
Eliza masih menatap afnan dengan pandangan anehnya. Sedangkan afnan yang sudah puas dengan karyanya berbalik hendak membangunkan eliza. Dan betapa kagetnya afnan saat mengetahui eliza yqng sudah berada di belakangnya.
"Sejak kapan kamu disini... ?" tanya afnan.
"Sejak tadi.. !" jawab eliza santai.
"Oh, sekarang kamu sholat subuh dulu setelah itu kita makan sarapan.!" perintah afnan dengan lembut.
"Tapi udah laper banget." ucap eliza yang hendak mengambil makanan dimeja.
"Eliza, kita bisa memakannya nanti. Sekarang kamu sholat dulu ya... !" ucap afnan lagi namun kini ia menarik eliza menjauh dari meja makan.
Eliza dengan terpaksa menuruti perintah afnan. Ia segera melaksanakan sholat subuh dengan segala bacaan do'a yang sudah diajarkan nadira padanya beberapa hari ini.
Ya eliza mulai menikmati kehidupannya yang sekarang, karena ia sudah tidak merasakan bosan dan juga ia tidak pernah lagi bingung untuk melakukan hal apa lagi.
Seusai melaksanakan sholat, eliza berlari menuju meja makan. Dan afnan yang melihatnya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Hmmm.. enak banget." gumam eliza yang menikmati makanannya.
"Hari ini kamu mau ke pesantren lagi.. ?" tanya afnan.
"Iya, hari ini umi janji mau ajarin gue bikin brownis." ucap eliza sambil terus makan.
"Trus ngajinya sama neng nadira gimana.. ?"
"Emh, kemarin nadira bikang kalau selama menunggu hari pernikahannya sama rizky, mengajinya diliburin. Jadi hari ini sampai beberapa hari kedepan gue cuma habisin waktu sama umi. " ucap eliza dengan senang.
"Emh.. beberapa hari terakhir, kamu sudah berusaha untuk belajar mengaji dan juga sudah melaksanakan sholat. Jadi aku mau traktir kamu makan malam dimanapun yang kamu mau.!" ucap afnan membuat eliza berhenti makan dan beralih menatap afnan.
"Lo serius.. ? jadi nanti malam gue boleh minta makan apa aja yang gue mau.. ?" tanya eliza memastikan.
"Iya.. !"
"Ok, gue udah makannya. Gue siap siap dulu setelah itu kita pergi kepesantren. Kasihan umi kalau nungguin lama." ucap eliza.
Eliza pun bergegas masuk kekamarnya dan mulai mencari pakaian panjang dan juga hijab, meskipun ia memakainya masih belum benar seperti ia memakai hijab tanpa jarum dan masih memperlihatkan rambutnya yang ia urai membuatnya terlihat begitu cantik dan manis.
"Ayo pergi.. !" ajak eliza pada afnan yang sedang duduk dikursi depan.
Afnan dalam sekejap terpesona menatap kecantikan eliza saat mengenakan pakaian panjang dan juga hijab.
"Af.. afnan... " teriak eliza membuat afnan tersadar dari lamunannya.
"Ya ayo.. !" ucap afnan yang segera memboncengkan eliza disepeda motornya, sebelumnya ia telah mengecek motornya.
Bisa dipastikan sepeda motornya dalam keadaan baik dan aman untuk perjalanan, karena ia sempat khawatir apa bila kejadian kemarin dimana ia dan eliza hampir celaka membuatnya waspada dan lebih berhati hati.
Dilain tempat.
Claudia sedang berdiri di depan pintu kamar leon dan berniat untuk membangunkannya.
Tok.. took.. tok..
"Leon.. leon.. ayo bangun kita sarapan bersama.!" panggil claudia.
Melihat tidak adanya reaksi dari dalam kamar leon, tidak menyurutkan semangat claudia untuk membangunkan leon lagi dan lagi.
"Leon.. ayo bangun.. !" teriaknya lagi.
Sedangkan leon yang begitu kesal akhirnya beranjak dari tempat tidurnya dan membuka pintu kamarnya. Disana terlihat claudia yang tersenyum manis kearahnya.
"Ayo kita sarapan.. !" ucap claudia.
"Lo bisa sarapan sendirikan, nggak usah teriak teriak. Lagian gue nggak suka makan bareng sama lo. Jadi lo berhenti deh buat sok baik kayak gini.!" ucap leon ketus dan beranjak pergi dari claudia.
"Tapi gue istri lo, dan lo udah janji sama kak david kalau lo bakal jagain gue dan lo bakal perlakuin gue sebaik mungkin. Jadi lo nggak bisa seenaknya gini sama gue. Lo nggak bisa acuhin gue...leon... !" teriak clau dia dengan terus mengejar leon yang akhirnya leon pergi dari rumah dengan sepeda motornya.
Hati claudia hancur seketika. Ia tidak pernah menyangka kalau leon akan bersikap sedingin dan sekasar itu padahal ia sudah menjadi istrinya sekarang.
Bruak.. pruang...
Claudia membanting barang barangnya dalam amarahnya.
"Apasih kelebihan dan seistimewa apa eliza itu. Kenapa leon masih belum bisa lupain tu orang. Dia bahkan tak secantik itu dan kekayaannya jauh lebih kaya gue. Kenapa lon masih nggak anggep gue.. "
"Hiks.. bahkan swtelah gue mengandung anaknya pun. leon masih nggak peduli sama gue. hiks.. "
"Aaarrrrhhhh.. hiks.. hiks.. " teriak claudia dengan di iringi tangisan yang semakin menambah sayatan dalam hatinya.
Dilain tempat.
Eliza telah sampai dipesantren dan ia bertemu dengan abi yang sedang berbincang dengan ustads rizky.
__ADS_1
"Assalamu'allaikum abi... !" salam afnan sambil mencium tangan abinya.
"Assalamu'allaikum abi.. !" salam eliza dan mengikuti apa yang afnan lakukan.
"Wa'allaikum salam nak, akhirnya kalian datang. Nak el, umi mu sudah mwnunggu sejak tadi katanya sudah nggak sabar buat masak sama kamu lagi." ucap abi membuat eliza teringat dengan tujuan awal ia ke pesantren.
"Oh iya. Hampir aja eliza lupa bi. Kalau gitu eliza pergi dulu ya, assalamu'allaikum. " ucap eliza tanpa menunggu jawaban dari abi ia langsung berlari menuju kerumah.
"Wa'allaikum salam." jawab tiga laki laki itu.
"Kalau begitu abi harus pergi dulu, ada beberapa hal yang harus abi urus karena akan ada penerimaan santri baru jadi abi tinggal dulu ya." ucap abi.
" Iya bi, tapi kalau abi butuh bantuan langsung panggil afnan aja ya bi. Inget abi nggak boleh terlalu capek. " pesan afnan pada abinya.
"Iya, kalau gitu abi pergi dulu ya. Assalamu'allaikum. " pamit abi.
"Wa'allaikum salam. " jawab afnan dan rizky.
Dilain tempat.
Eliza begitu semangat mempratekan semua intruksi dari umi dalam resep pembuatan brownis. Ya akhir akhir ini eliza lebih sering memakan makanan yang manis daripada pedas dan gurih.
"setelah ini gimana umi.. ?" tanya eliza.
"Kamu ketuk adonannya secara perlahan biar gelembung didalamnya bisa keluar." ucap umi menjelaskan.
Eliza pun mencoba mempraktekkan apa yang diucapkan umi.
"Seperti ini umi.. ?" tanya eliza.
"Iya seperti itu, nah sekarang kita kukus selama tiga puluh menit dengan api kecil."
"Emang harus selama ity ya mi.. ?"
"Iya sayang, biar kuenya bisa matang merata. Sekarang mambil nunggu kuenya matang gimana kalau kita bikin jus nya.. ?" ucap umi agar eliza tidak merasa bosan menunggu.
"Nah ini adalah salah satu kesukaan afnan. Dia paling suka sama jus tomat dan jus jeruk. Karena sekarang cuma ada jeruk kita bikin jus jeruk aja ya.!" ucap umi.
"Emangnya seenak apa sih mi, masak makanan harus selalu ada tomatnya dan bahkan minuman juga dari tomat.. ? Apa dia benar benar maniak sama tomat.. ?" ucap eliza yang merasa bingung dengan kegemaran suaminya itu pada buah sekaligus sayur itu.
"Iya dari kecil, afnan sudah sangat suka sama tomat. Bahkan dulu saat umi dan abi lagi kepasar dia pesannya pasti tomat." terang umi.
Dilain tempat.
"Bagaimana tahun ini.. ? apa ada banyak santri yang daftar kok kelihatannya abi begitu sibuk.. ?" tanya afnan.
"Emh, sebenarnya pesantren sedang ada masalah gus.!" ucap rizky membuat afnan bingung.
"Masalah.. ? masalah apa.. ?"
"Jadi setelah orang orang tahu kalau gus menikah dengan gadis dari luar pesantren, yang tanpa hijab dan juga dengan kebiasaan membuat onar, dengan balap mobil yang warga ketahui. Membuat orang tua merasa enggan dan juga tidak percaya jika anak anak mereka masuk kepesantren kita gus.!" jelas rizky.
"Jadi ini masalahnya.. ? hem... sepertinya aku punya cara untuk mengatasi masalah ini.!" ucap afnan yang kemudian beranjak dari duduknya.
"Gus mau ngapain.. ?" tanya rizky.
"Nanti kamu juga tau, tapi aku butuh bantuanmu.. !" ucap afnan yang di setujui rizky.
Dilain tempat.
Eliza sedang menghias kue nya dengan keju dan juga coklat parut tiba tiba afnan memanggilnya membuatnya terkejut.
"Eliza.. !" panggil afnan.
"Hmm.. lo ngapain kesini.. ?" tanya eliza.
"Kamu lagi buat apa.. ?"
"Brownis.. ? kenapa.. ?"
"Nggak papa.. ! terus umi mana. ?"
"Umi lagi mau sholat ashar.. "
"Terus kamu ngapain disini... ? kenapa nggak ikut umi sholat.. ?"
"Gue selesain ini dulu entar baru gue sholat. Kalau lo sendiri ngapain disini..? kok nggak ikut sholat dimasjid.. ?" tanya eliza.
"Iya ini aku mau sholat tapi jama'ah sama kamu.. ! nanti kalau kamu nggak saya ajak jama'ah entar kamu pura pura lupa lagi.. !" ucap afnan membuat eliza sebal.
"Siapa yang pura pura lupa, ayo kita sholat.!" ajak eliza yang begitu kesal pada afnan.
Eliza pun bergegas verjalan menuju kemasjid sedangkan afnan berjalan dibelakangnya sambil tersenyum melihat tingkah istrinya itu.
__ADS_1
Saat sampai dimasjid ternyata sholatnya sudah selesai, sehingga dengan terpaksa eliza melaksanakan sholat hanya berdua dengan afnan.
Karena beberapa hari yang lalu adalah pelepasan para santri sehingga sekarang para santri saat ini diliburkan. Dan akan masuk kembali bersamaan dengan masuknya santri yang baru.
Disaat sedang sholat dari belakang mereka terlihat seseorang yang memotret mereka tanpa mereka sadari.
Setelah melaksanakan sholat eliza segera melepas mukenanya dan hendak pergi, namun afnan lebih dulu menghentikannya.
"Tunggu dulu..! Karena neng nadira sedang nggak ada dipesantren. Gimana kalau aku yang ajarin kamu ngaji.. ?" tawar afnan.
"Nggak nggak. Ogah banget kalau lo yang ajarin gue.. !" ucap eliza dan hendak berbalik pergi namun.
"Gimana kalau aku ajarin kamu ngaji dan nanti malam aku akan ajak kamu buat makan makanan kesukaan kamu gimana.. ?" tawar afnan kembali.
"Emh... beneran.. ?" tanya eliza.
"Iya, bukankah aku tidak pernah berbohong.. ?"
"Ok. Lo boleh ajarin gue ngaji tapi kalau lo sampai bohong gue bakal bikin perhitungan buat lo.. !" ucap eliza mengancam.
"Iya. Ayo duduk lagi. !"
Dan saat mereka sedang mengaji lagi dan lagi mereka dipotret oleh orang yang sama tanpa mereka sadari.
Dilain tempat.
Claudia begitu merasa bosan, dan ia berniat untuk keluar dari rumah untuk bertemu dengan teman temannya. Saat ia hendak mengeluarkan mobilnya, tiba tiba dua pria dengan tubuh besar menghadang mobilnya.
Claudia yang merasa heran dan juga kesal segera turun dari mobil.
"Maksud kalian apa berdiri didepan gerbang.. ? awas minggir gue mau lewat." ucapnya kesal.
"Maaf non, tapi sesuai perintah tuan leon. Nona tidak diijinkan keluar rumah sendiri tanpa seijin tuan.!" ucap salah satu dari mereka.
"Apa.. ? jadi leon yang minta kalian buat ngelarang gue buat keluar.. ?"
"Iya non. Jadi sebaiknya non claudia masuk kembali kedalam rumah.!" perintahnya.
"Dan satu lagi. Tuan bilang kalau non nggak diijinkan lagi untuk membawa mobil tanpa seijin tuan. Jadi serahkan kunci mobilnya pada kami.. !" lanjutnya.
Claudia menatap tajam dan curiga terhadap kedua pria itu.
"Apa buktinya kalau leon yang perintah kalian. Dan kalian tidak berniat buat merampok rumah ini.. ?" tanya claudia curiga.
"Non bisa tanyakan pada mbok ipah. Karena mbok ipah juga mengenal kami. !" ucapnya.
Claudia yang masih tidak percaya akhirnya memanggil mbok ipah untuk memastikan kebenaran itu.
"Iya non, ada yang bisa mbok bantu.. ?" tanya mbok ipah.
"Apa benar leon suruh mereka buat awasin rumah agar gue nggak keluar rumah mbok.. ?"
"Maaf non, tapi memang tadi sebelum den leon keluar, den leon berpesan sama mbok agar jagain non dan melarang non buat keluar dari rumah. Dan juga, den leon menyuruh mereka berdua buat menjaga rumah non.!" jelas mbok ipah.
Claudia yang begitu kesal dan tak terima dengan semua perlakuan leon akhirnya masuk kedalam rumah dengan terpaksa.
Tak berselang lama, leonpun pulang. Setelah memasukkan motornya kedalam, leon bergegas masuk kedalam rumah.
Sedangkan claudia yang mendengar kepulangan leon segera berlari menghampiri leon.
"Leon... !" panggilnya.
Sedangkan leon tak mengindahkan panggilan claudia dan lebih memilih untuk mengambil air dari dalam kulkas.
"Maksud lo apa, nyuruh dua orang itu buat kurung gue di dalam rumah ha.. ?" tanya claudia sewot.
"Hmm. !!" gumam leon tak perduli dengan ocehan claudia.
"Leon...lo mau kemana.. ? gue belum selesai... !"
"Apa lagi ha.. ? kalau gue bilang lo nggak boleh keluar ya lo nggak boleh keluar. Lo tinggal diam dirumah, gampangkan.. ?" ucap leon.
"Lo nggak bisa kurung gue dirumah sesuka lo.. !"
"Kanapa nggak bisa.. ? Gue suami lo jadi gue bisa lakuin apa aja ke elo. Oh ya jangan coba coba lo ngadu ke kakak lo itu kalau lo nggak mau gue talak.. !" ancam leon membuqt claudia semakin kesal.
"Leon... !" teriaknya.
Namun leon masih tak memperdulikannya dan malah masuk kedalam kamar meninggalkan dirinya yang marah.
"Hah.... ini semua gara gara eliza. Karena eliza leon masih nggak anggep gue dan sekarang leon berani buat kurung gue dirumah. Hah... " teriak claudia yang marah besar dan membanting semua barang yang ada dimeja ruang keluarga.
Claudia tak pernah menyangka jika leon akan semakin memperlakukannya selayaknya tahanan yang tak akan pernah mendapatkan perlakuan baik.
__ADS_1