
Nadira masih sibuk mencari lahan yang cocok untuk ia dan rizky gunakna untuk berjualan.
"Neng..!" ucap rizky.
"Iya mas..?"
"Sepertinya itu tempat yang cocok untuk kita jualan.!" ucap rizky sambil menunjuk sebuah tempat kosong.
"Iya mas, itu kelihatannya ramai karena dekat dengan pintu masuk..!" ucap nadira setuju.
"Ya sudah, kamu tunggu disini ya..! Mas akan minta ijinnya dulu..!" ucap rizky yang kemudian pergi meninggalkan nadira seorang diri.
Tak lama kemudinan ada beberapa pria mendekati nadira, mereka menapat nadira dengan pandangan yang tidak baik. Sehingga nadira merasa ketakutan dan merasa tidak nyaman.
"Kok sendirian neng..? Pacarnya mana..? Gimana kalau abang temenin..? Di tempat seperti ini, nggak bagus kalau sendirian..!" ucap pria itu.
"Menjau dari ku.!" ucap nadira yang mulai ketakutan.
"Jangan takut, abang nggak jahat kok..!" ucapnya lagi.
"Hei..siapa kalian..?" teriak afnan membuat segerombolan pria itu berbalik menatapnya.
"Kamu yang siapa..? Kamu pacarnya..?" tanya salah satu pria itu.
"Kelihatannya bukan, coba kalian lihat wanita yang dibelakangnya. Kelihatannya dia isyrinya dan tengah hamil.!" ucap mereka lagi.
"Kalau kamu bukan siapa siapa cewek ini lebih baik kamu pergi deh..!" ucap mereka.
"Saya suaminya..! Kalian mau apa, dengan istri saya..?" ucap rizky yang tiba tiba ada dibelakang nadira.
"Ih jadi dia sudah bersuami..? Ah tidak seru..! Ayo kita pergi..!" ucap mereka yang langsung meninggalkan nadira setelah tahu jika nadira sudah bersuami.
"Terima kasih gus, kamu sudah menghentikan mereka untuk berbuat jahat sama neng nadira..!" ucap rizky.
"Sama sama. Kalian kesini, jalan jalan juga..?" tanya afnan.
"Nggak gus, kita kesini buat cari lapak untuk jualan.!" jawab rizky.
"Jualan..? Tapi kalian masih mengajar di pesantren kan..?" tanya afnan.
"Iya gus, kita jualan karena kita mau menabung untuk masa depan hidup kami gus..!" jelas rizky.
"Ya aku mengerti, kalau kalian butuh bantuan jangan sungkan buat bilang ya..!" ucap afnan.
__ADS_1
"Iya gus. Sekali lagi makasih ya gus..!" ucap rizky.
"Iya sama sama. Kalau gitu, aku dan eliza pergi pulang dulu ya..?" ucap afnan.
"Iya gus..!"
Merekapun berpisah, afnan dan eliza pergi menuju rumah mereka saat waktu semakin malam.
"Afnan..!"
"Iya..?" jawab afnan.
"Gue pengen banget kemakam mama dan papa..!" ucap eliza pelan.
"Emh..gimana kalau besok siang setelah pulang dari pesantren..?" tawar afnan.
"Iya..!"
Mereka pun akhirnya pulang dengan hati yang dipenuhi kebahagiaan meskipun apa yang mereka lakukan itu sangatlah sederhana.
Keesokan harinya.
Afnan seusai melaksanakan sholat subuh langsung membantu eliza yang sedang memasak, karena akhir akhir ini eliza semakin sering capek.
"Sebelum kita kepesantren, nanti kita ke dokter kandungan dulu ya. Aku pengen lihat perkembangannya..!" ucap afnan sambil mengusap lembut perut eliza yang semakin membesar.
Mereka pun bergegas memakan sarapan mereka. Saat sedang sarapan tiba tiba terdengar suara ketukan dari luar.
Eliza pun segera membukannya dan melihat, siapakah yang pagi pagi bertamu.
"Lo lagi. Emang lo nggak bosen ya, ganggu pagi gue yang cerah. Selalu aja kalau lo datang pagi gue langsung jafi suram tau nggak..!" ucap eliza yang bosan melihat lagi lagi klara yang datang kerumahnya.
"Aku kesini cuma mau kasih ini kekamu..! Sebagai permintaan maafku. Aku benar benar nggak bermaksut buat kamu dan mas afnan bertengkar. Tolong kamu terima ya kue dariku..!" ucap klara.
Tanpa curiga, eliza pun menerima kue pemberian klara membuat klara tersenyum senang.
"Udah gitu aja kan..? Sekarang lo bisa pulang.!" ucap eliza yang tidak ingin klara terlalu lama dirumahnya.
"Ok, aku pulang. Tapi jangan lupa buat memakannnya ya..!" ucap klara yang kemudian pergi.
Makanlah kue pemberianku itu bahkan kalau bisa sampai habis. Agar janin dalam kandunganmu akan mati. Dengan begitu mas afnan akan menyalahkanmu karena tidak becus menjaga anaknya. Jadi aku akan mendapatkan kesempatan untuk mendekati mas afnan. Ucap klara dalam hati.
"Siapa el..?" tanya afnan.
__ADS_1
"Biasa, klara..!"
"Ngapain lagi..?"
"Minta maaf sama ngasih kue..!"
"Ooh ya udah, ayo kita ke dokter lalu kita kemakam mama sama papa.!" ajak afnan.
"Ya udah tunggu sebentar. Gue ambil tas dulu..!" ucap eliza sambil menaruh kue dari klara di atas meja.
"Ayo kita berangkat..!" ucap eliza setelah mengambil tas dan juga henfonnya.
Sedangkan klara masih memantau eliza dari jendela rumahnya.
"Kenapa dia kelihatan biasa aja..? Gue yakin dia udah makan kuenya, karena dia suka benget sama kue. Atau mungkin obatnya belum bereaksi..?" tanya klara pada dirinya sendiri.
Eliza dan afnan merasa tak sabar untuk bisa melihat perkembangan dari anak mereka. Eliza sudah mulai gugup saat ia masih diruang tunggu.
"Ibu eliza..! Silahkan masuk..!" ucap suster yang membuat eliza kaget dan cepat cepat masuk kedalam ruang pemeriksaan.
Dokter mulai memeriksa perut eliza dengan perlahan dan gambar janin eliza mulai terlihat didalam layar.
"Apa kau ingin mendengar detak jantungnya..?" tanya dokter itu yang langsung menunjukkan suara detak jantung bayi eliza.
Eliza dan afnan yang mendengarnya merasa begitu bahagia, karena ini pertama kalinya mereka mendengar detak jantung anak mereka. Mereka sekarang merasa ingin segera melihat anak mereka lahir.
"Nah jika kalian ingin tahu jenis kelamin anak kalian, kalian bisa datang bulan depan ya..!" ucap dokter itu membuat eliza semakin tak sabar.
"Iya dok terima kasih banyak.!" ucap afnan.
"Iya sama sama, oh ya saya sudah resepkan vitamin untuk ibu eliza. Kalian bisa menebusnya diapotik ya.!" ucap dokter itu sambil memberikan secarik kertas pada afnan yang berisikan resep obat untuk eliza.
"Terima kasih dok, kalau gitu kami permisi dulu..!" ucap afnan yang kemudian keluar dari ruangan bersama dengan eliza.
Setelah menebus obat di apotik, afnan dan eliza menuju kemakam mama dan papa eliza. Tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai dimakam mereka.
"Af..!" ucap eliza pelan.
"Iya...? Kenapa..?"
"Gue..hiks..gue..kangen banget sama mama papa..hiks..!" ucap eliza sambil memeluk batu nisan mamanya.
"Sudah jangan nangis. Oh ya, kamu nggak mau kasih tahu ke mama dan papa soal cucu mereka..?" ucap afnan agar eliza bisa lupa dengan kesedihannya.
__ADS_1
"Oh iya hampir lupa.! Mama papa, eliza punya kabar bahagia buat kalian. Kalian sebentar lagi akan punya cucu, tadi eliza udah dengerin detak jantungnya dan bulan depan baru bisa lihat jenis kelaminnya. Oh ya ma, pa eliza kangen sama kalian. Eliza sekarang akan do'ain kalian terus karena sekarang eliza udah lancar sholat dan baca al qur'annya, semuanya karena bantuan menantu kalian.!" ucap eliza membuat afnan ikut merasa sedih melihat eliza yang begitu rindu dengan orang tuanya.
Semoga dengan kehadiran anak kita nanti akan menambah kebahagian kita eliza. Agar kamu tidak meneteskan air mata lagi. Ucap afnan dalam hati.