Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 12


__ADS_3

Pagipun tiba. Setelah melaksanakan sholat subuh afnan segera menuju ke kamar eliza. Terlihat eliza yang masih setia dengan tempat tidurnya. Afnan mendekati eliza yang masih tertidur pulas. Dan.


Priiiiit... Prriit.. Prriitt...


Afnan meniup peluit yang sudah ia siapkan sedari tadi hingga membangunkan eliza.


"Emh... Apaan sih. Ganggu gue tidur aja. " gumam eliza marah.


" Bangun.. Bangun elizaa... " ucap afnan yang kembali meniup peluitnya dan hal itu berhasil membuat eliza terbangun kembali.


" Ihhh.. Apaan sih. Gue masih ngantuk. " ucap eliza yang ingin membaringkan kembali tubuhnya. Namun sebelum itu terjadi afnan lebih dulu menarik tangannya dengan paksa menuju ke dalam kamar mandi.


Sesampainya di dalam kamar mandi afnan segera menyiram eliza dengan air, membuat eliza langsung tersadar dari kantuknya.


"Bisa nggak sih lembut dikit sama cewek." tanya eliza yang begitu marah karena seleruh tubuhnya kini telah basah.


"Tentu saja bisa kalau ceweknya bukan kamu." jawab afnan.


"Dasar cowok nyebeliiiin... " teriak eliza saat melihat afnan yang hendak keluar.


" Udah nggak usah cerewet mendingan sekarang kamu mandi." perintah afnan yang kemudian keluar dari kamar eliza.


Sedangkan eliza yang masih menahan kemarahannya terpaksa harus mengikuti perintah afnan untuk mandi karena tubuhnya yang sudah terlanjur basah.


Beberapa menit kemudian eliza keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya menuju ke dapur. Sesampainya di dapur eliza membuka tudung saji yang ada di atas meja namun tidak ada sepiring makananpun.


"Kok nggak ada makanan sih, gue kan laper." ucap eliza.


Eliza pun mengeluarkan henfonnya berniat untuk memesan makanan lewat online. Namun baru saja ia ingin memesannya tiba tiba sebuah tangan merebut henfonnya. Eliza pun mengalihkan pandangannya ke arah orang yang tadi merebut henfonnya.


"Lo lagi. Sebenarnya lo itu maunya apa sih ha. Nggak capek apa bikin masalah sama gue...? Sini balikin henfon gue. " ucap eliza berusaha meraih henfonnya dari tangan afnan.


" Kamu mau makankan.? Masak sendiri. Nggak ada online online nan. Mulai sekarang kamu harus bisa masak." perintah afnan.


"Gue masak..? NGGAK MAU... " ucap eliza dengan menekankan kata tidak maunya.


" Kalau tidak mau, ya udah itu berarti kamu udah siap buat kelaparan. " ucap afanan.


" Nyebelin banget sih lo.. " ucap eliza yang lalu memka kulkas di belakangnya.


Sedangkan afnan tersenyum melihatnya, dan kini ia duduk sambil menyaksikan cara eliza memasak.


Sial, gue harus masak apa dong. Kunci mobil di ambil sekarang henfon gue juga di ambil sekarang gue nggak bisa lihat di internet dong. Gimana ya. Ah ya gue bikin nasi goreng seperti di pesantren aja kayaknya gue ingat sedikit sedikit resepnya. Ucap eliza dalam hati.


Eliza pun segera mengambil beberapa bahan yang ia ingat. Dan ia pun berhenti sejenak untuk mencoba mengingat apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu.


Setelah memakan waktu begitu lama akhirnya nasi goreng yang ia masak matang. Eliza pun mengambil dua piring untuknya dan juga afnan.


"Nih.. " ucap eliza pada afnan sambil mengulurkan sepiring nasi goreng yang ia buat.

__ADS_1


Afnan pun mengambil sendok dan mencicipi masakan yang di bikin eliza. Namun baru saja sesuap ada rasa aneh di dalam nasi goreng yang ia makan itu. Karena melihat begitu kerasnya usaha eliza untuk memasaknya akhirnya afnan menahan rasa aneh di mulutnya.


Melihat afnan yang terdiam setelah memakan masakkannya eliza pun di buat penasaran dengan rasa masakan yang ia buat barusan. Eliza pun memakannya dan baru sesuap, eliza langsung memutahkannya kembali.


"Kenapa rasanya aneh gini ya.? Perasaan tadi bumbunya udah bener deh." gumam eliza.


Afnan pun dengan perasaan terpaksa pula menghabiskan makanan itu dengan menahan rasa aneh di mulutnya sekuat tenaga. Eliza yang melihat hal itu memandang aneh ke arah afnan.


"Lo nggak makan beberapa bulan ini ya. Makanan ngvak enak gini lo habisin..?. " tanya eliza dengan tatapan anehnya.


" Hmm... Lebih baik kamu ikut les masak deh. " saran afnan.


" Ha..? Les masak..? Ogah gue masak gini aja gue udah males apalagi harus les masak, males banget gue. " ucap eliza yang langsung menolak saran dari afnan.


" Kalau kamu nggak mau ikut les masak. Apa kamu mau makan makanan nggak jelas gini setiap hari..? " tanya afnan.


" Ya nggak lah. " jawab eliza.


" Ya udah besok aku akan daftarin kamu untuk les masak. Sekarang kamu nyapu, ngepel, nyuci." perintah afnan membuat eliza yang mendengarnyapun melongo.


"Kenapa gue yang harus ngerjain itu semua. Trus kerjaan lo ngapain..? " tanya eliza.


" Ya aku akan pergi kerja." jawab afnan yang lalu pergi meninggalkan eliza seorang diri dengan piring kotor di hadapannya.


Sadar akan sesuatu eliza pun segera mengejar afnan.


"Tunggu tunggu. " teriak eliza menghentikan afnan yang hendak pergi.


" Kunci mobil..? " tanya eliza sambil mengulurkan tangannya.


" Kunci mobil..? Coba kamu lihat mobilmu lebih dulu." perintah afnan.


Elizapun menatap afnan bingung. Karena merasa penasaran eliza pun segera keluar untuk melihat mobilnya. Tidak lama kemudian eliza berteriak dari luar rumah.


"Afnaaaan.... " teriak eliza memanggil afnan.


Sedangkan afnan dengan santainya menghampiri eliza.


" Dimana mobil gue. Cepetan jawab, lo taruh dimana mobil gue. " tanya eliza marah karena saat keluar ia tidak dapat menemukan mobilnya dimanapun.


" Aku kembalikan ketempat dimana seharusnya mobil itu berada tadi malam. " jawab afnan santai.


" Maksud lo..? Itukan mobil gue. " ucap eliza yang semakin marah.


" Aku kembalikan kerumah paman dan bibi. Bukankah kamu kemarin membawa mobil itu tanpa seijin paman..? Jadi aku pikir aku harus mengembalikannya. " terang afnan yang mulai menaiki motor kesayangannya.


" Hei.. Lo mau kemana..? Kembaliin mobil gue dulu. " ucap eliza saat melihat afnan yang mulai menjalankan motornya.


" Bersihkan rumah saja tidak perlu keluar rumah. " perintah afnan yang mulai meninggalkan eliza di rumah seorang diri.

__ADS_1


" Hmm... Bersihkan rumah.? Hah baiklah akan gue buat rumah ini begitu bersih hingga lo akan melongo saat melihatnya nanti. " ucap eliza pada angin lalu dengan senyuman liciknya dan segudang rencana yang telah ia susun rapi rapi di kepalanya itu.


Di tempat lain.


Claudia baru memasuki rumahnya setelah semalam ia di klub bersama teman temannya.


" Clau dari mana aja lo.? Jam segini baru pulang. " tanya seorang pria tampan pada claudia.


" Dari klub. " jawab claudia singkat.


" Oh ya ini kenalin, leon ini adik gue namanya claudia dan clau ini leon. " ucap pria itu memperkenalkan claudia pada leon.


Claudia terdiam saat melihat leon yang mengulurkan tangannya padanya.


Bukankah dia leon pacarnya eliza..? Hah kali ini gue benar benar beruntung, dan gue akan kalahin lo eliza. Ucap claudia dalam hati.


Claudia pun membalas uluran tangan leon dengan senyum manisnya mencoba untuk memikat leon.


Leon pun sedikit terpana dengan kecantikan claudia yang tersenyum padanya.


Cantik juga nih cewek tapi kecantikan eliza jauh lebih darinya. Ucap leon dalam hatinya.


.


.


.


.


.


.


.


. Hai....!!!


.


. Cuma mau ngingetin buat like and comen ya.


.


. Dan satu lagi jangan lupa VOTE nya yang banyak buat dukung author ok.


.


. Sampai jumpa lagi

__ADS_1


. Salam CHERRY


__ADS_2