Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 36


__ADS_3

Malam pun tiba. Eliza telah bersiap untuk makan malam dan kini ia sedang menunggu afnan yang masih bersiap.


"Afnan.. ! ayo buruan. Lama banget sich.. !" teriak eliza didepan sambil terus menatap jam dihenfonnya.


"Iya iya. Ayo kita berangkat.. !" ucap afnan yang segera menghidupkan motornya.


Dilain tempat.


Claudia sedang berfikir keras, bagaimana cara agar leon mau diner dengannya. Senyuman gembira mulai terlihat diwajah claudia, kelihatannya ia sudah menemukan ide yang akan membuat leon mau pergi dengannya.


Claudia segera meraih henfonnya dan mulai menelfon seseorang yang akan menjadi pembantu rencananya.


Seusai menjalankan rencananya claudia berjalan keluar menuju kedapur dan duduk didepan meja bar kecil didekat dapur.


"Mbok.. ambilin gue jus.. !" ucapnya.


"Baik non.. !"


Claudia mulai menikmati minumannya, selang beberapa menit terlihat leon berjalan kearahnya.


"Kakak lo meminta untuk bawa lo kerestoran. Cepat lo siap siap, kalau tidak aku akan menolak ajakannya.!" ucap leon dingin.


"Aa.. iya. Tunggu sebentar gue ambil tas dulu." ucap claudia segera berlari menuju kekamarnya.


Ia terlihat begitu senang karena rencananya berjalan dengan lancar.


Dilain tempat.


Eliza memeluk erat tubuh afnan selama perjalanan membuat afnan merasa begitu senang.


Entah kenapa aku merasa begitu nyaman saat memeluk afnan seperti ini. Ucap eliza dalam hatinya.


"Apa kau tidak merasa aneh, karena sekarang kita dilihat banyak orang sekarang.. !" ucap afnan sambil tersenyum.


Eliza langsung membuka matanya, dan baru manyadari kalau mereka telah sampai disebuah restoran. Dan orang orang di tempat parkir itu menatap mereka sambil tersenyum.


Eliza baru sadar bahwa ia masih memeluk afnan begitu erat, dan segera melepaskannya dengan pipi yang merona karena malu.


"Ayo kita masuk.. !" ucap afnan yang menarik tangan eliza.


Eliza mulai merasa aneh karena afnan membawanya ketempat duduk dilantai atas yang tidak terlalu ramai orang.


"Kenapa disini sepi.. ? biasanya dilantai dua ini selalu ramai." ucap eliza yang terlihat bingung.


"Ya, karena aku tau kamu nggak suka kalau kita jadi pusat perhatian orang. Jadi aku meminta tempat ini untuk kita berdua saja.. !" jelas afnan.


"Kelihatannya lo punya banyak uang.. ! tapi kenapa lo selalu pelit sama gue.. ?" tanya eliza.

__ADS_1


"Ya untuk berjaga, karena sebentar lagi kita akan membutuhkan banyak uang.. !" ucap afnan.


"Untuk apa.. ?" tanya eliza bingung.


"Ah.. sudahlah, cepat kamu mau pesan apa. Aku yakin kamu pasti sudah begitu lapar." kata afnan mengalihkan pembicaraannya tadi sebelum eliza semakin curiga dengannya.


"Oh ya..!"


Eliza segera memesan beberapa makanan yang sukses membuat afnan menatap tak percaya dan hampir saja mengosongkan seluruh isi dompetnya.


"Kamu yakin, bisa menghabiskan semua ini.. ?" tanya afnan melihat semua makanan di hadapan mereka yang memenuhi meja.


"Tentu saja.. ! kenapa.. ? lo keberatan.. ?" tanya eliza.


"Ee.. tidak..." ucap afnan.


"Kalau tidak. Ya sudah kita makan sekarang.. !" ucap eliza.


Mereka mulai menikmati makanan mereka. Eliza dengan lahap memakan makanannya sampai mulutnya penuh dan juga belepotan.


Dilain tempat.


Claudia mulai memakan makanannya sedangkan leon tidak memperdulikan claudia sama sekali.


"Mau kemana.. ?" tanya claudia.


Leon segera pergi meninggalkan claudia yang merasa kesal terhadapnya.


Dalam perjalanan, leon melihat keberadaan eliza dan juga afnan yang ternyata ada direstoran yang sama dengannya.


Sedangkan afnan yang melihat mulut istrinya belopatan saat makan, segera membersihkannya dengan tisu sambil tersenyum membuat eliza salah tingkah.


"Seperti anak kecil.. !" ejek afnan.


"Biarin. Yang penting gue kenyang.. !" ucap eliza yang kemudian meneruskan makannya.


Sedangkan leon yang menatap mereka seketika mengepalkan tangannya. Leon berbalik dan berjalan menuju kearah claudia yang masih makan.


"Ayo pulang.. !" ucapnya.


"Tapi makanan gue masih belum habis.. !" ucap claudia yang sebenarnya ia masih begitu lapar.


"Kalau lo masih mau disini. Lo pulang aja nanti sendiri.. !" ucap leon yang segera memberikan beberapa lembar uang kepelayan untuk membayar makanan mereka.


Claudia yang mendengar hal itu segera mengambil tasnya dan mengejar leon.


Selama perjalanan, leon hanya diam dan terus melajukan mobilnya dalam kecepatan penuh membuat claudia merasa heran.

__ADS_1


Dan sesampainya dirumah leon menarik tangan claudia keluar dari mobil dengan kasar dan membawanya kekamar claudia.


"Leon.. lo kenapa sich. Setelah lo dari toilet kenapa sikap lo berubah gini.. ?" tanya claudia yang merasa sedikit takut jika leon akan melukainya.


Tanpa menjawab pertanyaan claudia, leon melempar claudia diatas tempat tidur dengan begitu keras, hingga membuat claudia merasa sakit diperutnya.


Leon mengunci pintu dan segera mendekat kearah claudia, sedangkan claudia merayap mundur karena takut dengan sikap leon. Dan dengan menahan perutnya yang terasa sakit, claudia berusaha kabur dari leon.


Namun leon lebih dulu memegang kedua tangannya dalam satu genggaman tangan leon. Dan leon mulai membabi buta. Ia merobek seluruh baju claudia dan meninggalkan dalaman claudia.


Ia melihat claudia yang menangis dan menatao takut kearahnya, namun hal itu tak membuat leon merasa kasihan malah hal itu membuat leon semakin kesal.


Ia mulai membuka bajunya sendiri tanpa melepaskan claudia dari dekapannya.


Dan suara teriakan dan ******* yang diiringi tangisan dari claudia memenuhi seluruh rumah.


Sedangkan semua pelayan dan penjaga rumah leon hanya bisa pura pura tidak mendengar daripada harus menaruhkan nyawa mereka sendiri.


Dilain tempat.


Eliza yang sudah begitu kenyang sedang menunggu afnan yang masih membayar makanan mereka sambil melihat kesekitar dan betapa terkejutnya ia melihat pemandangan yang begitu indah disana.


Ia tidak menyangka bahwa afnan akan membawanya ketempat yang begitu indah seperti itu. Dan ia mulai merasa hatinya menghangat.


"Ayo kita pulang.. !" ajak afnan.


Yang dijawab anggukan oleh eliza dan juga senyuman begitu manis.


Selama perjalanan eliza terus memeluk afnan dan juga mencium bau tubuh afnan yang harum. Membuat eliza begitu nyaman.


Sesampainya dirumah. Eliza berjalan menuju kedalam kamar afnan. Dan mulai menidurkan tubuhnya.


"Kamu akan tidur disini lagi.. ?" tanya afnan.


"Ya. kenapa.?" tanya eliza.


"Tidak. Hanya saja, apa kamu tidak takut kalau aku akan melakukan sesuatu padamu.. ?" tanya afnan.


"Nggak, lagipula gue nggak yakin kalau lo berani lakuin itu tanpa seijin gue. Udah gue mau tidur dulu. " ucap eliza dan dalam sekejap memejamkan mata dan mulai tertidur.


Afnan hanya menggelengkan kepala menatap istrinya, ia mulai mendekati eliza dan mulai mengusap kening eliza secara perlahan.


"Selamat tidur." gumam afnan yang kemudian ikut berbaring disamping eliza tanpa adanya pemisah diantara mereka.


Saat hendak memejamkan mata tiba tiba sebuah kaki dan juga tangan, mendarat ditubuh afnan membuat afnan membuka matanya kembali.


Ia melihat eliza yang tertidur pulas sambil tersenyum dan memeluknya erat, tanpa menyia nyiakan kesempatan, afnan pun membalas pelukan eliza dan juga mencium kening eliza.

__ADS_1


__ADS_2