
Radit berlari menuju ke kamar dimana eliza berada. Ia yang merasa abi dan afnan terpojok kan segera mencari eliza. Agar eliza bisa membuat keadaan membaik.
"Kakak ipar..!! " panggilnya.
"Ada apa dit..? Kenapa lo lari larian gitu? Emang lagi ada yang ngejar lo..? Trus kenapa lo nggak ucapin salam dulu..? " ucap eliza yang merasa bingung karena radit tiba tiba masuk kedalam kamar dan memanggilnya sambil terengah engah.
"Assalamu'alaikum..!! " ucap radit setelah mendengar teguran dari kakak iparnya itu.
"Wa'allaikum salam. " jawab eliza dan nadira.
"Kakak ipar gawat..! "
"Gawat kenapa..? "
"Semua orang mempertanyakan keberadaanmu. Paman dan kak afnan entah kenapa hanya dima saja dan tidak memberitahu mereka jika kamu ada disini..! "
Eliza terdiam dan teringat dengan apa yang ia minta pada afnan agar tidak memberitahu orang lain tentang keberadaannya.
Jadi dia benar benar memenuhi permintaanku. Ucap eliza dalam hati. Ia juga mengingat semua perkataan afnan padanya jik ia tidak perlu mendengar pendapat orang tentang hubungan mereka. Karena sampai kapanpun pernikahan mereka akan tetap bertahan sampai maut memisahkan.
"Gue akan ke sana.! " ucap eliza membuat nadira terkejut sekaligus bingung. Ia tahu kenapa afnan fadi memintanya untuk membawa eliza masuk kedalam kamar tanpa ketahuan orang lain. Tapi sekarang eliza sendiri yang ingin keluar.
"Eliza..! Apa kamu yakin mau ke sana..? " tanya nadira khawatir.
Eliza tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya. Ia pun segera pergi ke ruangan aula dimana acara itu berada.
"Saya ada disini..!! " ucap eliza lantang, membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka padanya.
"Eliza..? " gumam afnan yang khawatir dengan keadaan istrinya yang malah datang ke sana.
"Saya ada disini.! Sekarang kalian bisa lanjutkan acaranya kan..? " ucap eliza yang kini berdiri di samping suaminya yang sedang menggendong anak mereka.
"Kenapa kamu keluar..? " bisik afnan.
"Gue ingat, ada orang yang berkata sama gue. Kalau kita tidak boleh terus terusan bersembunyi dari keadaan buruk. dan kita tidak perlu mendengarkan pendapat buruk orang tentang kita. " jawab eliza membuat afnan tersenyum.
Ia senang karena eliza mau berusaha melawan rasa takut dan trauma nya itu.
"Tapi sebelum itu, bisakah kami memberi beberapa pertanyaan kepada neng eliza..? " tanya salah seorang wali santri.
"Tidak..! " ucap tasya yang langsung di hentikan eliza dengan mengangkat telapak tangannya.
__ADS_1
"Katakan..! " ucap eliza tanpa keraguan.
Ia sadar, jika ia terus bersembunyi. Masalahnya tidak akan pernah terselesaikan dan bahkan orang orang di sekitarnya yang malahan akan terbebani.
"Beberapa hari yang lalu, kami melihat sebuah video asusila yang wajahnya sangatlah mirip dengan neng eliza. Apakah itu benar benar neng atau bukan..? Tolong beri kami penjelasan agar kami merasa tenang untuk tetap mempertahankan anak anak kami di pesantren ini..! " ucapnya.
Sejenak eliza terdiam, tak lama setelahnya. Afnan menggenggam tangan istrinya itu, untuk memberikan semangat pada eliza.
"Saya akan menjelaskan semuanya tanpa ada yang akan saya sembunyikan. Ya orang yang ada di video itu adalah saya..!"
"Apa..? Bagaimana bisa..? Seorang neng pondok pesantren terlibat di dalam hal zina ini..? " teriak para wali santri.
"Dengarkan saya sampai selesai dulu..! Setelah itu, kalian boleh menghakimi saya.! " Ucap eliza yang seketika membuat semua orang terdiam.
"Tidak ada wanita di dunia ini yang ingin berada di situasi yang saya alami di dalam video itu. Begitu dengan saya. Video itu diambil saat saya dianiaya. Saya diculik dalam keadaan hamil. Dan disaat saya lemah dan tidak bisa melawan.! " ucap eliza yang terdiam sejenak.
"Hiks.. Mereka mengikat tubuh saya, memukuli saya, dan juga hal yang sudah kalian lihat dalam video itu. Dan yang terakhir, mereka juga memberi saya obat dimana hal itu yang membuat saya terpaksa melahirkan prematur. hiks..! "
Afnan semakin memperkuat pegangannya pada istrinya setelah melihat istrinya mulai menangis mengingat kejadian buruk itu.
"Hiks.. Saya tahu, kalian semua pasti melihat saya sekarang sebagai orang yang kotor. Hiks.. Bukan hanya kalian. Bahkan saya sendiri juga melihat diri saya sekotor itu. Hiks.. hiks.. hiks..!! "
PLOOOKK... PLOOOKK.. PLOOOKK..
"Maaf neng..! Saya telah membuat anda mengingat kejadian buruk itu..! " ucap wali santri itu.
"Iya neng, setelah mendengar penjelasan dari neng. Kita semua merasa bangga karena kami punya neng pondok yang begitu kuat dan tegar. Dalam menghadapi cobaan yang sebesar ini. "
"Benar neng..! Kami semakin merasa yakin, talah menaruh anak anak kami untuk belajar disini..! "
"Aa.. apa..? Apa kalian tidak membenci saya..? " tanya eliza.
"Tentu saja tidak neng..! Semua itu adalah takdir, lagipula neng eliza ini korban..! "
"Iya neng.! Neng eliza harus bangga dengan diri neng sendiri, karena neng itu wanita yang kuat dan tegar. Tidak banyak wanita di dunia ini yang bisa setegar neng eliza. Bahkan banyak dari mereka yang mungkin jika mengalami kejadian seperti neng eliza malah memilih untuk bunuh diri..! "
"Hiks.. hiks.. Terima kasih.. hiks..! " ucap eliza yang merasa tak percaya jika semua orang tidak membencinya malahan sebaliknya. Mereka semua mendukungnya.
"Benar nduk. Suami dan mertua kamu sangatlah beruntung memiliki kamu..! Jadi jangan pernah merasa dirimu buruk. Tetaplah jadi wanita yang kuat dan selalu berjalan dijalan Allah..! Karena yakinlah, Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak dapat di lalui hamba hambanya.! " salah seorang kyai yang sekaligus sahabat abi.
Eliza benar benar merasa bahagia, setelah melihat semu orang tidak menyalahkan nya tentang semua hal yang sudah terjadi.
__ADS_1
Kini eliza sedang duduk di ranjang bersama anaknya yang ada di boks bayi. Tak lama setelahnya, afnan datang dengan tangan yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya.
"Assalamu'alaikum.. Aska..! Putra abi yang paling tampan.! " ucap afnan sambil mencium pipi gembul anaknya.
"Lo dari mana aja..? kenapa lama banget kesininya..? " tanya eliza yang memang sudah lama menunggu afnan setelah acara pemberian nama putranya selesai.
"Bukannya tadi kamu juga tau..? Kalau aku nganterin para kyai tadi pulang..? Aku tadi kan udah ijin ke kamu..! " ucap afnan.
"Iya, tapi kan gue nggak tau kalau selama ini. Kalau gue tau bakalan lama. Tadi gue suruh aja radit buat anterin para kyai itu..! "
"Udah jangan cemberut terus..! Nih aku bawain sesuatu buat kamu..! " ucap afnan sambil mengeluarkan sesuatu dari belakang punggungnya.
Sebuah buket bunga mawar merah yang begitu besar. Eliza yang melihat hal itupun tersenyum dan langsung mengambilnya dari tangan afnan.
"Nah kalau senyum gini kan tambah cantik..! " ucap afnan.
"Terima kasih..!! "
"Sama sama..! "
"I love you..! " ucap eliza lirih.
"Tadi kamu ngomong apa..? " tanya afnan pura pura tidak mendengar.
"Nggak jadi..! "
"Oh ayolah..! Katakan sekali lagi..!! " pinta afnan memohon.
"I LOVE YOU..!!! " teriak eliza yang seketika dihadiahi pelukan erat afnan.
"Hah..!! Kenapa masih dalam masa nifas sich..? " keluh afnan.
"Emangnya kenapa..? " tanya eliza bingung tak mengerti.
"Aku mau bikinin adik buat aska..!! " celetuk afnan.
"AFNAN..!! " teriak eliza kesal, sedangkan afnan berlari kabur dari amukan istri kesayangannya itu.
...****************...
**TAMAT**
__ADS_1
...****************...