Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 58


__ADS_3

Karena tidak ingin tasya melihatnya, david bergegas pergi menjemput claudia dan klara. Dan beberapa menit kemudian ia sampai disana.


"Lama banget sich kak..!" ucap claudia yang sudah begitu mengantuk.


"Iya iya udah sana masuk kemobil, gue mau parkirin motor gue dulu..!" ucao david yang kemudian meninggalkan motornya disana dan mengantarkan pulang claudia dan klara pulang menggunakan mobil claudia.


Malam pun berlalu.


Eliza terbangun dari tidurnya dan ia melihat afnan yang sudah tidak ada disana. Eliza segera berjalan menuju kekamar mandi dan mandi. Setelah itu eliza bergegas sholat subuh sendiri karena sudah pasti afnan sudah sholat lebih dulu.


Setelah melaksanakan sholat, eliza berjalan keluar dan melihat afnan yang sudah menyiapkan saraoan untuknya.


"Selamat pagi sayang..!" sambut afnan.


"Hmmm."


"Aku udah siapin sarapan buat kamu, bubur ayam.!" ucap afnan sambil menunjukkan semangkuk bubur pada eliza.


"Hhmm..taoi gue lagi nghak pengen makan bubur, gue pengen makan nasi kebuli..!" ucap eliza menolak makanan itu.


"Tapi darimana..? Jam segini juga lestoran belum buka..!" ucap afnan.


"Gue nggak mau tahu, pokoknya gue cuma mau sarapan pakai nasi kebuli, kalau nggak ada. Gue juga nggak mau sarapan kalau gitu..!" ucap eliza.


"Ya udah ya udah, aku buatin nasi kebuli nya. Tapi aku harus kepasar dulu buat belanja bahannya.!" ucap afnan.


"Ya udah, sana kepasar. Jangan lama lama gue udah laper..!" ucap eliza.


Dan terpaksa afnan pun pergi kepasar untuk belanja bahan nasi kebuli untuk eliza. Karena tidak mungkin ia membiarkan eliza kelaparan.


Setelah afnan pergi, eliza yang sudah begitu lapar segera memakan bubur yang disiapkan afnan untuknya.


"Biarin deh dia susah susah kepasar. Siapa suruh dia bikin gue kesel..!" ucap eliza yang ternyata sedang mengerjai afnan.


Sedangkan dilain tempat.


Nadira sedang menyiapkan sarapan untuj rizky seperti biasa. Dan tak lama kemudian rizky pun datang .


"Eh mas, ayo sarapanaku udah siapin ini semua.!" ucap nadira.


"Iya..!" ucap rizky yang sedikit merasa takut jika nadira marah dengannya karena semalam ia membuat nadira menunggunya dan bahkan sampai membuat nadira tertidur lebih dulu.


"Apa segini cukup mas..?" tanya nadira.


"Mas..?" tanya nadira lagi karena rizky yang malah melamun.


"Ii..iya cukup.!" ucap rizky.

__ADS_1


Merekapun makan sarapan mereka dengan tenang dan lebih tepatnya dengan keheningan.


"Emh neng..?" ucap rizky seusai makan dan kini nadira sedang mencuci piring piring kotor yang telah mereka gunakan.


"Iya..?" jawab nadira.


"Aa..apa boleh, aku...aku mengganti tadi malam dengan nanti malam..?" tanya rizky pelan.


"Aa...i..itu. Aku lupa, tadi aku sedang merendam cucian. Aku ke kamar mandi dulu ya mas. Mau jemur pakaian dulu.!" ucap nadira yang begitu gugup dan lebih memilih untuk menghindar dari rizky.


"Hah..dia pasti marah.!" gumam rizky yang beranggapan jika nadira marah padanya.


Dilain sisi. Nadira terus memegangi dadanya yang berdetak begitu kencang.


"Aduh..kenapa aku begitu gugup, bagaimana nanti kalau mas rizky salah paham." gumam nadira yang menyesal karena pergi tanpa memberi jawaban pada rizky.


Dilain tempat.


Afnan yang sedang dalam tujuan kepasar tidak sengaja melihat seorang wanita yang sedang berdiri dipinggir jalan, wanita itu adalah yang ia temua semalam dengan eliza.


Dan saat akan melewatinya, wanita itu melambaikan tangannya. Dan afnan pun menepikan motornya.


"Wah kita ketemu lagi mas.!" ucapnya.


"Iya, mbak nya mau kemana..? Kok berdiri disini sendiri..?" tanya afnan.


"Kalau saya mau kepasar, mau belanjaan buat istri saya yang sedang ngidam.!" ucap afnan.


"Oh, kalau gitu kita sama dong. Apa boleh saya nebeng sama mas..? Soalnya saya buru buru, kalau nunggu angkot kelamaan." ucap klara mencari alasan.


Afnan yang bingung terdiam sebentar, dan tak lama kemudian. Sebuah angkot datang dan afnan segera menghentikannya.


Tin..tiin...


Afnan melambaikan tangannya meminta supir angkot itu untuk berhenti, sedangkan klara yang melihat hal itu begitu kesal karena angkot itu datang disaat yang tidak tepat.


"Nah ini ada angkot, jadi mbak nya bisa naik angkot soalnya saya nggak bisa boncengin mbak. Nggak enak kalau dilihat orang. Takutnya bisa jadi fitnah. Kalau gitu, saya duluan ya mbak. Assalamu'allaikum..!" ucap afnan yang kemudian melajukan motornya membuat klara kesal.


"Neng..! Jadi naik nggak..?" tanya sopir angkot itu.


"Nggak..! Sana pergi..!" ucap klara kesal.


"Gimana sich, kalau nggak mau naik ya nggak usah ngehentiin bikin orang buang buang waktu aja..!" ucap sopir itu marah.


Klara begitu kesal dengan afnan yang begitu sulit untuk ia dekati. Namun hal ini membuatnya semakin menginginkan afnan.


"Gue nggak akan nyerah gitu aja. Gue pasti bisa buat lo bertekuk lutut pada gue.!" ucap klara yang kemudian memesan sebuah taksi untuk pulang.

__ADS_1


Sedangkan dilain tempat.


Eliza menunggu afnan yang masih belum pulang dengan bosan. Ia pun menonton tv sambil memakan cemilan karena begitu bosannya.


"Lama banget sich, perasaan pasar letaknya nggak jauh jauh amat dari sini..!" ucap eliza.


Beberapa menit kemudian afnan pun sampai dirumah.


"Assalamu'allaikum.!" ucap afnan.


"Wa'allaikum salam..!" ucap eliza yang langsung menghampiri afnan.


"Lama banget sich..!" keluh eliza.


"Iya soalnya pagi pagi kayak gini, pasarnya ramai jadi harus antri saat beli belanjaannya.!" jelas afnan.


"Ya udah kamu duduk aja dulu diruang tv, aku masakin sebentar.!" ucap afnan yang segera memasak makanan itu dengan cepat.


Afnan terlihat seperti chef handal yang begitu mahir dalam memasak. Eliza yang melihatnya hanya tersenyum senang karena ia kinni berhasil mengerjai afnan.


Dilain tempat.


Klara yang telah sampai dirumah claudia segera duduk diruang tv dengan tampang cemberutnya membuat claudia merasa aneh.


"Lo kenapa datang datang cemberut gitu..!" tanya claudia.


"Gue lagi kesel sama tuh cowok.!"


"Cowok siapa..?"


"Siapa lagi kalau bukan suami eliza..!"


"Oh emangnya kenapa..?" tanya claudia penasaran.


"Tadi gue berencana buat kerumahnya tapi nggak jadi karena gue lihat dia pergi bawa motor. Dan saat gue berdiri dipinggir jalan berniat buat alasan numpang kepasar sama dia. Eh malah dia panggil angkot buat gue naikin. Ngeselin banget nggak tuh..!" ucap klara sebal.


"Hhhh..jadi lo naik angkot..?" tanya claudia tak percaya jika seorang klara yang selama ini tinggal di astrali bisa naik angkot. Bahkan dirinya sendiri aja nggak akan bisa naik angkot.


"Ya nggak lah, ya kalik gie naik angkot. Bisa turun derajat gue..!" ucap klara.


"Oh ya clau gue punya cara yang lebih baik lagi agar bisa swlalu awasi dan deketin suami eliza itu.!" ucap klara yang mendapatkan ide bagus.


"Gimana caranya..?" tanya claudia.


"Gue tadi lihat ada rumah yang dijual didepan rumah eliza, ya meskipun itu tidak terlalu dekat karena rumah eliza punya cukup lahan yang besar tapi itu masih bisa buat gue mantau mereka.!" ucap klara.


"Ok kita beli ruamh itu, dan lo bisa tinggal disana..!" ucap claudia setuju dengan ide klara.

__ADS_1


Hhhh..dengan gini gue punya kesempatan lebih buat deketin tuh cowok. Gue jadi nghak sabar buat milikin tuh cowok..! Ucap klara dalam hati.


__ADS_2