Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 86


__ADS_3

"Lo tenang aja eliza, kita semua akan jagain lo 24 jam. Dan gue yakin kalau claudia secepatnya akan tertangkap. Jadi lo nggak usah takut ya...! " ucap cika.


"Hiks.. bukan claudia. Hiks... tapi hiks.. afnan..! " ucap eliza yang semakin menangis hingga sesegukan.


"Tenang aja eliza, Gus afnan baik baik aja. Ia cuma terluka kecil di bagian jidat. Oh ya, aku baru ingat...! Kenapa, tadi kamu tidak ingin bertemu dengan Gus afnan..? Dan bahkan kamu mengusirnya..? " tanya nadira yang terikat akan perkataan suaminya tadi sebelum ia menemui eliza.


"Hiks.. gue malu buat ketemu dia. Hiks.. gue pikir, setelah gue keluar dari rumah sakit, hiks gue akan ajukan perceraian dengannya hiks.. hiks..! " ucap Eliza yang membuat semua orang terkejut.


"Eliza..! Kenapa tiba tiba bisa berfikir seperti itu.? Lo udah gila.? Bagaimana bisa lo minta cerai dari Gus afnan. Bukankah lo juga udah jatuh cinta padanya..?" teriak tasya yang tak habis pikir, bagaimana bisa sahabatnya bisa berpikir untuk minta cerai dari suami yang di cintainya sendiri.


"GUE EMANG CINTA SAMA DIA..! TAPI GUE..!! hiks.. hiks... gue..! " teriak eliza yang kemudian terhenti karena ia tidak tahu harus mengatakan bagaimana keadaannya kini.


"Gue kenapa el..? Lo tau kan..? Bagaimana cintanya Gus afnan sama lo.? " ucap karlin.


"Iya el, bagaimana bisa lo semudah itu mau minta cerai..? "


"Iya el, Gus afnan sangat mencintai kamu..! Bukankah kalian saling mencintai satu sama lain..? " kini giliran nadira yang ikut bingung dengan sikap eliza.


"Hiks.. kalian semua nggak tau..! Hiks.. gue itu udah kotor, gue nggak pantas buat afnan.. hiks... hiks..! " teriak eliza membuat semua orang terdiam.


"Hiks.. gue kotor..! Gue udah kotor..! hiks.. hiks.. "


"Hiks.. Siapa..? hiks" tanya karlin yang ikut menangis begitu juga dengan ketiga orang lainnya.


"Hiks.. david..! hiks..! "


"Hiks... david.? hiks.. gue nyesel..! Kenapa tadi pagi gue tidak langsung membunuhnya..! " ucap tasya dengan amarah yang begitu memuncak.


Ia pun keluar dari ruangan eliza dengan perasaan marah dan juga sedih setelah mendengar perkataan eliza. Ia marah, bagaimana ia bisa mengenal bajingan seperti itu. Dan ia merasa sedih karena sahabat dekatnya yang harus jadi korban.


Di lain tempat,


Eliza semakin histeris menangis di pelukan nadira dan juga cika. Sedangkan karlin menatap bingung harus menenangkan siapa.


"Hiks.. gue harus kejar tasya. Hiks sebelum dia buat kekacauan di kantor polisi..! Tolong kalian berdua tenangin eliza..! " ucap karlin yang kemudian pergi mengejar tasya.

__ADS_1


Dilain tempat,


Para orang tua dan juga radit yang ada diruang tunggu merasa bingung melihat tasya yang tiba tiba keluar dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya dan juga tangan yang mengepal dengan raut wajah penuh amarah.


"Hiks.. iku gue..! " ucap Tasya yang menarik tangan radit begitu saja.


"Ada apa.? kenapa kamu nangis..? " tanya radit namun tasya tak menjawab dan terus menarik radit.


Sedangkan para orang tua langsung masuk kedalam ruangan eliza dirawat karena merasa khawatir, dan berpapasan dengan karlin.


Disana mereka melihat eliza yang menangis histeris dipelukan nadira dan cika yang ikut menangis dan berusaha menenangkan eliza.


Karena merasa takut jika menantunya kenapa napa. Abi segera pergi memanggil dokter untuk menanganinya.


Setelah mendapatkan suntikan penenang akhirnya eliza tertidur dengan wajah lelahnya. Dan afnan duduk disampingnya dan mengusap lembut kepala istrinya itu. Ia menatap cemas dengan keadaan istrinya itu.


"Emh, nyonya eliza saat ini sedang tertidur karena obat yang baru saja saya berikan. Tapi setelah ia sadar nanti tolong langsung panggil saya." ucap dokter itu.


"Iya dok..! Tapi, kenapa keponakan saya bisa sampai seperti ini ya dok.? " tanya paman eliza.


Setelah kepergian dokter, nadira dan cika terdiam. Mereka bingung harus mengatakan semua atau tetap merahasiakannya untuk eliza.


"Nak, kalian yang sebelumnya ada di sini. Bisakah kalian memberitahukan ke kami, penyebab eliza seperti ini..? " tanya bibi eliza yang begitu khawatir dengan keadaan keponakannya itu.


"Emh sebenarnya..! " ucap cika ragu.


Melihat cika yang bingung, akhirnya nadira yang memberitahukan ke semua orang pada apa yang telah dilalui eliza dan apa saja yang baru eliza katakan pada mereka berdua.


"Apa..? Hiks malang sekali nasib mu nak..! " ucap bibi eliza yang memegang tangan eliza.


Semua orang merasa sedih dan khawatir dengan keadaan eliza. Mereka hanya bisa berharap agar eliza segera membaik.


"Nak afnan..! "


"Iya paman.? "

__ADS_1


"Seperti yang kamu dengar tadi, apakah kamu benar benar akan menceraikan eliza..? " tanya paman eliza khawatir, dan karena pertanyaan itu. Semua orang langsung menatap afnan menunggu jawaban dari afnan.


"Saya sudah tau sejak awal paman. Disaat saya ingin menyelamatkan eliza, orang itu sudah mengatakan semua hal pada saya. Tapi paman tenang saja...! Bukan karena kami sudah memiliki anak. Tapi karena saya mencintai eliza dengan sepenuh hati saya, saya tidak perduli dengan hal itu semua. Say akan tetap menjadi suami eliza hingga akhir hidup saya..! Meskipun eliza memintanya, saya tidak akan pernah meninggalkannya...! " ucap afnan membuat semua orang merasa lega.


Di lain tempat.


Tasya dan radit akhirnya sampai di depan kantor polisi, tanpa menunggu lama, tasya segera masuk ke dalam dan meninggalkan radit yang masih memarkirkan motornya.


Tak lama setelahnya, sebuah mobil taksi berhenti di dekat motor radit dan keluarlah karlin yang begitu panik membuat radit menatapnya aneh.


"Dimana tasya..? " tanya karlin dengan cepat.


"Dia di dalam..! "


"Terus kenapa lo masih disini..? Kenapa lo nggak hentiin tasya sich..! " tanya karlin marah.


Tanpa menunggu lama karlin segera masuk ke dalam kantor polisi di ikuti dengan radit di belakangnya.


Dilain sisi.


Tasya menahan amarahnya dan duduk di sebuah kursi menunggu kedatangan radit. Tak lama setelahnya, radit datang dan menatap tak percaya karena tasya kembali datang menemuinya.


"Tasya.? Lo kesini lagi..?" tanya david dengan senyum kebahagiaan terpancar di wajahnya.


Tanpa bosa basi, tasya meninju wajah david hingga membuat david tersungkur. Ia menatap bingung ke arah tasya.


"Lo kenapa tasy..? "


"Jangan pernah lo panggil gue tasy..! Hiks... Dasar brengsek..! Lo pantas mati... ! " teriak tasya yang hendak memukuli david.


Namun tindakannya dihentikan radit dan juga karlin yang memegangi tangannya dan juga polisi yang mengamankan david dari amukannya.


"Dasar brengsek..! Jangan lari..! Gue harus bunuh lo sekarang juga..! Lo harus mati..! Brengsek..!! " teriak tasya.


"Maaf nona, tolong tenang di sini, ini kantor polisi. Jangan buat keributan disini kalau tidak ingin kami masukkan anda ke penjara..! " ucap salah satu polisi yang ikut melerai.

__ADS_1


"Maaf Pak, atas keributan yang dibuat sahabat kita. Kita akan segera bawa dia pergi dari sini..! " ucap radit yang kemudian menyeret paksa tasya agar pergi dari sana.


__ADS_2