Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 17


__ADS_3

Nadira yang merasa canggung dengan sikap eliza yang saling bertatapan tajam dengan afnan pun segera menyerahkan rantang yang sedari tadi ia bawa.


"Oh ya, saya kemari buat nganterin makan siang buat ning eliza dan gus afnan." ucap Nadira dengan senyuman yang tidak hilang dari wajahnya.


"Dasar carmuk." gumam eliza yang masih dapat didengar oleh afnan maupun nadira yang membuat senyum diwajah nadira lenyap. Dan afnan semakin mempertajam tatapannya terhadap eliza.


Sedangkan eliza semakin kesal, karena afnan terus menerus membela nadira dan selalu menatap dirinya dengan tajam.


Dasar carmuk, dia kira gua bakalan takut apa dengan tatapan afnan, lagian dia nggak ada apa apanya di banding gue. Kita lihat aja lo nggak akan punya kesempatan lagi buat bisa deketin afnan lagi. Kita lihat aja nanti. Ucap eliza dalam hati.


"Terima kasih ya ning, maaf malah ngrepotin ning nadira terus." ucap afnan.


"Tidak apa apa gus. Lagian saya juga tidak merasa direpotkan." ucap Nadira.


"Bagaimana kalau sebagai ucapan terima kasih, ning nadira ikut makan kita...?." tawar afnan membuat eliza yang mendengarnya merasa terkejut.


"Apa..? Ta..tapi." ucap eliza tidak terima jika nadira ikut makan siang dengannya dan afnan.


"Nggak papa gus nggak usah. Saya bisa makan nanti dengan santri santri yang lain." ucap Nadira yang seakan mengerti sikap eliza yang tidak menyukai keberadaannya.


"Nggak papa ning. Lagian makanannya banyak, nggak akan habis juga kalau yang makan cuma saya dan eliza saja. Jadi ning ikut makan saja ya dengan kami." ucap afnan bersikeras.


Nadira yang tidak dapat menolak permintaan afnan pun mengangguk setuju. Sedangkan eliza di buat semakin kesal.


Di lain tempat. Tasya, cika dan karlin sedang menikmati minuman dan cemilan yang ada di atas meja di depan mereka.


"Akhir akhir ini, eliza nggak keliatan lagi ya." ucap cika.


"Iya, semenjak menikah dengan tu anak pesantren, sekarang jarang gabung sama kita." ucap karlin.


"Iya nih, gue jadi kangen waktu dulu." ucap tasya sambil cemberut.


"Gimana kalau kita hubungi dia aja, sekalian ajak dia kesini." saran karlin.


"Ok, gue coba ya." jawab tasya yang segera menghubungi eliza.


Di lain tempat. Eliza kembali ke pesantren dengan wajah kakunya setelah apa yang terjadi waktu makan siang tadi.


Flashback*****


Afnan disibukkan dengan obrolannya dengan nadira hingga melupakan keberadaan eliza di sampingnya.


"Makanannya enak. Apa kamu sendiri yang membuatnya..?." tanya afnan setelah usai makan.


"Tidak juga, banyak teman teman yang membantu saya tadi." jawab nadira.


"Benarkah..? Bagaimana kalau kamu juga ajari eliza masak. Jadi saya tidak perduli mencari tempat les untuknya." tanya afnan membuat eliza tersedak seketika.


"Uhk.. Uhkk.. Apa..? Gue nggak salah denger. Gue harus belajar masak sama dia..? Ogah banget." ucap eliza sebal.


"Ok kalau kamu nggak mau ya terpaksa, aku nggak akan ijinin kamu keluar rumah sama sekali dan semua fasilitas kamu akan aku sita." ucap afnan mengancam.


Emang dia pikir kalau gue belajar masak disini trus bisa keluar..? Kan nggak bisa juga. Dan tadi apa.. Fasilitas..? Perasaan yang gue punya cuma henfon. Masih mau dia sita lagi. Sial banget hidup gue. Gumam eliza dalam hati.


"Ok.. Ok gue setuju." ucap eliza dengan terpaksa.


"Nah gitu dari tadi kan bisa.Tinggal bilang setuju apa susahnya." ucap afnan.


Flashback off****

__ADS_1


"Assalamu'alaikum..." ucap afnan dan nadira bersamaan sedangkan eliza acuh tak acuh dengan sekitarnya.


Banyak santriwati yang menatapnya sinis karena pakaian dan juga tingkahnya. Sedangkan eliza yang memang menyadari hal itu pun tidak ambil pusing. Karena dia sudah kelelahan dan ingin segera tidur.


"Wa'alaikum salam... Eh kalian sudah pulang. Ayo masuk." ucap umi yang segera mempersilahkan untuk masuk ke dalam rumah.


"Kalau begitu, nadira pamit undur diri ya bu nyai." ucap Nadira berpamitan.


"Iya nduk. Makasih ya." ucap umi.


"Iya bu nyai sama-sama. Assalamu'alaikum..." pamit nadira.


"Wa'alaikum salam.." jawab umi dan afnan bersamaan.


"Nak eliza pasti capek banget ya. Gimana kalau nak eliza mandi dulu setelah itu istirahat..?." tawaran umi setelah melihat wajah lesu eliza.


"Tapi gue nggak bawa baju ganti." ucap eliza.


"Emh.. Gini aja. Nak eliza mandi dulu aja entar biar umi cariin bajunya ya." ucap umi memberi saran.


"Ya udah.." ucap eliza yang langsung pergi berlalu begitu saja.


Afnan yang sedari tadi menjadi penonton hanya dapat menggelengkan kepala melihat tingkah istrinya itu.


"Iya udah kamu istirahat aja dulu sambil nunggu istri kamu selesai mandi. Umi mau keluar sebentar." ucap umi.


"Iya umi." jawab afnan.


Umi pun pergi keluar rumah meninggalkan afnan seorang diri.


Tidak lama kemudian. Seorang pria paruh baya masuk kedalam rumah.


"Wa'alaikum salam, abi.." jawab afnan yang segera mencium tangan abinya.


"Lo.. Kamu kesini to. La mana istri kamu..?." tanya abi yang terkejut dengan keberadaan afnan di rumahnya.


"Iya abi. Tadi afnan cuma nengokin padi saja sebentar. Dan eliza sedang mandi." jawab afnan.


"Ooo. Kebetulan kamu disini. Nanti malam kan ada pengajian di masjid. Nah ustadz rizqi nggak bisa hadir buat ngisi acara. Jadi kalau bisa kamu saja yang mengisi acaranya ya." pinta abi.


"Baik abi. Memangnya tema pengajiannya apa abi..?." tanya afnan.


"Terserah kamu aja, mau pakai tema apa. Yang penting kamu bisa isi acara nanti malam." ucap abi.


"Baik abi." jawab afnan.


"Oh ya, umi kamu mana...?." tanya abi sambil melihat ke sekelilingnya.


"Tadi umi keluar, nggak tahu kemana." jawab afnan.


Baru saja dibicarakan, umi sudah berada di depan pintu.


"Assalamu'alaikum..." salam umi.


"Wa'alaikum salam." jawab abi dan afnan bersamaan.


"Umi darimana..?." tanya abi.


"Nggak dari mana mana kok abi. Cuma keluar sebentar. Oh ya eliza masih mandikan..?." tanya umi.

__ADS_1


"Iya umi." jawab afnan.


Umi pun berjalan kebelakang menuju ke kamar mandi. Meninggalkan abi dan afnan yang melanjutkan obralan mereka kembali.


"Nak.. Nak eliza." panggil umi di depan kamar mandi.


"Iya umi." jawab eliza dari dalam kamar mandi.


"Ini baju gantinya." ucap umi sambil menyerahkan bungkusan yang sedari tadi ia bawa.


"Oh ya. Umi taruh aja di gagang pintu aja mi. Entar biar eliza ambil." ucap eliza.


"Ya udah umi taruh disini ya." ucap umi.


"Ya umi."


Setelah kepergian umi. Eliza mengeluarkan kepalanya untuk mengintai apakah ada orang di sana atau tidak.


Setelah mengambil bungkusan yang ditinggal umi, eliza segera memakainya di dalam kamar mandi.


"Kenapa ribet banget sih ni gaun." gumam eliza sambil menatap dirinya sendiri.


Setelah memakai gaun panjang yang diberikan umi tadi. Eliza keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju kamar afnan yang lama.


.


.


.


. Hay.. Hay... Hay...


. Apa kabar..? Ya semua. Semoga sehat semua ya....


.


. Author cuma mau bilang jangan lupa buat.


. LIKE


.


. COMEN


.


. dan satu lagi jangan lupa


.


. VOTE nya ya yang banyak.


.


. Gitu aja yang author sampaikan


. Sampai jumpa lagi


.salam CHERRY..

__ADS_1


__ADS_2