
Klara begitu kesal pada eliza, ia membanting seluruh barangnya yang berada ditempat tidur.
"Haah...eliza, lihat aja gue akan merebut afnan dari lo dan gue akan buat lo hancur. Sehancur hancurnya, lihat aja, gue akan balas lo eliza..!" ucap klara yang begitu kesal pada eliza.
Dilain tempat.
Rizky kini telah menyiapkan makan malam romantis untuk nadira yang sedang sholat isya'. Rizky sudah memesan beberapa makanan dan ia segera menghias meja makan dengan bunga dan juga lilin.
"Akhirnya selesai juga. Semoga, nadira suka dengan ini..!" ucap rizky yang kemudian berjalan untuk menjemput nadira.
Ia melihat nadira yang telah selesai sholat segera menghampirinya.
"Neng..!" panggilnya.
"Iya mas..?"
"Kamu bisa nggak ikut mas sebentar tapi kamu sambil tutup mata..!" ucap rizky.
"Emang buat apa mas..?" tanya nadira penasaran.
"Udah ikut aja ya..!"
Nadira pun hanya seruju dan segera menutup matanya dengan kedua tangannya dan berjalan dengan bantuan rizky yang memegang tangannya.
Beberapa saat kemudian, nadira berhenti. Dan ia berfikir ia sekarang sudah sampai ketempat yang dituju rizky.
"Apa boleh aku buka mas..?" tanya nadira.
"Iya buka sekarang.!" ucap rizky yang seketika nadira membuka matanya perlahan.
Eliza terkejut karena rozky menyiapkan makanan dan juga hiasan yang membuat suasana terasa hangat dan juga romantis.
"Kamu siapin ini sendiri mas..?" tanya nadira.
"Iya, kamu suka nggak..?" tanya rizky.
"Iya aku suka banget.!"
"Ya udah ayo kita makan..!" ajak rizki.
Nadira mulai memakan makanan itu dengan pelan namun rizky hanya memperhatikan nadira tanpa ada niatan untuk memakan makanannya.
"Ghuk..ghuk.." nadira tersedak saat ia sadar jika rizky terus memperhatikannya.
__ADS_1
"Ini minum..!" ucap rizky sambil menyerahkan segelas pada nadira.
"Makasih..! Ghuk..mas kok nggak makan..?" tanya nadira.
"Oh iya ini mas juga baru mau makan.! Emh neng, mas mau ngomong..!" ucap rizky membuat nadira bingung.
"Ngomong apa mas..?"
"Emh..neng, maaf ya semalam mas abaikan kamu. Sekarang mas mau tanya apa kamu benar benar udah siap..?" tanya rizky pelan. Karena ia takut jika nadira ternya masih belum siap.
Sedangkan nadira hanya diam seribu bahasa, ia bingung harus menjawab apa. Jika ia langsung menjawab iya, ia merasa malu. Tapi jika ia bilang tidak, ia tidak ingin rizky kecewa dan menunggunya lagi.
"Kalau kamu belum siap juga nggak papa kok, emh.. Mas keruang kerja mas dulu ya, kamu lanjutin makan kamu dulu aja..!" ucap rizky yang beranjak dari duduknya.
"Aku siap mas..!" teriak nadira cepat. Membuat rizky menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kearah nadira.
"Tadi kamu bilang apa..?" tanya rizky yang berpura pura tidak dengar.
"Aa..aku..aku siap.!" ulang nadira.
"Tapi kenapa kamu ngomongnya seperti ragu gitu..?" tanya rizky.
"Aku nggak sedang ragu mas, tapi aku sedang gugup..!" ucap nadira cepat karena rizky terus saja bertanya padahal irizky pasti tahu jika dirinya sedang gugup.
Nadira hanya mengangguk, sebagai jawabannya. Sedangkan rizky begitu senang karena nadira mengijinkannya.
Dan malam itu, menjadi malam terindah untuk rizky dan juga nadira.
Malam pun berlalu dan digantikan dengan sinar mentari yang mengahatkan kedua pasangan kita yang sedang bahagia ini.
Eliza, kini sedang membuatkan sarapan untuk afnan setelah ia dan afnan melaksanakan sholat. Saat sedang seru serunya memasak, tiba tiba eliza mendengar ada suara ketukan pintu dari luar rumahnya.
"Pagi pagi gini siapa yang datang..?" tanya eliza pada dirinya sendiri. Dengan rasa penasaran eliza berjalan menuju kedepan untuk membukakan pintu.
"Siapa..?" tanya eliza saat ia membuka pintu.
"Lo, ngapain lo kesini..?" ucap ketus eliza pada tamunya yang tak lain adalah klara.
"Aku kesini bawain bubur ayam buat mas afnan. Maf afnannya mana..?" ucap klara yang dengan seenaknya masuk kedalam.
"Hei...siapa yang suruh lo masuk..? Lagian afnan nggak akan makan bubur lo, karena gue udah masakin makanan kesukaannya..!" ucap eliza yang begitu kesal dengan klara yang bersikap sesuka hati dirumahnya.
"Kalau mas afnan mau memakannya gimana..? Mas afnan..mas afnan..! " teriak klara memanggil manggil afnan yang membuat eliza jengkel.
__ADS_1
"Gue bilang, afnan nggak akan makan itu. Mending lo pulang sekarang. Kamu tuh tamu yang nggak diundang jadi lo pergi dari rumah gue sekarang..!" ucap eliza sambil menarik tangan klara untuk keluar dari rumahnya.
"Eliza..ada apa sich kok berisik banget..!" ucap afnan yang terganggu dengan suara berisik eliza dan klara.
"Ini nih ada tamu yang nggak diundang..!" ucap eliza.
"Maf afnan, aku bawain bubur ayam buat mas..!"
"Wah makasih ya, malah ngerepotin mbak klara, eliza mbak klara diajak masuk dong..!" ucap afnan yang sengaja memancing amarah dan cemburu eliza.
Eliza yang begitu kesal langsung pergi keruang makan tanpa memperdulikan klara.
"Mbak klara mar masuk, sekalian ikut sarapan sama sama..!" ajak afnan yang membuat klara kegirangan dan langsung setuju.
Eliza yang melihat klara ikut masuk kerumahnya merasa kesal dan jengkel, dan ia mulai memikirkan ide untuk mengerjai klara.
Saat eliza sedang menyiapkan sarapan kehadapan afnan, klara mendekatkan bubur pemberiannya pada afnan.
"Ini mas buburnya.!" ucap klara.
"Lo makan nasinya aja, buburnya biar gue makan, entah kenapa pagi ini gue lagi pengen banget sarapan sama bubur..!" ucap eliza yang langsung mengambil bubur itu dari klara.
Klara yang melihat hal itu, sekuat tenaga menahan rasa kesalnya.
Ini baru permulaan, gue akan buat lo lebih kesal. Salah sendiri, lo berani buat masalah dengan gue. Ucap eliza dalam hati.
Dan mereka bertiga pun mulai makan makanan mereka, namun tiba tiba eliza terlihat mual. Dan ia dengan sengaja memuntahkan seluruh isi perutnya pada baju klara, yang membuat klara seketika itu berdiri karena amarah.
"Maaf maaf gue nggak sengajak, waktu gue makan ayamnya tiba tiba gue mual...!" ucap eliza bohong.
"Ihs..mas, aku pamit pulang dulu ya.." ucap klara yang langsung pergi dari rumah eliza.
Sedangkan eliza tersenyum puas karena telah berhasil mengerjai klara sampai terlihat begitu marah. Afnan yang memperhatikan eliza, kini ia baru sadar jika ini semua ulah usil eliza.
"Jadi kamu sengaja bikin baju mbak klara kotor..?" tanya eliza.
"Iya. Kenapa..? Mau marah..? Nggak terima..? atau mau belain cewek itu..?" tanya eliza dengan raut wajah yang seakan siap menerkam afnan.
"Siapa juga yang mau marah, aku cuma kasihan sama mbak klara karena harus berhadapan sama kamu. Hhhh..!" ucap afnan yang malah tertawa dengan sikap cemburu istrinya itu.
"Hhh..lo ikut ketawa..? Gue kira lo bakal marahin gue karena belain tuh cewek..!" ucap eliza yang terkejut dengan afnan yang malah setuju dengan sikapnya.
"Ya aku nggak akan marah kalau kamu nggak keterlaluan hhhh..!" ucap afnan yang berakhir dengan tawa mereka berdua saat mengingat wajah kesal klara.
__ADS_1