malah menggelengkan kepala yang menandakan ia tidak bisa membantu radit.


"Ok, gue pergi. Dada kakak ioar yang cantik dan seksi..!" ucap radit yang kemudian berlari terbirit birit karena afnan yang mengejarnya. Sedangkan eliza hanya tertawa melihat kelakuan kocak dua pria itu.


"Udah pada gede, tingkahnya masih aja kayak anak anak..!" ucap eliza sambil menggelengkan kepalanya.


"Assalamu'allaikum el.!" sapa nadira.


"Wa'allaikum salam nad..!" jawab eliza.

__ADS_1


"Kamu kok masih disini..?" tanya nadira.


"Gue lagi nungguin temen temen gue yang mau ikut tinggal di pesantren..!" jawab eluza semangat.


"Teman kamu yang kemarin di rumah sakit itu..?" tanya nadira lagi.


"Iya, mereka tadi pagi udah diperbolehkan untuk pulang. Dan hari ini mereka akan langsung kesini setelah berpamitan dengan orang tua mereka..!" jelas eliza.


"Oo..bagus deh kalau gitu..!" jawab nadira yang ikut senang.


"Oh ya nad, gimana dengan lo..? Apa lo benar benar hamil..?" tanya eliza.


"Iya el, aku hamil dan baru memasuki minggu ketiga. Makannya aku sering muntah..!" ucap nadira.


"Wah..selamat ya..!" ucap eliza memberi selamat kepada nadira.


"Iya el, aku juga mau terima kasih sama kamu. Berkat kamu, sekarang aku sudah mulai biasa dengan mas rizky.!"


"Bagus dong kalau gitu..!"


Tak lama kemudian terlihat tiga mobil mewah masuk ke kawasan pesantren membuat eliza begitu senang karena yang ia tunggu tunggu akhirnya datang juga.


Ketiga gadis cantik itu keluar dari mobil diikuti orang tua mereka masing masing. Afnan yang melihat kehadiran mereka segera menghampiri mereka untuk menyambutnya.


"Eliza..!" panggil mereka bertiga yang segera berlari kearah eliza.


"Akhirnya kalian datang juga. Kenalin ini nadira, dia yang akan bantu kita belajar..!" ucap eliza memperkenalkan nadira.


"Hay..kita teman teman eliza..! Gue cika..!" ucap cika dengan senyum manisnya.


"Nadira..!"


"Gue karlin..!"


"Nadira."


"Kalau gue tasya, salam kenal..!"


"Nadira. Senang berkenalan dengan kalian.!" ucap nadira yang merasa mudah untuk bisa akrab dengan teman teman eliza.


Sedangkan darin kejauhan radit mengintip ketiga gadis itu. Ia terus menatap ke arah tasya.


"Cantik bnget tuh cewek, sayang gue nggak bisa denger pembicaraan mereka. Apa mereka akan tinggal disini..? Gue jadi penasarang sama nama tuh cewek..!" ucap radit dari balik pintu kelas. Untuk sembunyi dari afnan.

__ADS_1


__ADS_2