Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 90


__ADS_3

Eliza masuk kedalam rumah, ia begitu terkejut dengan keberadaan umi dan abi yang sedang duduk di sofa bagian ruang tamu.


"Umi, abi..? " Ucap eliza.


"Bagaimana nak..? Apa kamu suka rumahnya..? " tanya abi.


"Ha..? I.. iya, eliza suka kok bi. Ta.. tapi, abi sama umi nggak marah sama eliza..? " tanya eliza.


"Marah kenapa nak..? " tanya abi yang malah jadi ikut kebingungan.


"Ya, karena eliza menolak untuk tinggal di pesantren..! "


"Hhhh... Tentu saja tidak. Kami mengerti, kalau kamu masih perlu waktu untuk memulihkan diri kamu. Makannya sekarang kami disini..! " ucap umi sambil mengusap kepala eliza penuh sayang.


"Lalu, gimana sama afnan..? " tanya eliza sambil memperhatikan sekitar, berharap jika afnan juga ada disana.


"Emh.. Nak, kita harus pulang dulu. Soalnya umi sama abi harus mengurus pesantren. Umi sama abi pamit pulang dulu ya...! " ucap umi yang malah menghindar dari pertanyaan eliza.


"Assalamu'alaikum..!! " pamit abi dan umi.


"Wa'allaikum salam..! " jawab eliza dengan raut wajah sedih karena ia mengira jika umi dan abi tidak ingin menjawabnya karena tahu jika afnan marah padanya.


"Eliza..! "


"Iya bi..? "


"Anak kamu sudah tidur, bibi sama paman pulang dulu ya. Soalnya masih banyak pekerjaan kantor yang harus kami kerjakan. Tapi kamu tenang aja, umi kamu udah siapin makanan di dapur. Nanti tinggal kamu panasin kalau kamu mau makan. Dan kalau anak kamu nanti malam rewel atau gimana, kamu langsung telfon bibi ya..! " ucap bibi eliza.


"Iya bi, makasih..! " ucap Eliza.


"Iya sama sama..! Assalamu'alaikum..!! "


"Wa'allaikum salam..! " jawab eliza.


Setelah kepulangan paman dan bibinya eliza segera berjalan menuju ke kamar dimana anaknya berada. Di saat ia membuka pintu kamar, ia kembali dikejutkan dengan keberadaan afnan yang tertidur disamping anaknya.


"Afnan..? " ucap eliza.


"Hai..! " sapa afnan sambil tersenyum manis.


"Kenapa lo bisa ada disini..? " tanya eliza.


"Ya bisa aja..! Kan ini rumah ku dan kamu..! "


"Maksud lo apa.? Bukannya rumah ini paman yang beli buat gue..? "


"Hhhh.. ya tentu aja bukan, sayang...! Rumah ini aku yang beli dengan uang hasil penjualan rumah kita yang dulu..! " terang afnan membuat eliza merasa ia mendapat kejutan terlalu banyak hari ini.

__ADS_1


Eliza menghela nafasnya dan berjalan menuju kelemari bajunya dan mengambil tas dan juga kopernya.


"Kamu mau ngapain..? " tanya afnan sambil menahan tangan eliza.


"Gue mau beresin baju gue..! "


"Untuk apa..? Kita bisa tinggal disini denganku dan juga anak kita el..! " ucap afnan.


"Kapan sich lo bisa ngerti af..? Kita nggak akan bisa bersama lagi seperti dulu..! " teriak eliza.


"Kenapa tidak bisa..? Dan sampai kapan kamu akan selalu menyalahkan diri kamu sendiri el.? Kamu nggak bisa terus terusan seperti ini..!" bentak afnan.


"Hiks.. Lo tau..? Gue juga nggak mau ini terjadi. Tapi lo harus tau af..! Dengan lo masih mempertahankan hubungan ini, lo akan ditertawakan orang orang..! Seorang gus pondok pesantren ternama memiliki seorang istri yang sudah diperkosa orang..! Hiks.. hiks..!! " teriak eliza dengan isak tangisnya.


"Aku nggak peduli sama orang lain. Aku yang jalani hidup ini, aku juga yang akan merasakan senang susahnya dalam hubungan ini. Lalu untuk apa kita perdulikan pendapat orang orang itu el..? "


"Hiks..! Jangan bodoh af..! Bukan hanya lo yang akan ditertawakan bahkan bisa saja pesantren akan terancam hancur..! "


"Aku rela jadi bodoh untuk bisa tetap bersamamu el..! " ucap afnan sambil memeluk eliza erat.


Sedangkan eliza menangis dalam pelukan afnan. Ia merasa bingung harus berbuat apa.


"El, kamu mau kan memulai semuanya dari awal..? Kita mulai keluarga kita dari awal lagi dengan anak kita..? " ucap afnan yang masih memeluk eliza.


"Hiks..! Iya..! Terima kasih..! Lo masih mau menerima gue, meskipun gue hiks.. hiks..! Kotor..! "


"Gue janji..!! " ucap eliza yang kemudian membalas pelukan afnan.


Eliza memantapkan dirinya sendiri untuk melupakan semua yang lalu. Dan memulai kembali kehidupannya yang baru bersama afnan dan juga putranya.


Hari pun berganti.


Eliza terbangun dari tidurnya dan melihat suaminya dan anaknya yang masih lelap tertidur. Sungguh pemandangan yang menghangatkan hati.


Eliza beranjak dari kamarnya menuju ke dapur untuk membuatkan sarapan suaminya. Sedangkan afnan yang mendengar suara bising pun terbangun dari tidurnya.


"Eliza..? " panggilnya namun ia tidak melihat istrinya di sampingnya.


Afnan yang ketakutan jika terjadi sesuatu pada istrinya segera meletakkan bantal di kedua sisi anaknya, dan segera keluar kamar untuk mencari istrinya itu.


"Eliza..!! " panggil afnan dengan panik.


"Iya..? " jawab eliza dengan sebuah ikan goreng ditangannya.


"Hah..! " helaan nafas lega afnan setelah menemukan keberadaan istrinya. Dan afnan pun langsung memeluk istrinya, membuat eliza terkejut.


"Ada apa..? " Tanya eliza bingung.

__ADS_1


"Aku takut kamu tadi meninggalkan ku..! " jawab afnan dan mulai melepaskan pelukannya.


"Hhhh.. mana mungkin..? Gue kan udah janji sama lo. Dan lagi pula gue cuma pergi dari kamar buat masak sarapan doang kok..! " ucap eliza yang tak habis pikir dengan rasa takut suaminya yang semakin parah.


"Kenapa kamu masak sendiri.? Kamu kan bisa bangunin aku, biar aku aja yang masak..! Tubuh kamu belum sepenuhnya pulih, kamu masih butuh istirahat yang banyak..! "


"Iya iya..! Udah yuk, makan dulu..! Sebelum pengganggu kecilnya bangun..! " ucap eliza yang meletakan ikan goreng itu ke atas meja dan mulai mengambilkan afnan makanan.


Aku senang kamu kembali bisa tersenyum seperti dulu el. Teruslah tersenyum, aku akan berusaha seumur hidupku untuk mempertahankan senyum dan tawamu. Ucap afnan dalam hati sambil terus memperhatikan istrinya itu.


Seusai sarapan, eliza duduk di sisi ranjang sambil memangku anaknya sambil menunggu umi yang akan datang untuk membantunya memandikan anaknya itu.


"Assalamu'alaikum..! " ucap umi dari luar kamar eliza yang memang pintunya dibuka.


"Wa'allaikum salam. Umi udah dateng.? " jawab eliza.


"Iya, dan bibi kamu juga ada disini..! " ucap umi yang kemudian tidak lama setelahnya bibi eliza ikut masuk.


"Bibi.? Eliza kura bibi nggak akan kesini..! " ucap eliza.


"Ya mana mungkin bibi nggak kesini..? Bibi itu nggak bisa sehari aja nggak lihat cucu bibi yang ganteng ini...! " ucapnya.


"Oh ya nak, kamu udah mandi belum..? " tanya umi.


"Belum mi, soalnya eliza masih kesulitan untuk mandi..! " jawab eliza.


"Ya udah umi panggilin afnan dulu..! "


"Bu.. buat mi..? " tanya eliza was was.


"Ya buat bantuin kamu mandi.. ! Afnan..!! " panggil umi yang tak lama kemudian afnan datang.


"Emg nggak usah mi. Kan ada bibi yang bisa bantuin eliza.! " ucap eliza mencoba menolak.


"Bibi nggak bisa. Bibi juga mau mandiin cucu bibi sama umi kamu..! " tolak bibinya.


"Ada apa mi..? Kok panggil afnan..? " tanya afnan yang bingung. Apalagi setelah melihat wajah eliza yang begitu memelas.


"Ini, kamu bisa bantuin eliza mandi kan..? Soalnya eliza kan baru aja di operasi. Jadi dia masih kesulitan buat mandi.! " jelas umi.


"Emh.. umi tenang aja. Eliza udah bisa mandi sendiri kok..! " ucap eliza panik.


"Iya umi, lagian afnan juga nggak ngapa ngapain kok..! " ucap afnan menerima perintah umi nya.


Sedangkan eliza bingung harus bagaimana..! Meskipun afnan suami sahnya, tetap saja ia merasa malu jika afnan melihat tubuhnya tanpa busana.


Lain hal dengan afnan yang malah merasa senang melihat istrinya yang begitu ketakutan dan bingung.

__ADS_1


__ADS_2