
Eliza saat ini sedang duduk sambil menunggu afnan, karena mereka akan pergi kepesantren.
"Af..cepetan dong..! Ini udah siang..!" panggil eliza.
"Iya iya..oh ya nanti kita ke loundri dulu ya. !" ucap afnan sambil membawa sebungkus baju untuk dibawa ke loundri.
"Ya udah ayo berangkat.!" ucap eliza. Dan mereka pun pergi dari rumah menuju kepesantren.
Dilain sisi.
Klara kini sedang melihat keseluruh isi rumah yang baru saja ia beli. Sedangkan david membantu memasukkan beberapa barang klara.
"Gimana klar..? Lo suka sama rumahnya..?" tanya david.
"Ya meskipun nggak terlalu besar, tapi lumayan lah..! Oh ya gue udah pesen makanan, kita makan dulu..!" ucap klara.
Klara berjalan menuju kejendela yang menghadap langsung kerumah afnan dan eliza. Ia melihat afnan yang pergi dengan eliza.
"Sepertinya kita punya tetangga baru..!" ucap eliza pada afnan.
"Ya bagus dong. Jadi kamu nggak akan selalu ngomel karena kesepian..!" ucap afnan.
"Mana ada gue ngomel.! Lagian kalau gue protes karena nggak punya tetangga kan semua gara gara lo beli tanah kok lebar lebaran. Kan jadi kita jauh dari tetangga. Habis itu banyak pohonnya lagi.!" ucap eliza.
"Kita beli tanah lebar itu kan buat investasi masa depan dan lagi kalau soal pohon, ini kan pohon kelengkeng jadi nanti kalau pohonnya berbuah. Kita bisa panen buahnya dan bisa kita jual.!" ucap afnan.
"Iya iya..!" ucap eliza.
"Bagus deh kalau mereka pergi, dengan begini gue bisa siapin rumah tanpa dilihat mereka kalau claudia dan david yang bantuin gue." ucap klara.
Dilain tempat.
Nadira membonceng di motor rizky yang berjalan menuju ke pesantren, nadira yang masih merasa malu dan juga gugup tidak berani untuk berpegangan pada rizky.
Sedangkan rizky yang ingin nadira memeluknya dengan sengaja ia melewati jalan yang berlubang hingga membuat nadira terkejut dan langsung memeluk rizky.
"Maaf neng, mas nggak tahu kalau didepan tadi ada lubang..! " ucap rizky berbohong.
"Nggak papa kok mas..!" ucap nadira dan hendak melepaskan pelukannya pada rizky. Namun rizky segera menarik tangan nadira agar memeluknya lagi.
"Pegangan aja, nanti kamu jatuh..!" ucap rizky.
Nadira hanya bisa menahan rasa geroginya dan juga detak jantungnya yang berdetang dengan cepat.
Semoga aja mas rizky nggak denger suara jantungku..! Ucap nadira.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian mereka pun sampai dipesantren dan bersamaan dengan eliza dan afnan yang juga baru saja sampai.
"Assalamu'allaikum gus, ning.!" ucap nadira dan rizky.
"Wa'allaikum salam ustadz, neng.!" jawab afnan dan eliza.
"Mari gus, kita ke kelas santri putra..! " ajak rizky.
Dan kedua pria itupun pergi meninggalkan eliza dan nadira berdua.
"Wah..tadi gue lihat lo udah berani buat peluk ustadz rikzky ya..?" ucap eliza membuat nadira semakin malu.
"Emh sebenarnya aku juga masih gugup el, bahkan jantungku rasanya mau copot saat mas rizky pegang tanganku tadi..!" ucap nadira jujur.
"Hhh...nanti lo juga pasti biasa kok, dengan berjalannya waktu..!" ucap eliza yang menyemangati nadira.
"Ya sudah, gue tinggal kerumah umi dulu ya. Kalau lo mau ikut bantu ngajar santri sama ustadzah kan..?" tanya eliza.
"Iya, ya sudah aku juga akan keruang kelas santri. Assalamu'allaikum.!" ucap nadira yang kemudian pergi.
"Wa'allaikum salam.!" jawab eliza yang kemudian pergi kerumah umi.
"Assalamu'allaikum umi.!" ucap eliza.
"Emh..gimana ya..? Ok deh eliza ikut..! " ucap eliza yang akhirnya ikut pergi uminya kerumah ibu ibu yang akan mengadakan yasinan rutin.
Waktupun berlalu, dan adzan asar berkumandang. Afnan dan rizky segera berjalan untuk mengambil wudhu, begitu juga dengan para santri.
Seusai afnan dan rizky sholat, mereka pun berbincang bincang.
"Emh gus..!" ucap rizky pelan.
"Iya..?"
"Saya mau minta saran nih gus..!" ucap rizky lagi.
"Saran tentang apa..?" tanya afnan.
"Emh ini soal masalah pribadi, jadi apa kita bisa bicara diruang perpustakaan sebentar gus..?" tanya rizky yang disetujui afnan.
"Jadi, masalah apa..?" tanya afnan.
"Gini gus, se..semalam aku sedang mengurus data data para santri, dan neng nadira menghampiri ku. Aku tidak tahu jika ternyata neng nadira sudah menyiapkan dirinya. Dan aku malah mengabaikannya. Dan aku berniat untuk meminta maaf tapi aku bingung bagaiman caranya agar neng nadira tidak merasa kesal lagi denganku..!" ucap afnan.
"Hmm..gimana ya..? Gini aja, nanti malam kamu siapin diner romantis dirumah, dan saat diner baru kamu coba buat meminta maaf.!" saran afnan.
__ADS_1
"Emh..baiklah akan saya coba. Makasih ya gus..!" ucap rizky.
"Hhh..sama sama..!" ucap afnan.
Dilain tempat.
Klara sedang merasa bosan dirumah sedangkan afnan tidak juga pulang pulang karena ia sudah tidak sabar untuk melihatnya.
"Ah..gue punya ide..! Gue akan pesan kue, dan gue bawa kerumahnya sebagai tanda perkenalan sebagai tetangga baru..!" ucapnya yang kemudian segera pergi ketoko roti untuk membeli kue.
Dilain tempat.
Eliza saat ini sedang bersalaman dengan para ibu ibu, setelah acara yasinan rutin mereka selesai.
"Waah.. Selamat ya bu yai, sebentar lagi udah mau jadi nenek..!" ucap salah satu ibu.
"Iya terima kasih bu.." ucap umi.
"Iya bu yai, saya aja sampai sekarang masih belum dapat cucu dari anak saya..!" curhat salah satu ibu lagi.
"Giman mau punya cucu kalau anaknya masih terlalu fokus kerja dan belum menikah bu..?" ujar ibu disebelahnya.
"Nah ya itu yang bikin saya bingung..! Menurut bu yai baiknya gimana ya bu..?" tanyanya.
"Saat anak kita sudah mampu untuk menikah, kita harus segera menikahkannya. Seperti, sudah memiliki pekerjaan dimana sebagai pria, ia akan menjadi kepala rumah tangga dan juga harus menafkahi keluarganya kelak. Nah dalam kasus ini, anak ibu kan udah kerja dan bahkan sudah bisa beli rumah sendiri. Coba ibu tanya, apa dia sudah punya seorang wanita yang ada dihatinya atau belum. Kalau sudah ibu harus menyegerakan untuk melamar gadis itu. Namun jika belum, ibu bisa coba memberikan beberapa kenalan gadis pada anak ibu semoga saja anak ibu setuju. Karena jika ia masih belum menikah takutnya ia bisa tergoda untuk melakukan hal yang dosa.!" jelas umi panjang lebar.
"Iya umi, coba nanti biar saya bicarakan dengan anak saya umi. Terima kasih ya umi atas sarannya."
"Iya sama sama. Kalau begitu saya dan anak saya permisi pulang dulu. Wassalamu'allaikum.!" ucap umi.
"Wa'allaikum salam..!" jawab mereka.
"Wassalamu' alaikum..!" ucap eliza.
"Wa'allaikum salam neng..!" jawab mereka lagi.
Dilain tempat.
Klara senantiasa menunggu afnan pulang sambil terus memandang kue coklat yang telah ia siapkan untuk afnan.
"Kenapa lama banget sich..!" ucapnya yang mulai bosan.
"Tapi nggak papa. Gue yakin setelah afnan gue kasih kue ini dia pasti akan mulai melirik gue.!" ucapnya.
"Oh ya, lebih baik gue siap siap..! " ucapnya lagi dan segera bersiap berganti baju dan juga merias wajahnya secantik mungkin untuk menyambut kepulangan afnan.
__ADS_1