
Eliza menatap waspada saat claudia berjalan mendekatinya dengan senyuman yang tentu itu tidak menandakan hal yang baik.
"Hay... el..! Gue punya kabar gembira buat lo..! Suami lo afnan, sudah ada diluar. Tapi jangan terlalu berharap lebih, karena anak buahku tidaklah sedikit..! " ucap claudia membuat eliza merasa khawatir dengan keadaan afnan.
"Gue yakin, afnan bisa melumpuhkan seluruh anak buahmu itu..! " ucap eliza.
"Benarkah..? Apa dia sehebat itu..? "
Claudia berjalan semakin dekat ke eliza. Sedangkan eliza berusaha untuk melepaskan tangannya dari ikatan itu.
"Sayang sekali, jika suami lo bisa membawa lo pergi dari sini, tapi dia akan langsung menceraikan lo. Jangan lupa, kalau lo sekarang sudah kotor..! Bagaimana jika para masyarakat tahu, jika istri seorang Gus pemilik pondok pesantren telah tidur dengan pria lain.? Gue yakin bukan hanya lo yang hancur, tapi suami dan pesantren kalian akan hancur..! " ucap claudia membuat eliza terdiam.
Claudia berjalan ke arah ranjang dan menaburkan sebuah serbuk kedalam minuman yang ada disana. Sedangkan eliza tidak menyadari hal itu karena larut dalam lamunannya.
"Hah... Sebenarnya gue sedih kalau lo pergi dari sini, tapi sepertinya hari ini adalah hari keberuntungan lo..! "
"Hah... Nggak usah sok baik deh lo, lebih baik lo bersiap untuk di penjara..! " ucap eliza.
"Uh... ya lo benar. Tapi sebelum itu, sebaiknya lo ucapkan selamat tinggal pada anak lo...! " ucap claudia yang langsung mencengkeram kuat rahang eliza dan memaksa eliza meminum minuman yang sudah ia campur tadi.
"Emh... emh.. eeemmhhh... hguk... hguk... "
"Hhhhh.... lo harus rasain, apa yang gue rasain..! Selamat tinggal eliza..!! " ucap claudia yang langsung keluar melalui jendela yang ada disana.
Dilain tempat.
Afnan masih terus mencari keberadaan eliza hingga ia melihat satu ruangan diujung yang belum ia lihat, Ia langsung berlari menuju keruangan itu.
Seperti dugaan, ruangan itu dijaga tiga orang dengan tubuh kekar. Afnan pun langsung menyerang mereka. Karena mereka yang belum siap dengan mudah afnan membuat mereka semua babak belur.
Setelah melumpuhkan semua penjaga itu, afnan segera masuk kedalam ruangan itu. Dan orang yang sangat ia rindukan kini ada dihadapannya.
"Eliza..!! " panggilnya dan tanpa sadar air matanya menetes saat melihat keadaan istrinya yang begitu tersiksa dengan tangan dan kaki yang terikat di sebuah kursi dan juga wajahnya yang penuh dengan lebam dan juga luka di sudut bibirnya itu.
"Af.. afnan.. hiks..!! " ucap eliza dengan air mata yang sudah membanjiri wajahnya yang penuh dengan lebam itu.
Saat afnan akan melepaskan ikatan eliza tiba tiba dari arah belakang David datang dan menendang afnan dengan begitu keras.
__ADS_1
"Afnan..!! " teriak eliza khawatir.
"Lo pikir, lo bisa seenaknya disini..? Gue nggak akan biarin lo bawa eliza begitu saja..! " ucap David yang kemudian menyerang afnan.
Afnan pun langsung balik menyerah david, ia cukup kewalahan melawan David yang memang cukup pintar berkelahi. Di saat afnan lengah, David menyerang kaki afnan yang membuat afnan jatuh dan membentur meja di dekat mereka.
"Afnan..!!" teriak eliza yang tidak tahan melihat suaminya terluka.
"Hhhhh.... gue sudah bilang, kalau lo nggak akan bisa melawan gue. Bahkan kedua temen lo itu udah nggak sadarkan diri didepan. Sekarang giliran lo..! " ucap david membuat eliza geram.
"Dasar brengsek..! Jangan berani beraninya lo sakitin afnan.! " teriak eliza dengan rasa sakit di perutnya yang mulai ia rasakan.
"Hhhh... sebegitu cintanya lo sama suami lo ini..? Ok gue nggak akan sakitin suami lo lagi tapi, gue mau memberitahukan suatu hal penting pada suami tercinta lo ini..! " ucap david sambil berjalan mendekat ke arah belakang tubuh eliza.
"Siapa tadi nama lo..? Afnan..? Jadi gini, istri lo yang cantik ini kemarin sudah menikmati malam yang indah bersama gue..! Gue akui, istri lo benar benar menggairahkan..! "
Ucapan david terputus karena pukulan keras afnan yang berhasil mendarat diwajahnya. Afnan yang begitu marah, mengeluarkan seluruh tenaganya dan menyerah David secara membabi buta.
Dan hal itu sukses membuat topeng yang menutupi wajah david terjatuh. Eliza yang melihat wajah yang tidak asing lagi untuknya merasa begitu terkejut.
"David..? Jadi lo..? " ucap eliza.
Hingga sesaat kemudian polisi yang telah afnan panggil datang dan menghentikan perkelahian mereka.
"Berhenti..! Angkat tanganmu..!! " ucap dua polisi sambil menodongkan pistol mereka ke arah david.
Setelah david ditangkap polisi, afnan segera melepaskan ikatan eliza. Dan ia segera memeluk istrinya itu.
Sedangkan eliza yang sudah tidak dapat menahan rasa sakit yang luar biasa pada perutnya pun berteriak keras, hingga membuat afnan begitu panik dan juga ketakutan.
"Aaarrhhhh.... aahh... " teriak eliza sambil memegang perutnya.
"Tahan sebentar, aku akan membawamu kerumah sakit sekarang juga..! " ucap afnan yang langsung menggendong eliza.
Afnan segera memasukkan eliza ke dalam mobil dan di ikuti rizky juga radit yang baru saja sadar dari pingsan mereka.
"Dua polisi di depan akan mengantarkan kalian kerumah sakit agar kalian bisa segera sampai disana..! Dan yang lainnya akan mengurus para penjahat itu..! " ucap dari kepala Polisi itu pada afnan.
__ADS_1
" Baik Pak, terimakasih atas bantuannya. Kalau begitu kami permisi dulu..! " ucap afnan.
Dan mereka pun segera pergi untuk membawa eliza ke rumah sakit.
Dilain tempat.
Claudia yang berhasil kabur dari vila merasa begitu marah dan kesal saat melihat kakak dan juga sepupunya yang dibawa oleh polisi.
"Sialan..! Bagaimana bisa polisi begitu cepat sampai disini..? Lihat saja, gue akan buat pembalasan yang setimpal buat lo eliza..! " gumam Claudia yang kemudian pergi meninggalkan daerah vila itu melalui jalan yang berlawanan dengan para polisi itu.
Di lain sisi.
Afnan kini telah sampai di rumah sakit dengan bantuan para polisi yang mengawal mereka hingga membuatnya bisa segera sampai kerumah sakit.
"Gus, sebaiknya gus istirahat dulu..! Dan kepala gus juga terluka, sebaiknya diobati lebih dulu..! " ucap rizky setelah eliza dibawa masuk keruangan oleh dokter.
"Ustadz..! Saya minta tolong untuk hubungi orang dirumah. Dan katakan jika kita sudah menemukan eliza...! " ucap afnan tanpa memperdulikan kondisinya sendiri.
"Baiklah...! " ucap rizky yang hanya bisa menghela nafas melihat afnan yang begitu khawatir akan keadaan eliza.
"Kak afnan tenang aja, kakak ipar pasti akan baik baik saja. Lebih baik kita doa kan aja..! " ucap radit yang tiba tiba bisa berfikir bijak seperti itu.
Tak lama setelahnya, dokter yang tadinya menangani eliza keluar dari ruangan membuat afnan segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok..? " tanya afnan yang terlihat begitu takut jikalau terjadi suatu hal yang buruk pada istrinya.
"Nyonya eliza harus melahirkan saat ini juga..! " ucap dokter itu.
"Tapi dok, kehamilan istri saya baru 7 bulan..! " ucap afnan.
"Iya memang benar, tapi jika nyonya eliza tidak melahirkan hari ini juga. Ditakutkan bukan hanya bayinya yang akan dalam bahaya tapi juga nyonya eliza. Dan dilihat dari kondisi saat ini, kita tidak bisa melakukan lahiran secara normal. Karena nyonya eliza tidak sadarkan diri. Mau tidak mau kita harus operasi. "
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak saya dok.! "
"Baiklah, kami butuh tanda tangan persetujuan bapak sebagai pihak suami dan keluarga..! "
Setelah menanda tangani surat persetujuan tindakan untuk eliza, afnan merosot terduduk dilantai dengan air mata yang tak lagi bisa ia tahan.
__ADS_1
Ia begitu khawatir dengan keadaan eliza, dan ditambah lagi sekarang eliza harus di operasi dan anaknya harus lahir prematur. Sungguh ini cobaan yang cukup berat untuk keluarganya.
Eliza..! Kau harus kuat, aku benar benar tidak ingin hal buruk terjadi padamu lagi..! Ucap afnan dalam hatinya.