
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, afnan segera mencari eliza untuk ia ajak pulang karena hari sudah semakin sore. Saat ia sedang mencari eliza, ia bertemu dengan eliza dan juga nadira yang sedang berjalan menuju kerumah abi.
"Eliza..!" panggilnya.
Dan eliza pun menoleh kesumber suara itu, begitu juga dengan nadira.
"Afnan..!" gumamnya.
"Hah..kamu dari mana saja..? Aku mencarimu dari tadi..!" ucap afnan.
"Gue tadi diruang guru sama nadira. Soalnya gue bosen kalau sendirian..!" jawab eliza.
"Eh kalian semua ada disini..!" ucap rizky dari arah belakang afnan.
"Iya..!"
"Neng dira, aku tadi mencarimu. Pekerjaanku sudah selesai, ayo kita pulang..!" ajak rizky.
"Iya mas..!"
"Gus afnan juga udah mau pulang..?" tanya rizky.
"Iya ustadz, tapi aku mau kerumah abi dan umi dulu buat pamitan..!" ucap afnan.
"Oh ya sudah, kalau gitu kita pulang duluan ya gus..!" pamit rizky.
"Iya, hati hati dijalan..!"
"Assalamu'allaikum..!"
"Wa'allaikum salam..!"
Merekapun berpisah, dengan rizky dan nadira yang berjalan menuju ke tempat parkir motor mereka. Sedangkan afnan dan eliza berjalan menuju kerumah abi dan umi.
"Kalian mau pulang..?" tanya umi.
"Iya umi, besok kita kesini lagi..!" ucap afnan.
"Tapi kalian kan bisa tidur disini untuk semalam aja..!" bujuk umi.
"Iya af, gue juga kangen buat tidur disini..!" ucap eliza yang membuat umi merasa senang.
"Tidak el, kita harus pulang..!" ucap afnan.
"Ya sudah, kamu pulang aja sendiri biar putri umi tidur disini..!" ucap umi sambil mengajak eliza untuk pergi menuju kedalam ruang keluarga.
__ADS_1
Sedangkan afnan hanya menggelengkan kepalanya melihat kedua wanita berharganya itu. Begitu juga dengan abi yang sedari tadi hanya menonton perdebatan antara istri dan putranya itu.
"Abi..!" panggil afnan.
"Ya..?"
"Maaf ya bi, karena afnan tadi abi dibuat malu. Dan bahkan sampai sampai orang orang tadi yang menghina hina abi..!" ucap afnan yang merasa bersalah pada abinya.
"Tidak af, abi yang seharusnya meminta maaf. Karena tadi abi sempat tidak percaya denganmu. Dan abi malah berniat untuk membuatmu menikahi wanita tadi..!" ucap abi.
"Iya abi..! Afnan sekarang hanya berharap agar eliza tetap percaya sama afnan sampai kapanpun..!"
"Amin, abi juga merasa bahagia karena kamu mendapatkan jodoh yang membuatmu bahagia. Padahal dulu abi sempat ragu kalau kamu akan bisa merubah sikap eliza. Tapi yang kamu tunjukan sekarang melebihi apa yang ada dalam pikiran abi. Eliza begitu berubah drastis bahkan abi begitu bangga memiliki menantu sebaik dan secerdas eliza..!" jelas abi membuat afnan metasa senang.
"Bukan hanya abi, afnan pun sama bangganya bi. Afnan merasa begitu bahagia karena diberikan jodoh yang begitu baik seperti eliza. Meskipun terkadang membuat afnan jengkel tapi tidak dapat dipungkiri afnan begitu sayang dengannya.!"
Afnan dan abinya tertawa bersama saat afnan mulai menceritakan segala tingkah cemburu eliza pada abinya. Sedangka. Eliza dan umi sedang melihat lihat barang afnan saat bayi dulu.
"Waah..ini foto siapa umi..?" tanya eliza sambil memperlihatkan foto seorang anak dengan es krim yang meleleh ditangannya dan juga es krim yang mengotori wajahnya.
"Itu afnan saat masih kecil, dia suka sekali dengan es krim. Bahkan dulu ia pernah tersesat hanya karena mengejar penjual es krim. Tapi untungnya ada warga yang melihatnya jadi umi sama abi langsung pergi mencarinya..!" ucap umi.
Eliza merasa tak percaya jika afnan saat masih kecil begitu banyak menyusahkan orang orang. Dan selalu membuat masalah.
"Kalian sedang apa..?" tanya afnan yang penasaran.
"Kita cuma lagi lihat foto foto waktu kamu masih kecil dulu..!" jawab umi.
"Lo ternyata pembuat masalah ya..! waktu lo kecil, nakal banget." ejek eliza.
Afnan yang terkejut dan juga baru sadar jika eliza memegang album lamanya, ia langsung berlari dan merebut album itu dari tangan eliza.
"Umi...! Umi kok kasih album afnan ke eliza sich mi..!" ucap afnan sambil cemberut karena kesal.
"Emang kenapa..? gue kan istri lo, jadi nggak ada yang bisa lo rahasiakan dari gue. " ucap eliza merasa menang.
"Ya yang dikatakan eliza memang benar af. Untuk apa kamu khawatir..? Itu hanya foto.! " ucap umi membuat eliza semakin senang sedangkan afnan merasa kalah.
"Ya sudah, ini sudah waktunya makan. Kalian segera kemeja makan, umi keluar dulu.!" lanjut umi.
Umi berjalan keluar kamar meninggalkan eliza dan afnan berdua. Afnan segera menyimpan fotonya kembali dan duduk di atas ranjang samping eliza.
"Ayo kita keluar, gue udah laper..! " ajak eliza.
"Kamu duluan, ada yang harus aku kerjakan sebentar..! " ucap afnan membuat eliza bingung, sekaligus penasaran.
__ADS_1
"Ya udah, gue keluar dulu..! " ucap eliza yang segera keluar kamar menuju ke ruang makan.
Sedangkan afnan, mulai mengerjakan sesuatu. Ia mulai mengganti seprai di ranjangnya, dan ia juga menyemprotkan wewangian bunga di sana.
Setelah selesai, afnan segera pergi menuju ke ruang makan. Dimana semua orang sudah menunggunya.
Setelah afnan datang, mereka semua makan dengan hitmat. Dan seperti biasa, eliza akan menambah porsi makannya. Hingga afnan meledek nya gemuk.
"Kamu benar benar gemuk el..! " ejek afnan.
"Gue nggak gemuk, cuma perut gue yang besar, lagian perut gue besar kan karena ada bayinya..! " ucap eliza dengan santai dan terus memakan makanannya.
"Afnan, jangan mengejek putri umi, wanita hamil memang wajar kalau porsi makannya banyak. Bahkan bisa mengalahkan porsi pria. Tapi itu semua bagus, daripada tidak bisa makan karena muntah terus. Ada lo wanita hamil yang tidak mau makan karena setiap makan ia selalu muntah..! " bela umi membuat eliza kembali girang.
"Iya iya, afnan minta maaf. afnan cuma bercanda..! "
"Kamu ini af. Karena sekarang kita semua sudah selesai makannya, sebaiknya kita bersiap untuk segera sholat maghrib.! " ucap abi.
Dan mereka semua bersiap untuk pergi ke masjid. Eliza yang begitu semangat, langsung mencari keberadaan ketiga temannya.
"Hai..! " ucap eliza memanggilnya temannya yang sudah berdiri ditempat wudhu.
"Hai el... " jawab tasya.
"Kalian ngapain berdiri di sini..? " tanya eliza yang bingung.
Karena temannya hanya berdiri melihat orang orang yang sedang berwudhu.
"Kita mau sholat, tapi kata ustadzah kita harus ambil wudhu dulu. Tapi kita semua nggak ada yang ngerti, gimana cara wudhu..! " jelas karlin.
"Oh itu, gue ajarin aja. Ayo...! " ucap eliza membuat ketiga temannya tersenyum senang.
Satu persatu, eliza mengajarkan temannya cara berwudhu. Setelah selesai wudhu, mereka berjalan masuk kedalam masjid untuk melaksanakan sholat maghrib berjama'ah.
Eliza begitu semangat dengan adanya teman temannya yang ikut ada di pesantren itu. Sehingga ia tidak merasa kesepian lagi.
"El..! " panggil cika.
"Iya, kenapa..? " tanya eliza sambil memakai mukenanya.
"Kita semua nggak ada yang tahu caranya sholat..! " ucap cika.
"Oh, itu gampang kok. Kalian nanti ikutin aja gerakan imam...! " ucap eliza.
Dan beberapa saat kemudian, adzan pun berkumandang merdu. Dan mereka semua menjalankan sholat maghrib dengan baik.
__ADS_1