Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 28


__ADS_3

Eliza pergi dengan raut wajah yang sedih, beberapa santri menatap heran ke arah eliza.


Kini eliza sedang menangis didalam taxi. Ia mulai menghubungi teman temannya untuk segera bertemu di bar yang biasa mereka datangi.


Sesampainya eliza di bar ia segera memesan alkohol dan meminumnya dalam sekali tegukan. Ia terlihat begitu kecewa dan juga sedih, tidak pernah sebelumnya ia merasakan hal yang sebesar ini.


Teman teman eliza datang melihat eliza yang sudah setengah mabuk dengan tatapan heran karena ada air mata yang terus keluar dari pelupuk mata eliza.


"El lo kenapa, kok lo nangis tumben tumbenan biasanya lo nggak pernah nangis bahkan saat leon ketahuan deket sama cewek, ya nggak gaes. " tanya tasya.


"Hiks.. gue benci sama dia.. kenapa dia selalu sok perhatian sama gue kalau dia masih suka sama cewek sok alim itu... hiks.. " ucap eliza yang sudah sepenuhnya mabuk.


"El udah jangan minum lagi, lo udah mabuk banget, kalau suami lo tau. Kita semua bisa kena marah. Ayolah el berhenti minum. " sambung cika menghentikan tangan eliza yang hendak meneguk minuman itu lagi.


"Apa haknya melarangku, dia bahkan tidak pernah menganggap keberadaanku. Memangnya dia siapa, kenapa dia dengan mudahnya mainin perasaan gue hiks.. hiks.. huaaaa aaa... aaa" ucap eliza yang diakhiri dengan tangisan kencang.


Karena merasa mereka jadi pusat perhatian orang orang, mereka membawa eliza keluar paksa dari bar itu. Mereka memasukkan eliza kedalam mobil dan berencana untuk mengantarkan eliza pulang.


Dilain tempat.


Afnan kebingungan mencari keberadaan istrinya yang sedari sore tidak ia lihat.


"Gus.. kamu cari siapa.. ?" tanya rizky saat melihat gusnya terlihat gusar.


"Eliza sedari tadi tidak kelihatan, aku takut jika dia buat masalah lagi. " ucap afnan membuat rizky ikut berfikir dimana kira kira keberadaan eliza.


"Hei.. kalian, apa kalian lihat neng eliza tadi. ?" tanya rizky pada beberapa santri yang pulang dari masjid.


"Maaf gus, ustads saya tidak lihat. " jawab salah satu dari mereka.


"Saya tadi sore lihat, tapi neng eliza terlihat sedang menangis gus, ustads. " jawab salah satu santri membuat afnan dan rizky terkejut serta bingung.


Eliza menangis.. ? tapi karena apa. Aku harus pulang mungkin saja tadi sore dia pulang lebih dulu. batin afnan.


"Ustads rizky, sepertinya aku harus pulang dulu. Assalamu'allaikum. " pamit afnan pada rizky.


"Iya gus, wa'allaikum salam. Hati hati dijalan gus. " jawab rizky.


Afnan berjalan menuju rumah abi dan uminya untuk berpamitan.


"Assalamu'allaikum abi, umi. " salam afnan saat memasuki rumah.

__ADS_1


"Wa'allaikum salam. " jawab mereka bersamaan.


"Ada apa nak..?" tanya umi.


"Afnan mau pamit pulang dulu umi, abi. "


"Kok kamu pamit sendiri, elizanya mana.. ?" tanya abi.


"Eliza tadi pulang dulu bi katanya lagi ada keperluan. " ucap afnan berbohong, karena tidak mungkin ia berkata bahwa eliza pergi dengan keadaan menangis.


"Ooh gitu. Ya sudah kamu hati hati dijalan ya. " ucap abi.


"Iya bi, mi. Afnan pulang dulu. Assalamu'allaikum. "


"Wa'allaikum salam. " jawab umi dan abi bersamaan.


Afnan segera pulang dengan taxi yang sudah ia pesan terlebih dahulu. Afnan masih termenung dengan pikirannya yang masih memikirkan sebab eliza menangis dan berharap agar eliza berada dirumah.


Sesampainya dirumah afnan melihat rumahnya yang gelap menandakan bahwa eliza tidak sedang berada didalamnya.


Afnan segera masuk kedalam rumah dan menghidupkan lampu, setelahnya ia menyiapkan makanan yang ia beli tadi sewaktu dijalan. Seusai menyiapkan makanan afnan menunggu eliza dikursi tamu dwngan perasaan khawatir.


"Kamu dimana el, apa yang sebenarnya terjadi sama kamu. Kenapa kamu selalu membuatku khawatir.. ? " ucap afnan yang terlihat begitu khawatir.


Saat membuka pintu, ia melihat eliza sempoyongan dengan tubuh yang ditopang kedua temannya. Afnan yang melihat hal itu segera menghampiri mereka dan mengambil alih eliza.


"Apa yang terjadi.. ?" tanya afnan yang begitu khawatir.


"Eliza tadi mabuk, kita semua sudah berusaha buat dia berhenti minum tapi, eliza menolak. " jawab tasya.


"Apa mabuk.. ? Ini terakhir kalinya kalian bertemu kalau begitu.!!" ucap afnan yang terlihat marah.


"Hei.. ini semua bukan salah kita. Lo aja yang bisanya mainin perasaan sahabat kita. Denger ya kalau lo bikin sahabat kita nangis lagi, kita nggak akan tinggal diam. Yuk gaes kita cabut dari sini. " ucap cika yang ikut emosi.


Afnan merasa bingung dengan perkataan salsa tadi. Ia pun segera pergi membawa eliza masuk.


"Hik.. lo.. hiks.. gue benci sama lo. " gumam eliza yang masih tidak sadar.


Afnan membawa masuk eliza kedalam kamar eliza secara perlahan tanpa memperdulikan segala ocehan eliza.


"Hiks.. kenapa lo mainin perasaan gue sih.. hiks.. gue benci... sama lo.. " ucap eliza yang sedang ditidurkan ditempat tidur.

__ADS_1


Saat hendak pergi, tiba tiba tangan afnan dipegang erat oleh eliza membuat afnan yang terkejut terjatuh diatas eliza.


"Hei tampan... hik... kenapa wajahlo seperti suami bodoh gue.. . ? hik tapi lo nggak akan bikin gue sakit hati kan.. ?" ucap eliza yang segera mencium afnan.


Afnan yang terkejut ingin segera melepaskan diri dari eliza namun eliza semakin erat memeluknya. Afnan bingung harus berbuat apa sedangkan dirinya sendiri juga menginginkan hal itu namun ia tidak ingin melakukannya saat eliza tak sadarkan diri.


Eliza semakin melakukan hal lebih membuat afnan tidak dapat mengendalikan dirinya lagi.


Pagipun tiba. eliza terbangun dengan kepala yang begitu pusing ia membuka mata dan yang ada dihadapannya adalah afnan yang masih tertidur tanpa baju dan hanya memakai sarung.


Eliza terkejut dan segera membuka selimut yang menutupi tubuhnya, dan betapa terkejutnya ia melihat dirinya tanpa baju dan juga sepray yang ada noda darah.


Eliza segera berlari menuju ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Seusai mandi eliza bergegas keluar dan berharap afnan belum bangun.


Saat membuka pintu eliza dikejutkan dengan afnan yang sudah berdiri di depan pintu.


"Aaaaah.. " teriak eliza terkejut.


"Kamu kena teriak kayat habis lihat hantu aja. " ucap afnan yang masuk kedalam kamar mandi.


"Kenapa dia bersikap biasa aja... ? apa dia bener bener nggak anggep gue apa gimana sich.. ?" ucap eliza sedih dan kesal bersamaan.


Sedangkan dibalik pintu kamar mandi, afnan mencoba mengatur detak jantungnya yang sedari tadi berdetak tak karuan.


"Tidak.. aku tidak boleh seperti ini. Sebisa mungkin aku harus membiasakan hatiku agar eliza merasa nyaman saat didekatku. " ucap afnan yang mulai menyiram seluruh tubuhnya dengan air meskipun semalam sebelum tidur ia lebih dulu mengambil air wudhu.


Di lain tempat.


Leon merasa begitu marah setelah mendengar kabar dari temannya yang kemarin tidak sengaja melihat eliza yang sedang mabuk dengan keadaan yang kacau karena menangis.


"Leon.. " panggil claudia.


"Hmm.. !!" gumam leon tidak menghiraukan panggilan claudia.


"Lo kenapa... ? Ada yang lagi lo pikirin..? cerita aja sama gue, gue bakal dengerin kok. !!" ucap claudia.


Ya mereka kini sudah semakin akrab dan claudia begitu berharap agar hubungan mereka bisa semakin dekat, namun leon selalu mengacuhkannya tapi bukan claudia namanya kalau menyerah begitu saja.


"Gue dapat kabar kalau kemarin eliza berada di bar sedang menangis dan gue yakin ini semua pasti gara gara suaminya itu. " ucap leon.


"Lalu lo mau buat perhitungan sama suami eliza.. ?" tanya claudia.

__ADS_1


"Iya, kita lihat. Apa dia akan bisa membuat eliza menangis lagi atau tidak. " jawab leon yang tanpa sadar claudia merasa cemburu dan kesal.


Sampai kapan lo bakal bersikap acuh tak acuh sama gue sich leon. Gue selalu ada buat lo tapi kenapa yang ada di otak lo cuma eliza dan eliza terus. batin claudia sedih.


__ADS_2