
Hari semakin sore, afnan telah selesai mengajar para santri putra, dan eliza sudah selesai membantu umi dan nadira memasak.
"Akhirnya makanannya jadi juga..!" ucap eliza yang begitu puas dengan hasil masakan mereka.
"Ya sudah, sekarang kita bawa keruang makan.!" ucap umi.
Dan ketiga wanita itu mulai menyiapkan makanan keatas meja makan, sembari menunggu abi, afnan dan juga rizky.
Beberapa menit kemudian ketiga pria itupun datang menghampiri mereka.
"Akhirnya kalian datang, sekarang kalian mandi setelah itu kita makan bersama.!" perintah umi.
"iya umi.!" ucap. Kedua pria itu.
"Tapi saya nggak bawa baju ganti bu yai. Jadi sebaiknya saya mandi dirumah saja..!" ucap rizky.
"Kamu kan bisa pakai bajuku, lagipula ukuran baju kita sama..!" ucap afnan yang kemudian merekapun pergi untuk mandi.
Seusai semua berkumpul di meja makan, mereka segera makan bersama sebelum waktu sholat maghrib tiba.
Tak lama kemudian mereka selesai dan para pria segera menuju masjid untuk mengumandangkan adzan dan juga untuk sholat maghrib berjamaah.
Afnan dengan merdu mengumandangkan adzan hingga membuat para wanita yang mendengarnya merasa terpukau terlebih eliza.
"Jadi ini suara gus afnan ya, merdu banget..!" ucap santriwati yang kagum dengan suara afnan.
"Iya, kalau aja gus afnan belum nikah, aku juga pasti mau menikah dengannya.!"
"Emang kamu aja yang mau. Kita semua juga mau.!" bisik mereka membuat eliza merasa kesal karena lagi lagi para wanita terlihat kagum pada suaminya.
"Sudahlah teman teman, tidak baik kita membicarakan gus kita seperti itu.!" ucap salah satu santriwati itu.
Setelah beberapa saat mereka pun melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Dan setelah selesai sholat, afnan dan eliza pun berpamitan pulang dengan umi dan abi, begitu pula dengan rizky dan juga nadira.
Dalam perjalanan eliza terus memeluk afnan, karena ia merasa kedinginan. Afnan yang merasa tangan eliza bergetar saat memeluknya. Ia pun segera menghentikan motornya.
"Kamu kenapa..?" tanya afnan.
"Gue kedinginan..!" ucap eliza. Dan afnan pun segera melepas jaketnya untuk eliza.
__ADS_1
"Ini kamu pakai..!" ucapnya sambil memakaikan jaket ketubuh eliza.
"Tapi entar lo yang kedinginan..!" ucap eliza.
"Udah pakai aja, kasihan anak kita kalau kamu kedinginan.!" ucap afnan.
Merekapun melanjutkan perjalanan mereka. Beberapa waktu kemudian mereka sampai didepan rumah, afnan pun bergegas memasukkan motornya kegarasi dan segera masuk kedalam rumah mengikuti eliza yang lebih dulu masuk.
Dilain tempat.
Klara yang melihat kepulangan afnan segera bersiap dengan kue yang telah ia tata rapi dipiring tidak lupa ia mengecek penampilannya.
Klara menatap pantulan dirinya dengan balutan gaun selutut dengan lengan baju yang memperlihatkan pundak dan lehernya yang jenjang. Ditambah dengan bagian dada yang dapat memperlihatkan bentuknya jikalau klara hanya menunduk sedikit saja.
"Ok, gue yakin afnan tidak akan bisa menahan diri untuk tidak melihatku..!" ucap klara yang begitu percaya diri dengan penampilannya.
Dilain sisi.
Afnan dan eliza bergegas melaksanakan sholat isya' setelah mereka tadi mendengar adzan saat dijalan. Dan selesai sholat, eliza dan afnan pergi keruang tv untuk menonton film kesukaan eliza.
Tak lama setelahnya terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah mereka. Eliza yang masih fokus dengan filmnya terpaksa afnan yang beranjak dari duduknya dan pergi untuk membukakan pintu untuk tamunya.
"Selamat malam mas..!" ucap klara dengan suara yang ia buat semanis mungkin.
"Emh..iya selamat malam. Mbak kok bisa ada disini..?" tanya afnan.
"Iya, tadi pagi aku pindah kerumah depan sana..!" ucap klara dengan senyum manisnya.
Sedangkan eliza yang merasa mendengar suara wanita yang mengobrol dengan afnan segera menghampiri afnan.
"Siap af..?" tanya eliza yang seketika itu terkejut dengan kedatangan klara disana, apalagi dengan penampilan klara yang begitu cantik dan seksi.
"Lo..? Kok lo bisa disini..?" tanya eliza ketus.
"Aku pindah dirumah depan itu tadi pagi. Oh ya aku bawain kue buat kamu sebagai ucapan terima kasihku karena kemarin kamu sempat nolongin aku dari dua preman, dan juga sebagai ucapan buat tetangga baruku.!" ucap klara sambil menyerahkan sepiring kue itu keafnan.
Eliza yang melihat hal itu langsung merebut kue itu sebelum afnan sempat menerimanya.
"Makasih ya kuenya, tau aja gue lagi butuh cemilan.!" ucap eliza membuat klara setengah mati menahan rasa kesalnya pada eliza.
__ADS_1
"Oh ya hampir lupa, kenalin namaku klara.!" ucap klara sambil mengulurkan tangannya kepada afnan berniat untuk salaman dengan afnan.
"Aku afnan dan ini istriku eliza.!" ucap afnan tanpa membalas jabatan klara dan malahan eliza yang langsung menarik tangan klara untuk berjabatan dengannya.
"Salam kenal..! Udah gitu aja kan..? Jadi sekarang lo bisa pulang..!" ucap eliza yang terlihat jelas ia sedang mengusir klara.
"Eliza..!" tegur afnan.
"Maksud gue, biar dia cepat pulang, karena ini kan udah malem trus suasananya dingin. Dengan pakaiannya sekarang takutnya nanti dia masuk angin..!" ucap eliza mencari alasan.
"Oh iya, sebaiknya aku pulang dulu. Lagian benar apa yang dibilang sama mbak eliza malam ini agak dingin. Jadi aku permisi pulang dulu ya mas. Sampai besok..!" ucap klara yang terpaksa harus pulang karena ucapan eliza tadi.
"Udah dateng nggak ucap salam, pergi juga nggak ucap salam. Dasar titisan jailangkung..!" ucap eliza.
"Eliza tidak baik bicara seperti itu sama tamu. Apalagi dia sudah sempetin waktunya untuk silaturohim sama kita..!" ucap afnan.
"Silaturohim sama kita atau sama lo aja..?" ucap eliza yang langsung meninggalkan afnan aendiri diluar.
Afnan hanya menggelengkan kepalannya melihat tingkah istrinya yang cemburu itu. Afnan pun segera menghampiri eliza yang kembali menonton tv sambil memakan kue pemberian klara.
"Minta dong..!" ucap afnan yang hendak mengambil kue itu namun eliza segera menyingkirkannya.
"Nggak boleh. Lo nggak boleh makan ini. Gimana nanti kalau kue ini mengandung racun yang bisa buat lo jatuh cinta sama tuh cewek..!" ucap eliza.
"Eliza itu nggak mungkin, dan lagi kamu nggak boleh su'udzon sama orang itu tidak baik. Ya aku tahu aku memang tampan tapi kamu nggak perlu takut kalau aku akan direbut orang.!" ucap afnan yang rasa pd nya muncul.
"Ih..siapa juga yang takut. Gue biasa aja..!" ucap eliza.
"Udah deh bilang aja. Kamu cemburu kan..?"
"Enggak gue nggak cemburu. Lagian gue sama tuh cewek cantikan gue, seksi juga seksian gue. Apa yang perlu gue takutin..!" kini giliran eliza yang pd.
"Iya iya, eliza azkar nugraha ini emang wanita paling cantik. Makanya aku suka..!" ucap afnan sambil mencium pipi eliza.
"Afnan..!" teriak eliza karena lagi lagi afnan mencurin ciuman darinya.
"Kenapa..? Mau lagi..?" goda afnan.
Dan malam itupun mereka bertengkar dengan tawa dan kebahagiaan. Kini cinta mereka semakin besar satu sama lain.
__ADS_1