Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 50


__ADS_3

Disebuah taman disamping kolam, terlihat claudia yang sedang melamun. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Leon yang melihat claudia seorang diripun menghampirinya.


"Lo ngapain disini sendiri..?" tanya leon memecahkan lamunan claudia.


"Nggak ngapa ngapain. Lo sendiri ngapain..? Tumben lo dirumah. Kenapa nggak ngumpul sama temen temen lo..?" tanya claudia.


"Lagi malas aja..!" ucap leon yang kemudian meminum jus jeruk yang ada diatas meja kecil disamping kursinya.


Claudia kini kembali menatap kekolam meninggalkan keheningan diantaranya dan juga leon.


Sebaliknya, leon malah terus memandang wajah claudia. Dan baru sadar jika wajah claudia tidak kalah cantik dengan eliza. Dan kini rasa bersalah leon pada claudia semakin besar karena telah memperlakukan claudia dengan buruk.


"Emh..clau..?" ucap leon.


"Gue minta cerai..!" ucap claudia spontan, membuat leon terdiam karena terkejut.


"Ok..!" ucap leon yang langsung pergi tanpa meminta penjelasan terlebih dahulu pada claudia.


"Hah, dia bahkan nggak tanya dulu sama gue, kenapa gue minta cerai. Ya mungkin memang seharusnya gini. Lagipula dengan begini, gue bisa melakukan apa saja tanpa diawasi, termasuk melakukan sesuatu pada eliza." ucap claudia.


Sedangkan dilain sisi, leon sedang mengendarai motornya tanpa tujuan terlihat begitu menyesal dengan segala perbuataannya pada claudia. Dan kini ia harus merelakan claudia untuk pergi dari sisinya.


"Padahan tadi gue pengen ungkapin perasaan gue ke lo clau. Tapi mungkin aja lo juga nggak akan menerimanya setelah apa yang gue lakuin ke lo. Entah sejak kapan gue mulai terbiasa dengan lo di kehidupan gue yang berakhir gue jatuh cinta sama lo sekarang clau. Tapi mau gimana lagi, semuanya sudah terlambat. Dan sebentar lagi lo akan tinggalin gue clau.!" ucap leon.


Leon terlihat begitu kacau, dan dalam keadaan tidak fokus, leon tidak melihat ada seorang anak kecil yang berlari mengejar bola melintas di depan motornya. Dan alhasil, anak itu terpental dari jalan sedangkan leon menabrak pembatas trotoar yang mengakibatkan dirinya jatuh dari motornya.


Orang disekitar sana yang melihat kejadian itu langsung berlari menuju ke anak kecil itu dan juga leon. Orang tua anak itu menangis histeris melihat darah yang mengalir dari lepala anak mereka.


Tak lama kemudian mobil ambulanc dan juga polisi datang, Leon segera diamankan polisi beserta motornya sebagai barang bukti. Leon yang sudah begitu kacau, hanya bisa diam saat dirinya dimasukkan kedalam mobil polisi.


Dilain tempat.


Afnan yang sedang dalam perjalanan menuju kepesantren, tidak sengaja melihat leon yang dibawa polisi segera menghampiri segerombolan orang yang masih ada dijalan itu.


"Permisi pak..!" ucap afnan pada seorang bapak bapak yang masih berbincang dengan sesama warga disana.

__ADS_1


"Iya..!" jawab bapak itu.


"Tadi yang dibawa polisi itu kenapa ya pak..?" tanya afnan.


"Oh itu, dia tadi habis nabrak anak kecil disini..! Makannya sekarang dia dibawa ke kantor polisi." jelas bapak bapak itu.


"Oh gitu, makasih ya pak. Saya permisi dulu.!" ucap afnan yang kemudian menjalankan motornya kembali, mengikuti mobil ambulanc yang membawa anak yang ditabrak leon.


Dilain tempat.


Eliza begitu jenuh dengan kegiatannya dirumah yang hanya mengemil dan juga menonton tv, tanpa ada kegiatan lain. Mengingat afnan yang masih marah kepadanya, membuatnya tidak bisa mengerjai afnan lagi.


"Enaknya ngapain ya..? Gue bosen banget dirumah sendiri..!" ucap eliza yang masih merasa begitu bosan.


"Aaa..daripada gue mati kebosanan dirumah sendiri, mendingan gue pergi ketaman dekat rumah aja. Sekalian cari angin segar..!" ucap eliza yang segera bersiap siap untuk pergi ke taman yang dekat dengan rumahnya.


Sesampainya ditaman, eliza melihat anak anak yang terlihat begitu semangat bermain bersama sama sedangkan para ibu sedang bergosip ria.


Eliza berjalan menuju kesebuah kursi disamping ayunan yang saat ini kosong. Eliza memperhatikan anak anak itu yang terlihat begitu bahagia bermain dengan diawasi oleh ibu mereka.


Sepintas eliza mengingat masa masa kecilnya dulu, dimana ia jjuga sering pergi ketaman dengan ibunya untuk bermain dan juga membeli es krim.


Eliza hanya menganggukkan kepalanya untuk mengisyaratkan bahwa ia mengijinkannya.


"Kamu kesini sama anak kamu..?" tanya wanita itu.


"Tidak, emh maksud gue iya. Anak gue masih ada dikandungan..!" ucap eliza yang kebingungan menjawab pertanyaan wanita itu.


"Hhh..mama muda to, kehamilan pertama..?" tanya wanita itu lagi.


"Hmm.!"


"Sudah berapa bulan..?" tanyanya lagi.


"Nggak tahu..!" Jawab eliza malas, namun wanita itu hanya membalasnya dengan senyum.

__ADS_1


"Nanti saat sudah memasuki bulan keempat, akan ada hal yang mungkin menarik untuk kamu perhatikan. Contohnya, bayi kamu akan bergerak gerak diperutmu bahkan ada bayi yang begitu aktif sampai gerakannya bisa langsung dilihat, dan juga akan mulai terdengar suara detak jantungnnya yang akan membuat kamu akan merasa tak sabar untuk melihatnya.!" jelas wanita itu membuat eliza semakin penasaran.


"Benarkah..?" tanya eliza yang mulai tertarik dalam obrolan mereka.


Mereka berduapun saling bertukar cerita, lebih tepatnya eliza yang lebih banyak diam mendengarkan segala cerita dari wanita yang baru ia kenal itu.


Dilain tempat.


Afnan kini telah sampai dirumah sakit dimana anak itu dibawa. Dan sesuai dugaan, anak itu kini berada diruang icu.


Ibu anak itu terus menangis dipelukan suaminya sembari menunggu dokter yang menangani anak mereka memberi kabar baik tentang keadaan anak mereka.


Beberapa menit kemudian. Afnan melihat dari kejauhan, dokter itu keluar dan menghampiri pasangan suami istri itu. Tak lama kemudian, ibu ibu itu menangis begitu histerir hingga pingsan saat melihat anaknya yang tubuhnya ditutup dengan kain, yang menandakan anak mereka telah tiada.


Afnan yang melihatnya merasa tidak tega, dan segera beranjak pergi dari sana menuju ke kantor polisi untuk menemui leon.


Sedangkan leon kini telah dimasukkan kedalam sel tahanan karena ia terbukti bersalah, dan kini ia hanya akan menunggu pengadilan untuk memutuskan masa tahanannya.


"Saudara leon, ada yang ingin bertemu..!" ucap polisi itu, segera membuka pintu sel itu dan membawa leon menemui seseorang itu.


"Lo..?" ucap leon yang tidak menyangka dengan kedatangan seseorang yang selama ini ia benci.


"Ngapain lo kesini..?" tanya leon dingin.


"Saya hanya ingin menyampaikan satu hal sama kamu, bahwa anak yang jadi korban kamu, meninggal..!" ucap afnan.


"Meninggal..?" ucap leon terkejut.


Setelah mendengar perkataan dari afnan, leon terlihat lemas. Karena sudah pasti ia tidak akan mudah untuk keluar dari penjara itu.


"Hah..pergilah dari sini..!" ucap leon.


"Aku akan membujuk orang tua anak itu, agar hukumanmu tidak berat saat pengadilan besok.!" ujar afnan.


"Tidak perlu, apa urusan lo tentang ini. Seharusnya lo senang, karena dengan gue dipenjara jadi tidak akan ada lagi orang yang akan mengganggu hidup lo dan eliza kan..?" ucap leon.

__ADS_1


Tiba tiba.


"Pak polisi, anak kami meninggal gara gara dia. Saya nggak mau tau dia harus dihukum seberat beratnya..!" ucap seorang pria, yang tak lain tak bukan ayah dari anak yang ditabrak leon.


__ADS_2