
Karlin menarik paksa tasya keluar dari kantor polisi dan dibantu oleh radit.
"Lo nggak bisa ngamuk sesuka lo disini..! Ini kantor polisi tasy, bisa aja polisi polisi itu malah berbalik memenjarakan lo karena buat keributan di sini. " ucap karlin.
"Tapi gue nggak bisa diem aja lihat eliza seperti tadi kar. Sedangkan gue tau pelaku pelecehan sahabat gue...! Hiks..! Gue merasa nggak berguna..! Gue nggak bisa bantuin sahabat gue, bahkan lebih buruknya. Pelaku pemerkosaan itu mantan pacar gue sendiri..! " ucap tasya yang begitu sedih.
"Apa..? Ja.. jadi, kakak ipar diperkosa orang tadi..? " tanya radit yang terkejut setelah mendengar perkataan tasya.
"Iya. Kenapa..? Sekarang lo juga mau hajar tuh orang..? Kalau lo hajar tuh orang disini, gue nggak akan bantuin misahin. " ucap karlin.
"Ya nggak lah...!"
"Udahlah tasy, semua yang terjadi bukan karena kesalahan lo. Jadi jangan terus salahin diri lo sendiri. Dan ya, kita bisa bantu eliza saat ini. Dengan cara, kita segera temukan keberadaan claudia dan memenjarakannya. Dan juga kita harus memastikan jika mereka semua mendapatkan hukuman yang setimpal...! " ucap karlin mencoba menenangkan tasya.
"Ya lo bener, nggak ada gunanya gue nangis disini. Kita harus bantu polisi untuk menangkap claudia secepatnya..! " ucap tasya yang bangkit dari duduknya.
Dilain tempat.
Eliza mulai terbangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekeliling, dan mendapati afnan yang tertidur di sampingnya. Ingin rasanya ia memeluk tubuh itu, namun ia ingat jika dirinya tak lagi pantas untuk menyentuh afnan.
"Tidak..! Gue sudah begitu kotor..! Jika gue masih bersama afnan, mungkin semua orang akan ikut memandangnya buruk dan bahkan pesantren juga akan mendapatkan dampaknya..! " gumam eliza yang membuat afnan terbangun.
"Kamu sudah bangun..? " ucap afnan membuat eliza terkejut.
"Ini, minumlah dulu...! " ucap afnan sambil mengulurkan segelas air kepada eliza.
"Gue nggak haus. Tolong keluar dari sini..! Oh ya, setelah gue keluar dari rumah sakit, gue akan ajukan surat perceraian kita ke pengadilan. " ucap eliza.
"Emh akan ku panggilkan dokter, tunggu sebentar...! " ucap afnan tanpa mau mendengarkan perkataan eliza.
Sedangkan eliza berusaha keras untuk tidak lagi menangis. Tak lama setelahnya pintu ruangan dimana eliza dirawat kembali terbuka.
__ADS_1
Dan seorang suster berjalan mendekat ke arah eliza yang masih terduduk dengan diam.
Dilain sisi.
Afnan kini berjalan bersama dokter yang menangani eliza dengan seorang suster dibelakang mereka, sedang menuju ke ruangan eliza dirawat.
Tak ada yang tahu jika suster yang baru saja masuk kedalam ruangan eliza tak lain adalah Claudia.
Keberuntungan lo kemarin tidak mati saat melahirkan, tapi tidak masalah. Sekarang gue akan bantu lo agar menyusul orang tua lo. Ke akhirat. Ucap Claudia dalma hati sambil mengambil suntikan yang ia bawa.
Saat ia hendak menyuntikkan obat itu ke cairan infus eliza tiba tiba seseorang mengagetkan nya hingga membuat jarum suntik ditangannya terjatuh.
"Siapa kamu..? " tanya dokter yang baru saja masuk kedalam ruangan itu, yang terkejut dengan adanya suster yang lebih dulu ada di ruangan pasiennya.
"Emh..!! " saat Claudia hendak lari, eliza lebih dulu menarik lengannya dan menarik rambut Claudia yang memperlihatkan wajah nya.
"Claudia..? " ucap eliza kaget.
"Apa yang mau kamu lakukan tadi..? " tanya afnan.
"Gue.? Gue mau bunuh eliza..! Dengan begitu semua dendam gue terbalaskan..!! " jawab Claudia.
"Berani sekali kamu mau membunuh keponakan saya..! " ucap paman eliza yang begitu marah melihat seseorang yang berniat membunuh keponakan satu satunya itu.
"Dendam apa yang kamu miliki hingga mau membunuh menantu saya..? " tanya abi yang terlihat begitu marah, sebelumnya tak pernah ada yang melihat abi marah. Namun kali ini ia benar benar begitu marah dengan tatapan tajamnya pada Claudia.
"Hah..! Karena dia. Suami gue leon mencampakan gue, bahkan saat gue sedang hamil anaknya. Hanya karena tergila gila pada wanita ****** ini, leon tak segan segan memukuli gue. Bahkan saat gue mengalami keguguran dia bahkan tak sekalipun perduli. Dan gara gara dia juga, kakak dan sepupu gue masuk penjara. Bagaimana bisa gue biarin dia tetap hidup dalam kebahagiaan..? " teriak Claudia.
"Apa lo masih belum puas dengan menculik gue kemarin ha..? ucap eliza yang tak tahan dengan Claudia.
" Tentu saja itu belum cukup. Sebelum gue lihat lo menderita, gue nggak akan tenang..! "
__ADS_1
"Suster, cepat panggil polisi kesini..! " ucap dokter itu.
Tak butuh waktu lama, Dua polisi datang dan memborgol kedua tangan Claudia dan juga mengambil jarum suntik yang digunakan Claudia tadi sebagai barang bukti.
"Dengar el..! Lo jangan tenang dulu lihat gue sekarang tertangkap..! Karena gue udah sebarin foto dan juga video lo saat bermesraan dengan kak David. Hhhhh... lo akan hancur dengan rasa malu yang tidak akan pernah bisa lo hilangkan. Dan lo afnan..! Lo akan jadi pria terbodoh di dunia jika masih mempertahankan wanita ****** yang kotor ini..! " ucap Claudia sebelum ia benar benar diseret pergi oleh polisi.
Semua orang sudah sedikit lega setelah Claudia berhasil ditangkap polisi dan juga eliza yang selamat dari rencana jahat Claudia.
"Keadaan nyonya eliza sudah membaik. Dan besok pagi bisa pulang. Tapi tolong jaga nyonya eliza dengan lebih baik, jangan sampai kejadian buruk itu terjadi lagi...!" ucap dokter itu setelah memeriksa eliza.
"Terima kasih dok..! " Ucap afnan.
"Iya sama sama, kalau begitu saya permisi dulu..! "
"Syukur lah nak, kamu baik baik aja. Jangan pikirin apa yang wanita tadi bilang...! Yang terpenting sekarang kamu bisa selamat dan juga bisa merawat anak kamu. Umi seneng banget kamu baik baik aja..! " ucap umi.
Namun eliza hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Dan karena eliza yang harus beristirahat, semua orang harus keluar dari ruangan eliza meninggalkan eliza dan afnan hanya berdua.
"Kenapa lo masih disini..? " tanya eliza dingin.
"Kamu lupa..? Dokter tadi bilang, kalau kamu harus selalu dijaga...! " jawab afnan singkat.
"Sekarang Claudia udah ditangkap, jadi gue udah nggak butuh penjagaan..! "
"Siapa bilang..? kamu masih lemah, jadi dengan aku ada disini, aku bisa bantuin kamu. Contohnya kalau kamu butuh minum, makan atau ke kamar mandi...! " ucap afnan.
Kalau saja hal buruk itu tidak pernah gue alami, mungkin saat lo mengatakan hal ini gue akan begitu bahagia af. Tapi semua itu berbeda sekarang, dengan gue yang kotor sekarang lebih baik jika lo nggak lagi perduli sama gue..! ucap eliza dalam hati.
"Karena kamu diam aja, itu artinya kamu setuju aku temani disini...! " ucap afnan dengan senyumnya.
Sedangkan eliza langsung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
Aku akan tetap berusaha merubah kamu ke sifat kamu yang dulu eliza. Aku benar benar rindu dengan sifat ceria dan lucu kamu yang dulu. Ucap afnan dalam hati