
Eliza mengantarkan ketiga temannya kedalam kamar setelah pengurusan berkas mereka selesai.
"Ini kamar kalian..!" ucap nadira.
"Kita tinggal satu kamar..?" tanya cika.
"Iya, apa kalian tidak suka..?" tanya nadira.
"Nggak bukan itu. Kita malahan tadi berharap kita akan satu kamar dan ternyata emang benar. Hhhh..!" ucap tasya sambil tertawa membuat nasya bernafas lega.
"Ya sudah, kalian bisa bereskan barang kalian dulu. Dan kalian akan mulai belajar besok..! " terang nadira.
"Ok, makasih yah nad..!" ucap karlin.
"Iya sama sama, kalau gitu aku tinggal dulu ya. Assalamu'allaikum.!" ucap nadira yang pergi.
"Wa'allaikum salam.!" jawab mereka.
Seusai membereskan barang mereka, eliza mengajak teman temannya untuk berkeliling dipesantren dan memberitahukan peraturan yang ada disana.
Saat tengah mendengarkan perkataan eliza, tiba tiba lengan tasya ditarik seseorang. Dan tasya yang berfikir ada orang jahat langsung berbalik dan menendang orang itu hingga jatuh tersungkur.
Semua orang yang melihat itu, menatap tak oercaya pada tasya yang begitu hebat bela diri. Sedangkan afnan yang melihat keributan di pondok santriwati segera kesana.
"Ada apa ini..?" tanya afnan.
"Ta..tasya dia..!" ucap eliza yang masih tak percaya melihat tasya yang menendang radit hingga pingsan.
"Gue cuma nendang cowok kurang ajar ini doang..! Aoa kalian kenal cowok ini..?" tanya tasya yang dibalas anggukan oleh eliza dan afnan.
"Dia sepupu afnan..!" ucap eliza membuat tasya terkejut.
"Aa...apa..? Hhh..itu gue bisa jelasin, tolong jangan marah dulu ya af..!" ucap tasya.
"Tenang aja, aku nggak akan marah. Dia pantas dapatin itu.!" ucap afnan.
Sedangkan radit yang mendengar perkataan afnan langsung membuka matanya.
"Kak..lo kok tega gitu sich sama gue..! Hiks..sakit tau..!" ucap radit sambil menahan sakit pada perutnya.
"Emang siapa yang suruh kamu kesini..? Kamu tahukan, kalau pria dilarang datang kesini kecuali para ustadz..!" ucap afnan yang kemudian menarik lengan radit untuk pergi dari sana.
"Kakak ipar, tolongin gue. Tanyain ke temen lo yang cantik itu. Siapa namanya..? " teriak radit membuat afnan merasa risih karena punya adik sepupu yang begitu tergila gila pada wanita.
"Hhh..kayaknya radit suka deh sama lo tasy..! " ujar eliza.
__ADS_1
"Ih ogah banget. Baru ditendang gitu aja udah tepar duluan..!" ucap tasya yang kemudian pergi meninggalkan ketiga temannya yang menertawakannya.
Dilain tempat.
Klara sedang berfikir bagaimana agar afnan bisa menjadi miliknya. Ia mulai memikirkan cara gilanya untuk bisa mendapatkan afnan.
"Ya hanya dengan cara ini gue bisa dapatkan afnan. Tapi gimana caranya, buat jebak afnan ya..?" ucap klara yang berfikir lagi.
Dilain tempat.
Eliza kini sedang membantu umi memasak untuk makan siang, sedangkan teman temannya harus mengikuti sebagian kegiatan di pesantren yang dimana eliza tidak bisa ikut di dalamnya.
"Umi..!" panggil eliza.
"Iya nak..?"
"Eliza pengen tanya sesuatu sama umi..!"
"Tanya apa nak..?"
"Menurut umi, eliza cantik nggak sich mi..?"
"Kamu kok tiba tiba nanya gitu..? Kamu itu menantu umi yang paling cantik dan manis..!"
"Beneran mi..?"
"Nggak papa umi, eliza cuma pengen tahu aja. Sebenernya eliza masih takut jika afnan ngelirik cewek lain. Apalagi, banyak banget cewek diluaran sana yang selalu coba godain afnan..!" ucap eliza membuat umi merasa khawatir dengan keadaan rumah tangga anaknya.
"Nak, kamu tenang aja. Umi yakin Allah akan selalu menjaga afnan untuk kamu..!" ujar umi membuat eliza kangsung memeluknya.
"Iya umi, makasih ya mi..!" ucap eliza.
Dilain tempat.
Klara sedang menemui beberapa pria yang akan ia ajak kerja sama untuk menjebak afnan. Ia yang begitu kesal karena terus menerus gagal, kini melakukan upaya terakhirnya. Dan ia tidak ingin adanya kegagalan lagi.
"Kali ini tidak boleh sampai gagal. Karena ini akan mempertaruhkan harga diriku sendiri..!" gumam klara.
Klara mulai mengendarai mobilnya menuju ke pesantren, dan sesampainya di pesantren klara berjalan menuju keruangan afnan.
Ia berjalan sambil memperhatikan sekitar agar tidak ada orang yang melihatnya. Sesampainya diruangan afnan, klara duduk di kursi kerja afnan sambil menunggu kedatangan afnan.
Ia yakin kali ini rencananya pastinya akan berhasil dan ia pasti akan bisa memiliki afnan. Tak lama kemudian, afnan yang telah selesai mengajar para santri putra pun berjalan menuju ke arah ruangannya.
Ia tak tahu jika masalah besar telah menantinya di dalam ruangannya. Saat afnan masuk kedalam, ia dikejutkan dengan keberadaan klara dengan pakaian yang begitu seksi.
__ADS_1
Afnan segera berbalik hendak keluar, namun sayang pintunya terkunci dari luar. Hal itu membuat afnan merasa panik, jikalau ada yang mengetahui tentang hal itu.
"Mas afnan..!" panggil klara dengan suara manja.
"Mau apa kau..?" tanya afnan dingin.
"Aku mau kamu mas..!"
Afnan memandang risih pada klara yang berjalan mendekatinya. Saat klara menyentuh lengan afnan, afnan segera menghempaskan klara hingga terjatuh.
"Jangan lakukan hal yang membuat wanita lain merasa malu klar..!" tegur afnan yang begitu marah.
Afnan mengambil ancang ancang untuk mendobrak pintunya, namun klara terus berusaha menghalangi afnan.
Dan saat afnan berhasil mendobrak pintu itu, klara bergegas merobek lengan bajunya dan berteriak. Afnan yang melihat hal itu merasa bingung harus apa.
"Aaaa...mas afnan...lepaskan aku...! Lepas...!" teriak klara.
Karena begitu keras suara klara membuat semua orang mendatangi mereka begitu juga dengan eliza. Afnan terdiam kaku saat eliza menatapnya dengan mata yang memerah menahan air mata.
"Ti..tidak..el. Tidak seperti yang kamu lihat..!" ucap afnan yang ketakutan jika eliza tidak mempercayainya.
"Tidak apa mas..hiks..kau menyentuhku..hiks..dan saat semua orang lihat..hiks..kau berbohong seperti ini..hiks..!" ucap klara yang berpura pura menangis.
Nadira yang melihat pakaian klara terbuka, segera memberikan sebuah kain untuk menutupinya. Umi dan abi yang ikut melihat kejadian itu langsung menyeret afnan untuk pulang kerumah mereka.
Sedangkan eliza masih diam terpaku, ia tidak percaya jika suaminya melakukan hal senonoh pada klara. Karena ia tahu betul, bagaimana sifat suaminya.
Klara yang melihat afnan dibawa pergi pun langsung ikut dibelakangnya. Nadira yang melihat eliza menangis langsung memeluknya.
"Tidak..afnan tidak mungkin melakukannya..!" ucap eliza lirih.
Ketiga teman eliza berlari menghampiri eliza yang masih menangis di pelukan nadira.
Sedangkan rizky dan ustadz yang lainnya langsung memerintahkan para santri untuk masuk kembali ke kelas.
"Kakak ipar, lo tenang aja. Kakak gue nggak mungkin melakukan hal itu. Gue tahu kakak cinta banget sama lo, jadi dia nggak mungkin hianatin lo..!" ucap radit yang ikut prihatin dengan hal yang menimpa kakak sepupunya itu.
"Iya el, kita semua yakin. Ini pasti tipu muslihat klara. Lo tenang dulu, kita akan bantu selidiki ini semua..!" ucap tasya.
"Iya kakak ipar, gue juga akan bantu..!" lanjut radit yang masih berusaha mendekati klara.
"Iya eliza, kita harus cepat cepat untuk menyelidiki ini, sebelum umi dan abi termakan fitnah klara. Dan membuat gus afnan harus menikahi klara..!" ucap nadira.
"Iya, kita semua harus kerja sama. Untuk membuktikan kejujuran gus afnan..!" sambung rizky.
__ADS_1
"Tapi bagaimana...?" ucap eliza yang masih tidak tahu harus melakukan apa.
Mereka semua terdiam dan mulai berfikir untuk membantu afnan dan eliza untuk memecahkan masalah besar itu.