Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 81


__ADS_3

Eliza terbangun saat mendengar suara langkah kaki yang lagi lagi mendatanginya. Ingin rasanya ia berharap agar orang yang mendatanginya adalah afnan, namun lagi lagi ia harus menelan rasa kecewa nya karena orang yang datang adalah claudia.


"Sudah bangun..? Hah... lo terlihat pucat dan juga bekas luka di wajah lo benar benar terlihat begitu indah...!" ucap claudia sambil mencengkram kuat rahang eliza membuat luka di sudut bibir eliza kembali berdarah.


"Mau apa lagi lo..? Apa lo masih belum puas..? " ucap eliza dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Belum..! Gue akan puas saat gue melihat sendiri kehancuran lo..! Hhhhhh....! " ucap claudia dengan tawanya.


Dilain tempat.


Afnan dan kedua temannya sudah keluar dari mobil dan masih memantau keadaan, untuk memastikan mereka bisa masuk kedalam rumah itu.


"Penjaganya terlalu banyak, bagaimana kita bisa terobos masuk..?" tanya radit yang sedari tadi masih saja ketakutan.


"Aku punya rencana...! " ucap rizky yang membuat kedua pria itu beralih menatapnya.


"Bagaimana..? " tanya afnan.


"Kita butuh bantuan..! Emh.... mungkin seorang wanita untuk menarik para penjaga agar meninggalkan pintu masuk..! " ucap rizky.


"Tapi siapa..?" tanya afnan.


"Ah aku tahu...! Aku mengenal seseorang di dekat sini. Dan dia pasti bisa membantu kita..! " ucap radit cepat.


Radit segera berlari mencari seseorang yang ia maksud tadi. Sedangkan afnan dan rizky menatap kepergian radit dengan raut bingung mereka.


Tak lama kemudian, radit kembali dengan seorang wanita yang berpakaian sexy dan dengan sebuah botol botol yang ada di belakang punggungnya.


"Nah...! kenalin ini juminten, dia penjual jamu yang sudah terkenal di sini. Bahkan aku juga sering membeli jamunya. Rasanya segar banget..! " jelas radit dengan pikirannya yang terbayang akan kamu racikan juminten.


"Halo akang, nama saya teh juminten. " ucap juminten yang dibalas anggukan dari afnan dan rizky.


"Lalu..? Untuk apa kamu membawa juminten kemari..? Kita mau menyelamatkan eliza bukannya meminum jamu..! " ucap afnan yang memang sudah tak sabar untuk segera menemukan eliza.

__ADS_1


"Oh kak afnan, semenjak kakak ipar menghilang sepertinya kecerdasan mu juga ikut menghilang..! " ejek radit yang baru pertama kali melihat afnan tidak bisa menebak rencananya.


"Apa maksudmu...? " tanya afnan yang terlihat kesal pada radit.


"Jadi gini..! Tadi ustadz rizky kan bilang kalau kita butuh bantuan untuk membuat para penjaga itu pergi dari pintu kan..? Nah ini dia..! Juminten bisa membantu kita. Tapi aku punya ide yang jauh lebih keren...! " ujar radit dengan senyum liciknya.


"Bagaimana..? " tanya rizky.


"Juminten.. ! kamu punya obat yang bisa bikin sakit perut nggak..? " tanya radit.


"Apa kamu berniat buat racunin para penjaga itu..? Kalau iya, aku tidak setuju. Lebih baik aku maju sendiri dan melumpuhkan mereka..! " tolak afnan.


"Tidak bisa kak, jika kita langsung menyerang mereka. Bisa saja orang yang menculik kak eliza akan membawa kak eliza pergi lagi atau bahkan melukainya. " ucap radit.


"Iya gus..! Yang dikatakan radit, ada benarnya. Kita tidak bisa gegabah menyerang mereka... ! Jika kita nekat menyerang mereka terlebih dahulu, kita bisa membahayakan keselamatan neng eliza.! " tambah rizky.


"Jadi bagaimana ini teh..? " tanya juminten yang bingung dengan perdebatan tiga pria di depannya itu.


"Hah.. baiklah, mbak juminten bisa bantu kami..!" ucap afnan yang tidak punya apilihan lain.


Dan dibalas anggukan oleh afnan. Radit pun segera memberitahu kepada juminten, rizky dan juga afnan akan rencanannya.


Setelah mendengarkan rencana dari radit, juminten segera menjalankan perannya. Ia mulai berjalan mendekat ke arah para penjaga itu.


"Jamu.. jamu...! Jamunya kang..! " teriak juminten membuat ke enam pria itu beralih menatap ke arah juminten.


"Akang akang minum jamu dulu dong..!" teriak juminten lagi agar mereka mau meminum jamunya.


"Wah..! Ada Jamu nih, minum Jamu kelihatannya seger nih..! Saya mau dong neng, satu..! " ucap salah satu pria itu.


"Gue juga neng..! " ucap pria dengan tubuh besar yang ikut mendekat ke arah juminten.


"Kita semua juga mau..! "

__ADS_1


Dan alhasil semua pria dengan tubuh kekar itu sibuk meminum Jamu dari juminten dan melupakan tugas mereka untuk menjaga di depan pintu vila.


Hal itu dimanfaatkan afnan dan juga ke dua temannya untuk masuk kedalam vila. Mereka bertiga mengendap endapan memasuki vila dan berusaha mencari ruangan yang mungkin saja eliza berada di dalamnya.


Di lain tempat.


Klara sedang makan dengan claudia dan juga david di ruang makan sambil membicarakan eliza.


"Sekarang kalian mau apakan eliza..? " tanya david.


"Kalau gue sich, kita biarin aja dia disini. Toh dia nggak akan mungkin bisa bebas. Dan kita bisa pulang. Soalnya gue mau nyusun rencana baru lagi buat deketin afnan yang pastinya sedang sedih saat ini. " ucap Klara.


"Itu masih kurang seru klar, gimana kalau kita bawa eliza kembali. Tapi bersamaan dengan itu kita juga menyebar luas kan foto saat kak david menyentuhnya. Gue jamin, hidup eliza akan sangat hancur...! " ucap clara.


Ya pria yang telah menyentuh eliza adalah david. Ia sengaja memakai topeng agar eliza semakin terpuruk karena tubuhnya kotor dan tidak mengetahui siapa pelakunya.


"Tidak, gue nggak setuju. Bisa saja, nantinya afnan akan tetap menerima eliza. Apalagi eliza masih mengandung anak afnan." ucap Klara cepat.


"Tapi kita tidak bisa tinggalin dia disini..! Jangan sampai dia mati disini, gue nggak mau berurusan sama polisi..! " ucap david.


"Hah... Ok, kita tetap tempatin eliza disini. Tapi eliza sudah tidak makan dua hari, kalian pikir dia nggak akan mati..? " ucap claudia.


"Ya, itu salah dia sendiri. kita udah suruh buat dia makan, tapi dia selalu menolaknya..! " ucap Klara.


"Udah udah, biar gue yang suruh dia makan. Gue nggak mau dia mati dan gentayangin gue..! " ucap david yang segera mengambilkan sepiring makanan dan juga minuman untuk eliza.


Dilain tempat.


Afnan dan dua temannya masih menyusuri vila yang begitu besar dengan mengendap endap dan bersembunyi jikalau ada penjaga lainnya yang ada di dalam vila.


Saat mereka hendak mengecek ruangan lainnya tiba tiba mereka melihat seorang bertopeng yang sedang membawa makanan ditangannya.


Ketiga pria itu segera bersembunyi dan memperhatikan kepergian pria itu. Setelah kepergian orang itu, mereka bertiga keluar dari persembunyian mereka.

__ADS_1


"Aku yakin, kalau kakak ipar eliza benar benar ada di sini. Tapi kenapa orang tadi pakai topeng ya, kan ini di dalam vila..? " bisik radit yang masih bingung dengan orang yang baru saja mereka lihat.


Tiba tiba dari arah belakang mereka, terlihat seseorang yang melihat mereka. Dan terlihat terkejut sekaligus panik karena kedatangan orang yang tidak ia sangka.


__ADS_2