
Eliza merasa begitu senang saat mengetahui teman temannya datang kerumahnya. Eliza segwra mempersilahkan temanya untuk masuk kedalam rumah.
" El.. gue kemarin saat pergi kecafe nggak sengaja denger beberapa temen leon yang bilang kalau lo masuk kerumah sakit. Emang bener ya el..?" tanya karlin.
"Oh iya. Gue jatuh dari motor sama afnan karena tiba tiba rem motor afnan blong. Baklhkan kita hampir aja tabrakan sama mobil. " jelas eliza .
"Tapi lo baik baik aja kan el.. ?" tanya cika.
"Gue baik baik aja kok. "
"Oh ya gue punya kabar menghebohkan. Dan kalian berdua juga belum ada yang tau kan.. !" ucap tasya membuat eliza, cika, dan karlin bertanya tanya.
"Emang apaan... ?" tanya cika.
"Gue dapet kabar kalau leon sama claudia bakalan nikah...!"
"Apa... ?" teriak mereka terkejut.
"Bagaimana bisa.. ? bukannya leon begitu cinta mati sama eliza.. ?" tanya karlin.
"Dari sumber yang terjamin, kalau claudia katanya hamil duluan. Dan leon lah yang menghamilinya.!" jelas tasya.
"Tapi bukannya claudia itu adik kandungnya david.. ?" kini giliran eliza yang bertanya.
"Iya, dan karena hal ini. Leon terpaksa setuju untuk menikahi claudia. " ujar tasya.
"Tapi lo tau dari siapa semua ini.. ?" tanya cika.
"Dari david sendiri.. !" jawab tasya tersenyum.
"Sejak kapan lo jadi deket sama david... ?" tanya eliza.
Tasya yang ditanya itu haya tersenyum dengan pipi yang memerah membuat teman temannya mulai menggodanya.
Ditempat lain.
Afnan sedang pergi bersama dengan rizky menuju ke bengkel dimana motor afnan berada. Sesampainya dibengkel afnan segera menghampiri motornya yang masih diurus montir.
"Apa motor saya sudah jadi.. ?" tanya afnan.
"Udah mas." jawabnya.
"Emang masalahnya apa mas.. ?" tanya rizky.
"Motor mas nggak ada masalah sebenarnya hanya saja kabel rem seperti ada yang memotongnya. Dan bentuk potongannya terlihat rapi, jelas itu bukan karena tikus ataupun pengikisan dari kabel itu sendiri. Bisa saja ada orang yang sengaja memotongnya menggunakan gunting.. !" jelas sang montir.
Afnan dan rizky saling menatap dan mulai berfikir. Siapa kira kira orang yang sengaja melakukannya dan ingin afnan celaka.
Afnan mulai mengingat, dimana leon datang kerumah sakit saat eliza dan dirinya kecelakaan. Dan ia berfikir bagaimana bisa leon mengetahui keadaan eliza kalau leon tidak mengawasinya.
"Gus, menurut gus siapa yang melakukannya.. ?" tanya rizky.
"Sepertinya aku tahu, siapa pelakunya. Kemarin saat eliza masuk rumah sakut, tiba tiba leon dan juga teman temannya datang. Dan aku yakin leon lah yang memotong kabel rem montor ini dan saat aku pergi, ia pasti menyuruh salah satu temannya untuk mengawasiku. Makannya dia bisa tahu eliza masuk rumah sakit dan bahkan rumah sakit mana eliza dirawat." Jelas afnan membuat rizky ikut kesal.
"Mereka lagi mereka lagi. Apa mereka tidak bosan mengganggu kehidupan orang. " ucap rizky.
"Gus, sebaiknya kita laporkan saja masalah ini sama polisi. Ini sudah mengancam nyawa gus dan bahkan neng eliza. " usul rizky.
"Kita tidak memiliki bukti yang kuat jika memang mereka yang melakukannya." ucap afnan.
"Sudahlah sebaiknya kita segera kepesantren, sebentar lagi acaranya akan selalu gera dimulai."
Merekapun segera pergi dari bengkel menuju ke pesantren dengan afnan mengendarai motornya dan rizky membawa mobil pesantren.
Dilain tempat.
Eliza dan teman temannya berpesta pora dirumah membuat seluruh rumah begitu berantakan.
Kruuk.. krrruukk..
Perut eliza tiba tiba berbunyi begitu keras membuat teman temannya tertawa.
"Tasy.. lo beliin makanan buat kita dong. Kita semua laper nih, ya hitung hitung buat pajak jadian lo sama si david itu." ucap eliza yang disetujui kedua temannya.
"Ok ok gue pesenin, kalian mau apa.. ?" tanya tasya.
"Gue mau ayam geprek, seblak, udang krispi sama minumnya capucino cincau." ucap eliza semangat.
"Kalau gue mau ayam krispi sama minumnya jus alpukat. " ucap cika.
__ADS_1
"Kalau gue nasi goreng spesial sama ayam goreng sama minumnya jus mangga. " ucap karlin.
"Ok udah gue pesenin. Kalian membuat uang jajanku selama satu minggu habis dalam satu menit. !" ucap tasya lesu membuat semuanya tertawa.
Beberapa menit kemudian makanan mereka telah diantar oleh kurir dan eliza segera memanaskannya kedalam oven sebentar dan mulai menaruhnya ke meja.
"Ayo kita makan.!" ajak eliza yang sudah taka tahan.
"El lo habis semua itu.. ?" tanya karlin.
Sedangkan eliza begitu menikmati semua makanannya.
"Tenang aja. Perut gue lagi bener bener laper jadi makanan segini sudah tentu bisa dengan mudah gue habisin. !" ucap eliza yang begitu lahap makan.
Mereka pun melanjutkan makanan mereka sambil terus menatap eliza dengan pandangan bingung dengan perubahan eliza.
Dilain tempat afnan sedang berjalan menuju kerumah abinya setelah pelepasan para santri selesai dan kini waktu menunjukkan pukul empat sore.
"Assalamu'allaiku. " ucap afnan saat memasuki rumah.
"Wa'allaikum salam." jawab abi.
"Umi mana bi.. ?" tanya afnan.
"umimu masih ngantar nadira dan orang tuanya diluar biasa pasti masih ngobrol. Emang ada apa.. ?"
"Em nanti aja sekalian kalau umi udah balik deh bi, soalnya ini bener bener penting." ucap afan membuat abinya penasaran.
"Asaalamu'allikum.. !" ucap umi.
"awa'allaikum salam. Untung umi dah pulang, jadi afnan bisa ngomong sekarang dan nggak bikin abi penasaran lagi. " ucap abi saat melihat umi masuk kedalam rumah.
"Emang kamu mau ngomong apa sih af, kok sampai harus nungguin umi.. ? sampai bikin abimu ini penasaran.. ?" tanya umi yang langsung bertanya tanya.
"Jadi gini mi, bi. Kemarin saat eliza masuk kerumah sakit, dokter yang menangani eliza berkata kalau eliza sedang hamil saat ini. !" jelas afnan membuat abi dan umi begitu terkejut.
"Alhamdulillah.. !!" ucap mereka.
"Ini benar benar kabar yang begitu baik, sebaiknya kita rayakan ini dengan membuat santunab buat anak yatim." ucap umi begitu bahagia.
"Emnh.. tapi mi, bi. Eliza belum tau ini semua. Dan aku berharap umi sama abi bisa menyembunyikan hal ini dari eliza terlebih dahulu. " pinta afnan membuat kedua orang tuanya merasa heran.
"Bagaimana bisa kita menyembunyikan hal ini darinya jika semakin lama perutnya akan semakin besar dan bahkan akan ada gejala tertentu seperti bayi yang menendang. Cepat atau lambat dia akan mengetahuinya af." ucap umi.
"Ya kamu benar. Eliza mungkin saja belum terbiasa dengan keadaannya, sebaiknya kita menunggu beberapa waktu untuk dia setidaknya bisa menerimanya.!" ucap abi setuju dengan rencana afnan.
"Kalau begitu afnan pamit pulang dulu ya bi, mi, aku takut jika nanti eliza kesal karena bosan dirumah sendirian. " ucap afnan.
"Oh ya. Tunggu dulu bawakan beberapa kue ini. Dia pasti akan sangat suka." ucap umi sambil memberikan bungkusan kue untuk dibawa afnan.
"Kalau begitu, afnan pamit dulu. Assalamu'allikum. " pamit afnan.
"Wa'allaikum salam. "
Selama perjalanan afnan terlihat begitu bahagia karena hanya dalam hitungan bulan ia akan berubah menjadi seorang ayah, tak terpungkiri betapa bahagia dan bersyukurnya ia.
Namun secara bersamaan ia juga merasa sedih karena ia tak tahu harus apa agar eliza mau menerima keadaannya saat ini yang sedang mengandung anak darinya.
Sesampainya dirumah, afnan melihat mobil biru yang tak asing untuknya. Ia pun segera masuk kedalam rumah untuk melihat keadaan rumahnya.
Karena ia tahu bahwa mobil yang ia lihat tadi adalah mobil teman teman eliza. Saat memasuki rumah, afnan begitu terkejut melihat rumahnya yang begitu berantakan dengan bungkus cemilan yang berserakan.
"Assalamu'allaikum." ucap afnan membuat eliza dan temannya terkejut dan lalu menatap kesumber suara itu.
"Af.. afnan... ? lo udah pulang.. ? kok gue nggak denger suara motor lo.. ?" ucap eliza yang takut jika suaminya itu marah.
"Eem hhh el kita pulang dulu ya. bay.. !!" ucap tasya dan segera berlari dan dikejar kedua temannya yang lain.
"Emh.. jangan marah dulu. Gue bakal bersihin semua kok. " ucap eliza.
Eliza pun segera mengambil sapu dan juga kemoceng ia mulai membersihkan meja depan tv.
Afnan yang melihatnya seketika ingat jika eliza sedang hamil dan ia tidak ingin istrinya kalau samoai kecapean.
"Udah udah. Biarin aja biar nanti aku bersihin semua. Kamu istirahat aja, lagipula kamu lagi pulang dari rumah sakit, jadi kamu nggak boleh capek. Oh ya tadi umi bawain kue buat kamu. kamu makan dulu nih. " ucap afnan sambil menyerahkan bungkusan yang sedari tadi ia tenteng di tangannya.
Eliza yang mendengarnya begitu senang dan segera mengambil bingkisan itu dan ia duduk di sofa depan tv dan segera membuka bungkusan itu.
Terlihat beberapa macam kue yang terlihat begitu enak.
__ADS_1
"Waah.. ada brownis, ada donat, martabak mini. Hemm.. enak banget.!" ucapnya kegirangan.
Sedangkan afnan segera membereskan segala kekacauan yang eliza dan teman temannya.
Selesai membereskan semua, afnan ikut duduk disamping eliza. Sedangkan eliza masih menikmati makanannya.
"Afnan temenin gue nonton film horor ya. !!" pinta eliza.
"Nggak ah. ini sudah malam el. Dan kamu harus iatirahat." tolak afnan.
"Plisss.. cuma sebentar.. ??" ucap eliza memohon.
"Enggak.. !!"
"Bilang aja kalau lo takut. Iyakan.. ?" ejek afnan.
"Siapa yang takut. Ya sudah ayo kita nonton. !" ucap afnan yang tidak ingin eliza memandangnya penakut.
Selama film berlangsung eliza begitu antusias namun disaat tiba tiba hantu itu muncul eliza menjerit dan bersembunyi dibalik lengan afnan.
"Aahhh.. " teriaknya.
"Siapa tadi yang bilang kalau aku penakut.. ? kenapa dia sendiri yang takut.. ?" ejek afnan.
Eliza yang merasa terhina segera melepaskan pegangannya pada lengan afnan dan berganti mengambil bantal kecil disampingnya untuk menutup sedikit wajahnya.
Setelah satu jam lebih akhirnya film nya berakhir. Afnan segera menyuruheliza untuk segera pergi tidur.
Saat sampai didepan pintu kamarnya eliza membuka pintu kamarnya dengan ragu dan menatap afnan.
"Af.. em gue lagi bosen nih. Gimana kalau gue tidur dikamar lo, kan nanti kita bisa ngobrol dulu.. ?" ucap eliza.
Afnan yang mengerti kalau eliza sedang ketakutan sengaja menggoda eliza.
"Emh.. gimana ya, kamar ku sedang agak berantakan jadi mungkin kamu nanti nggak akan bisa tidur nyenyak." ucap afnan berbohong.
"Nggak papa. Ayo masuk." ucap eliza segera membuka kamar afnan dan melihat isi kamar afnan yang terlihat begitu bersih dan juga rapi terbanding terbalik dengan kamarnya.
"Lo bilang tadi kamar lo lagi berantakan.. ?" ucap eliza kesal.
"Emh ya aku lupa untuk mengganti seprai kasurku. " ucap afnan mencoba membela diri.
"Gue nggak peduli. Gue mau tidur dulu. " ucap eliza.
Eliza segera naik ketempat tidur dengan menaruh guling ditengah untuk pembatas antara dirinya dan juga afnan.
"Jangan berani berani lo lewatin ataupun pindah guling ini. Guling ini akan jadi pembatas jadi lo nggak akan bisa macem macem dan cari kesempatan sama gue selama gue tidur nanti. " ucap eliza.
Afnan yang melihat segala tingkah istrinya hanya menggelengkan kepala.
Ia pun segera ikut tidur disamping istrinya dengan wajah yang dipenuhi dengan senyuman yang membuatnya terlihat begitu tampan dan juga kebahagiaan tiada tara di dalam hatinya.
Ya malam ini, afnan tidur disebelah eliza. Dan eliza dalam keadaan sadar dan juga tanpa paksaan membuat afnan semakin bahagia.
Dilain tempat.
Claudia merasa begitu bahagia saat mengetahui bahwa leon bersedia untuk menikahinya ia semakin merasa tidak sabar menunggu dirinya menjadi nyonya leon.
Dan menjadikan semua impiannya menjadi kenyataan. Dimana ia merebut leon dari musuhnya yaitu eliza dan bahkan sebentar lagi ia akan jadi istri leon.
"Gue bener bener nggak sabar, menunggu berkas dari kua selesai. Dan gue akan jadi nyonya leon dan gue akan membuat leon benar benar tergantung dengan gue. hhhhhh. !!!" tawa claudia menggema di dalam kamarnya.
Berbanding terbalik dengan david kakaknya yang sedang berada di cafe bersama tasya. Ia sedang gelisah memikirkan adiknya. Ia takut jika nanti meskipun leon setuju menikahi adiknya tapi leon masih mencintai eliza. Tentu hal itu akan melukai hati adiknya.
"Gue takut dav, kalau leon hanya menikahi claudia semata mata hanya karena lo ngancem dia. Dan mungkin saja kehidupan claudia tak kan mudah.!" ucap tasya memperingatkan.
"Ya gue tau, Tapi gue juga nggak tau harus gimana lagi. Anak itu adalah anak leon jika gue nyuruh claudia menikah dengan pria lain, siapa yang mau menikahi claudia..?". ucap david yang begitu pusing.
"Coba lo tenang dulu. Trus pikirin jalan keluar yang setidaknya tidak akan membua TTS claudia nantinya akan menderita. "
"Gue bener bener udah pusing tasy. !" keluh david.
"Emh gimana kalau kita suruh claudia buat gugurin kandungannya drngan begitu dia tidak perlu untuk menikah dengan leon dan dia juga tidak akan merasa malu karena orang tidak akan tau kalau dia hamil duluan. " saran tasya membuat david menatap tajam kearah pacarnya itu.
"Tentu saja gue nggak bisa lakuin itu. Karena itu bisa saja membuat claudia terancam nyawanya. Gue nggak akan ambil resiko sebesar itu. " ucap david tegas membuat tasya ikut pusing dengan masalah yang dihadapi david.
"Ya sudah gini aja, gimana kalau lo buat claudia dan leon tetap tinggal dirumah lo setelah mereka menikah jadi lo bisa awasi mereka dua puluh empat jam. Gimana.. ?" saran tasya lagi.
"Ok.. Akan gue coba. Makasih ya sayang lo dah bantuin mikirin masalah claudia. " ucap david.
__ADS_1
"Iya sama sama. Gue cuma nggak mau kalau lo kebanyakan pikiran, ntar lo bisa sakit lagi." ucao tasya.
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka dan juga menikmati cemilan yang mereka pesan tadi.