
Klara begitu senang karena ia berhasil mendekati afnan dan bahkan ia bisa sedekat ini dengan afnan tanpa ada eliza.
"Dimana yang rusak..?" tanya afnan.
"Didapur..!" ucap klara yang menunjukkan tempatnya pada afnan.
Klara yang mempunya ide untuk terjatuh agar afnan yang ada dibelakangnya menolongnya segera menjalankan rencananya.
"Aauh..!" teriak klara seolah olah ia terpeleset.
Sedangkan afnan bukannya menolong klara agar tidak jatuh malah menghindar membuat klara benar benar terjatuh digenangan air.
"Aauh..sakit..!" gumamnya.
"Oh itu yang rusak.!" ucap afnan tanpa memperdulikan klara yang kesakitan karena terjatuh.
Afnan pun segera memperbaiki kran air klara. Sedangkan klara memutar ide lagi agar afnan terpesona olehnya. Tak lama setelahnya ia pun mendapatkan ide yang brilian. Ia segera pergi menjalankan idenya.
Sedangkan afnan terlalu fokus dengan pekerjaannya tanpa tahu hadiah apa yang dipersiapkan klara untuknya.
Tak lama setelahnya, afnan akhirnya selesai membenarkan keran air itu. Dan saat akan berpamitan, afnan mendengar air dari dalam kamar mandi dan didepan pintu kamar mandi itu terdapat sendal klara.
"Sepertinya ini akan berbahaya, sebaiknya aku harus pergi sekarang..!" ucap afnan yang bergegas pergi sebelum klara tahu.
Beberapa menut kemudian klara keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk.
"Mas afnan..!" ucapnya sebelum sadar jika afnan tidak ada disana.
Klara yang baru menyadari jika afnan sudah tidak ada dirumahnya merasa kesal, karena lagi lagi rencananya gagal.
"Hah, kenapa gagal lagi sich. Susah banget buat deketin mas afnan..!" ucap klara yang sudah mulai menyerah.
Dilain tempat, eliza merasa aneh karena afnan pulang dari rumah klara dengan berlari.
"Ada apa..? Kenapa lo lari..?" tanya eliza.
"Nggak papa, aku cuma nggak mau kamu khawatir sama aku..!" ucap afnan berbohong karena tidak mungkin ia menceritakan kisah sebenarnya pada eliza.
"Oo..gue kira kenapa..!" ucap eliza.
Mereka pun masuk kedalam rumah dan makan malam bersama, mereka menjalankan sholat maghrib berjamaah, setelahnya afnan mengajari eliza mengaji.
"Eliza..!" ucap afnan.
"Hmm..?"
"Aku cuma mau ngomong, kalau nanti ada hal yang akan membuatmu membenciku atau apapun tolong jangan membenciku. Tolong percayalah padaku ya.. Selamanya aku hanya akan mencintaimu..!" ucap afnan membuat eliz bingung.
"Ok..!" ucap eliza.
__ADS_1
"Malam ini, gimana kalau kita pergi ke pasar malam. Dulu aku pernah janji sama kamu buat ajak kamu jalan jalan kan..?" ucap afnan.
"Iya, kalau gitu kita sholat isya' dulu. Setelah itu kita siap siap pergi..!" ucap eliza.
Dan mereka berdua pun melaksanakan sholat isya' berjamaah sebelum mereka pergi.
Dilain tempat.
Rizky semakin dekat dengan nadira, dan ia mulai mengerti kebiasaan kebiasaan nadira.
"Neng..!" ucap rizky.
"Iya mas..?"
"Saat kamu lepas hijab gitu, entah kenapa kecantikanmu semakin terpancar sempurna..!" ucap rizky membuat nadira merasa malu.
"Mas bisa aja, lagian mas bisa lihat aku seperti ini setiap malam kan..?" ucap nadira.
"Iya, makannya itu. Mas sangat bersyukur karena mas yang dipilih allah untuk jadi suami kamu..!" ucap rizky.
"Mas terlalu banyak ngegombal..!" ucap nadira sambil meletakkan kopi rizky diatas meja.
"Mas serius, mas nggak gombal. Oh ya mas mau bilang sesuatu sama kamu neng..!"
"Apa mas..?"
"Emang mas udah punya rencana buat kerja apa..?"
"Nah itu, yang mas masih bingung. Mas nggak tahu harus kerja apa..!"
Mereka berduapun saling bertukar pikiran dan juga ide untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
"Emh gimana kalau kita jualan makanan aja mas..!" usul nadira.
"Makanan..? Makanan apa..?" tanya rizky.
"Gimana kalau kita jual nasi kebuli..?" usul nadira lagi.
"Tapi kita jualnya dimana..?" tanya rizky lagi.
"Aah..aku tahu..! Gimana kalau kita jual di pasar malam yang ada ditaman..? Aku yakin disana pasti ramai. Dan juga kita bisa jualan saat kita sudah pulang mengajar dipesantren.!" usul nadira membuat rizky terdiam sesaat memikirkan ide nadira.
"Sepertinya itu ide yang bagus..!" ucap rizky setuju.
Mereka pun bersiap untuk melihat lokasi diman mereka rencanakan untuk jualan. Karena mereka juga harus meminta ijin untuk berjualan disana.
Dilain tempat.
Eliza begitu senang karena afnan mengajaknya ketempat itu. Eliza seakan berubah seperti anak anak lagi saat melihat semua permainan dan juga pernak pernik jualan disana.
__ADS_1
Sesaat eliza terdiam dengan raut wajah sedihnya, memandang kearah kincir angin yang dulu ia senang naiki saat orang tuanya masih hidup.
Afnan yang melihat raut wajah istrinya berubah pun merasa bingung.
"Ada apa..? Apa kamu tidak suka disini..?" tanya afnan yang bingung dengan perubahan sikap eliza.
"Nggak, gue suka. Gue suka banget sama tempat ini. Gue cuma keinget waktu dulu mama dan papa ajak gue kesini jalan jalan bertiga. Mereka pasti ajak gue naik kuda, beliin gue permen kapas, dan juga mainan.!" ucap eliza sedih.
"Udah nggak usah sedih, kan ada aku. Sedarang kapanpun kamu mau kesini, aku akan anterin. Sekarang kamu mau apa..?" tanya afnan membuat eliza sedikit melupakan kesedihannya.
"Gue mau naik itu.!" ucap eliza sambil menunjuk kearah sebuah perahu yang diayun ayunkan.
"Ayo..!" ajak afnan yang langsung membawa eliza untuk membeli tiket naik wahana itu.
Eliza berteriah saat wahana itu mulai digerakkan. Ia terlihat begitu senang, dan merasa seluruh beban masalahnya hilang dengan terbawa teriakannya.
Semoga kamu selalu tertawa seperti ini eliza. Ucap afnan sambil ikut tersenyum melihat kebahagian eliza yang terpancar.
"Sekarang kamu mau naik apa lagi..?" tanya afnan setelah turun dari wahana kapal itu.
"Itu..!" ucap eliza sambil menunjuk sebuah wahana yang menawarkan sebuah pemandangan langit dari sebuah kerangkeng yang diputar seperti roda.
Sesuai janjinya, afnan pun menuruti semua permintaan eliza, ia membelikan permen kapas untuk eliza dan juga mengajak eliza menaiki wahana yang diinginkan eliza.m
"Makasih ya af, lo mau ngajak gue kesini. Gue seneng banget waktu lo ajak gue kesini.!" ucap eliza dengan senyumnya yang begitu cantik.
"Iya, aku juga senang kalau kamUK tersenyum seperti ini. Kamu terlihat begitu cantik saat tersenyum seperti ini." ucap afnan.
"Kita foto yuk..!" ajak eliza.
Dan mereka pun berfoto saat mereka berada diatas, mereka terlihat begitu bahagia dimalam ini. Afnan memberanikan diri merangkul eliza saat berfoto, membuat mereka terlihat begitu romantis.
"Eliza..!"
"Hmm..?"
"Apa aku sudah pernah mengatakan i love you sebelumnya..?" tanya afnan.
"Iya. Kenapa..?"tanya eliza bingung.
"Nggak papa, aku cuma mau mengatakannya lagi. Eliza I love you..!" ucap afnan bersamaan dengan sebuah kembang api yang meletus dilangit menambah suasana romantis mereka.
"Kamu tidak ingin menjawabnya..?" tanya afnan karena eliza masih saja diam.
"Hhhh..I love you too..!" ucap eliza yang langsung mengecup pipi afnan singkat.
Afnan yang mendapatkan kejutan tak terduga dari eliza pun merasa begitu senang dan bahagia.
Aku akan berusaha agar senyum dan tawamu itu tidak akan pernah redup eliza. Aku akan terus berusaha..! Ucap afnan dalam hati.
__ADS_1