
Eliza berjalan menuju kearah kelas yang biasa digunakan eliza dan nadira untuk mengaji bersama. Disana ia melihat nadira yang berdiri seorang diri.
"Nadira, lo kok sendiri disini dimana klara..?" tanya eliza.
"Tadi dia.."
FLASHBACK.
Nadira mengajak klara menuju kepesantren putri untuk belajar mengaji bersamanya. Sedangkan klara merasa begitu penasaran kemara perginya afnan.
"Ayo masuk, kita bisa belajar didalam.!" ucap nadira.
"Nggak..!" ucap klara cuek.
"Kenapa..? Kau tidak ingin didalam..?" tanya nadira bingung.
"Aku nggak mau kamu ajarin, aku maunya diajarin afnan. Dimana afnan sekarang..?" tanya klara.
"Gus afnan saat ini dipesantren putra. Dan gus afnan tidak bisa mengajarimu..!" ucap nadira.
"Kenapa tidak..? Jika aku yang memintanya dia pasti akan mengajariku. Awas aku mau menemui afnan..! " ucap klara yang pergi begitu saja menuju kepondok putra.
FLASHBACK OFF.
"Jadi dia pergi kepondok putra..?" ucap eliza yang seketika kesal setelah apa yang ia dengar dari nadira. Eliza pun segera pergi ke pondok putra diikuti nadira disampingnya.
Saat mereka sedang mencari keberadaan klara, mereka bertemu dengan rizky.
"Kalian kok kesini..? Ada perlu apa..?" tanya rizky.
"Gue mau cari klara..? Apa lo lihat dia..?" tanya eliza.
"Iya, tapi sebelumnya. Kamu kenapa nggak mau ajarin klara neng..?" tanya rizky pada nadira.
"Siapa yang bilang, malahan klara yang nggak mau saya ajarin dan malah pergi kesini cari gus afnan." ucap nadira.
"Ini pasti ulah klara..! Dimana klara sekarang..?" tanya eliza.
"Dia ada dimasjid sama gus afnan.!" ucap rizky yang semakin membuat eliza kesal.
__ADS_1
Eliza segera pergi ke masjid untuk menemui afnan dan juga klara. Rizky dan nadira pun ikut pergi ke masjid.
Sesampainya dimasjid, eliza segera berjalan kearah klara dan menarik tangan klara paksa dan menyeretnya keluar masjid.
"Auh..!" teriak klara.
"Dasar wanita kegatelan..! Udah tahu afnan sudah punya istri masih aja dideketin..! Lebih baik lo pergi deh dari sini. !" ucap eliza yang sudah begitu marah hingga mengundang banyak orang bahkan abi dan juga umi.
"Eliza, kamu nggak bisa sekasar itu sama mbak klara..!" tegur afnan.
"Nggak boleh kanapa..? Apa lo mau belain dia..? Atau jangan jangan lo udah suka sama dia..?" ucap eliza yang marah besar setelah afnan membela klara.
"ELIZA... Jaga bicara bicara kamu..!" bentak afnan yang seketika membuat semua orang terkejut dengan sikap afnan yang sebelumnya pernah mereka lihat.
Sedangkan eliza seketika menangis, dan afnan yang melihat istrinya menangis karena betakannya langsung mengusap kasar wajahnya sendiri karena menyesal telah membentak eliza.
"Hiks..lo bentak gue.. Hiks..karena bela..hiks..cewek..ini. Lo..jahat..af..gue benci ..hiks..gue benci sama lo..!" ucao eliza yang langsung berlari keluar dari pesantren dan nadira ikut berlari mengejar eliza.
Afnan sekarang begitu pusing dengan masalah yang ia hadapi sekarang. Umi menghampiri klara yang masih tersenyum melihat eliza yang pergi.
"Kamu sengaja kan..? Mau hancurin rumah tangga anak saya..?" ucap umi yang marah.
Afnan yang melihat uminya marah segera menghampiri uminya dan menahan uminya agar tidak memarahi klara lagi.
"Maaf gus sebelumnya, tapi neng eliza tidak bersalah, tadi neng nadira bilang kesaya kalau mbak klara sendiri yang tidak ingin diajarin sama neng dira dan juga neng eliza. Dan lebih memilih mencari gus afnan. Mungkin dia tahu kalau gus afnan tidak akan mau mengajarinya makannya dia tadi bohong sama gus afnan..!" jelas rizky membuat afnan terdiam.
"Tuh kan..! Kamu malah bentak istrimu seperti itu di depan banyak orang buat belain wanita seperti itu. Awas aja kalau kamu nggak bisa bawa eliza kembali. Jangan pernah temuin umi lagi..!" ucp umi yang kecewa terhadap sikap anaknya. Dan umi pun pergi dari sana.
"Lebih baik kamu cari nak eliza sekarang. Dan minta maaflah, sebelum semuanya terlambat..!" ucap abi yang kemudian ikut pergi umi.
Para santri yang masih berdiri disana langsung detertibkan ustadzah fitri dan juga beberapa ustads yang bekerja disana seperti doni dan juga dimas.
"Gus, mari saya bantu cari neng eliza. Karena neng nadira tadi ikutin neng eliza, mungkin saja kita bisa dapat informasi keberadaan neng eliza sekarang..!" ucap rizky menawarkan diri untuk membantu afnan.
"Makasih ya riz.!" ucap afnan dengan raut wajah yang masih sedih dan menyesal.
Dilain tempat.
Eliza menasih sejadi jadinya disamping nadira yang mencoba menenangkannya.
__ADS_1
"Hiks..gimana bisa dia bentak gue gara gara wanita jahat itu hiks..!" ucap eliza.
"Mungkin gus afnan nggak sengaja. Udah jangan nangis terus, nanti perut kamu kram..!" ucap nadira.
"Hiks..apa dia nggak mikirin gue sama anaknya apa..? Sampai tega bentak gue dihadapan santri dan juga umi dan abi..!" ucap eliza lagi.
Nadira merasa ada yang menghubunginya di henfonnya. Dan nadira segera menjawabnya dengan menghilangkan suara, agar eliza tidak mendengarnya.
"Oh ya kamu kok tahu tempat indah ini..?" tanya nadira agar rizky yang menelfonnya tahu dimana keberadaan mereka sekarang.
"Hiks..dulu mama sama papa gue suka ajakin gue kesini, ketaman bukit ini. Maknnya sampai sekarang kalau gue lagi sedih pasti kesini..!" ucap eliza yang sudah mulai tenang.
Dilain tempat.
Rizky segera melajukan sepeda motornya menuju ketempat yang ia dengar dari telfon tadi dan afnan yang mengikutinya dari belakang.
Beberapa saat kemudian mereka pun sampai ditempat yang dimaksud nadira tadi. Afnan segera mencari keberadaan eliza dan juga nadira.
"Eliza..!" panggil afnan yang akhirnya menemukan keberadaan eliza.
"Lo..? Lo kok tahu gue disini..?" tanya eliza yang langsung menatap kearah nadira, sedangkan nadira yang ditatap eliza hanya tersenyum dan kemudian pergi bersama rizky.
"Maaf. Tolong maafin aku, aku nggak tahu kalau mbak klara bohong. Aku cuma nggak ingin kamu jadi wanita yang kasar. Tolong maafin aku..!" ucap afnan sambil memegang tangan eliza.
"Nggak, gue nggak mau maafin lo..!" ucap eliza yang masih kesal dengan afnan.
"Ayolah..! Aku akan turutin semua keinginan kamu. Tapi kamu harus maafin aku ya..!" mohon afnan.
"Ok gue maafin. Tapi ada syaratnya..!"
"Syarat apa..?" tanya afnan was was jika syarat eliza nanti sulit untuk ia penuhi.
"Gue mau lo beliin gue es krim sekarang juga..!" ucap afnan yang seketikan membuat afnan bernafas lega.
"Ok, aku akan beliin kamu es krim yang banyak..!"
"Tapi gue nggak mau es krim biasa. Gue maunya es krim tomat..!" ucap eliza yang seketika membuat afnan kebingungan untuk membelinya dari mana.
"Mana ada yang jual es krim tomat..?" tanya afnan pada eliza.
__ADS_1
"Ya gue nggak tahu dan nggak mau tahu. Pokoknya kalau lo mau gue maafin ya harus cariin gue es krim tomat.!" ucap eliza.
Sengan kepala pusing, afnan mencarikan permintaan aneh eliza meskipun ia tidak tahu dimana ia akan menemukannya.