Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 38


__ADS_3

Eliza begitu menikmati waktunya bersama teman temannya yang sedang berkunjung dirumahnya, dan kebetulan afnan baru saja pergi kepesantren untuk membantu mengurus penerimaan santri baru.


"El, gue lihat lihat sekarang lo gemukan ya..!" ucap tasya.


"Masak sich. Tapi bisa jadi sich soalnya akhir akhir ini gue suka banget makan..!" ucap eliza membenarkan ucapan tasya tadi.


"Lo ngerasa ada yang aneh nggak sich sama diri lo..?" tanya karlin.


"Aneh gimana..?"


"Ya seperti mual, pusing, selera makan yang berbeda dari biasanya. Gitu...?" ucap cika.


"Em..iya sich tapi mungkin karena gue susah tidur kali ya..?" tanya eliza balik.


"Gue curiga kalau lo sebenarnya itu hamil..!" ucap cika.


"Ha...emang lo udah tidur sama afnan el..?" tanya tasya penasaran.


"Em seinget gue, gue nggak pernah tu lakuin itu sama siapapun ya walaupun akhir akhir ini gue selalu tidur satu kamar sama afnan tapi ya kalik dia lakuin itu gue nggak sadar..!" ucap eliza.


"Bisa aja waktu lo tidur pules, atau mungkin...!" ucap cika.


"Atau mungkin waktu lo mabuk malam itu..?" tebak karlin yang seketika menambah spekulasi teman temannya.


Eliza mulai mengingat ingat bahwa benar bulan kemarin sampai sekarang ia masih belum mendapatkan datang bulannya. Ia mulai terlihat panik jikalau ia benar benar hamil.


"Trus gue harus gimana dong..?" tanya eliza bingung.


"Lo jangan panik dulu, gimana kalau kita cek dulu. Kita beli tespack buat mastiin semua ini gimana..?" usul karlin.


"Ya udah lo disini dulu biar gue sama cika yang beli..! "perintah tasya.


Tasya dan cika pun pergi dengan mobil tasya menuju ke apotik terdekat untuk membeli tespack.


Dilain tempat.


Afnan sedang berada disalah satu sekolah untuk memberi pengarahan dan memberi klarifikasi soal kabar buruk yang sedang beredar tentang pesantrennya.


"Maaf gus sebelumnya, tapi yang saya tahu bahwa sekarang anda menikah dengan seorang yang tidak berjilbab bahkan seorang wanita brandalan. Bagaimana bisa kami mempercayakan anak anak kami ke pesantren seperti itu, nanti bukannya benar malah jadi sesat lagi." ucap salah seorang ibu wali murid.


"Baik saya akan jelaskan. Seperti yang bapak dan ibu ketahui bahwa saya menikah dengan seorang wanita yang tak berjilbab namun istri saya adalah seorang gadis yang tumbuh tanpa ada sosok orang tua disisinya karena kedua mertua saya telah meninggal sejak istri saya masih kecil. Ditambah lagi istri saya salah memilih pergaulan hingga membuatnya tidak mengerti tentang hal ini." jelas afnan.

__ADS_1


"Jika gus afnan sudah tau sejak awal jika istri gus tidak mengerti tentang agama lalu kenapa gus afnan masih menikahinya.?" tanya salah satu ibu siswa.


"Karena istri saya telah salah memilih pergaulan jadi saya bertekat untuk membawanya kembali kejalan yang benar. Dan alhamdulillah saat ini istri saya telah bisa sholat, mengaji dan mau belajar memakai hijab." jelas afnan.


"Apa buktinya, bisa aja gus afnan bohong kan..?"


"Kalian bisa lihat foto dan juga video ini. Ini saya ambil tanpa sepengetahuan neng eliza dan saya berani bersumpah bahwa ini sungguhan dan bukan rekayasa.!" ucap rizky.


Semua wali murid mulai tersentuh dengan usaha afnan agar mengembalikan istrinya kejalan allah.


"Baik, kami percaya, dan kami berfikir gus afnan sangat baik dan mau membantu orang yang tidak mengerti tentang agama dengan sabar..!"


"Terima kasih atas kepercayaannya." ucap afnan dengan senyum kelegaan yang terpancar diwajahnya.


Setelah semua wali murid pulang, terlihat afnan yang duduk dengan foto foto eliza ditangannya. Ia menatap foto istrinya yang sedang mengaji dengannya dengan senyum kagum akan kecantikan eliza saat memakai hijab.


"Gus.!" panggil seorang pria dengan tubuh besarnya, ia adalah kepala sekolah yang sedang digunakan afnan untuk sosialisasi.


"Oh, iya pak..?"


"Saya lihat, gus afnan sangat mencintai istri gus.!"


"Saya do'akan agar rumah tangga gus bisa bahagia selalu dan diberkahi.!"


"Terima kasih pak, kalau begitu kami semua pamit ya pak. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih karena bapak mengijinkan kami untuk sosialisasi tentang pesantren kami.!" ucqp afnan.


"Iya sama sama gus, ustadz.!"


"Assalamu'allaikum.!" salam afnan dan rizky bersamaan.


"Wa'allaikum salam.!"


Dilain tempat.


Eliza menatap tak percaya pada tespack ditangannya yang menunjukan dua garis jelas yang menandakan bahwa ia sedang mengandung.


"El.. Gimana hasilnya..?" tanya karlin dari luar kamar mandi.


Eliza perlahan membuka pintu kamar mandi membuat teman temannya menatapnya penasaran. Eliza perlahan memperlihatkan hasil dari tespack ke teman temannya.


"Lo beneran hamil..?" tanya karlin.

__ADS_1


Eliza hanya mengangguk dengan wajah bingungnya.


"Lalu lo akan lakuin apa el, emang lu udah siap buat jadi ibu el..?" kini giliran cika yang bertanya.


"Gu..gue..gue sebenarnya senang karena saat ini gue mengandung anak afnan. Jujur beberapa hari ini gue sadar kalau gue udah jatuh cinta sama afnan, tapi dilain sisi gue bingung karena afnan mungkin aja masih suka sama nadira.!" jelas eliza membuat teman temannya ikut sedih.


"Ayo kita duduk dulu. Dan coba kita pikirkan bagaimana cara agar afnan bisa melupakan cewek itu.!" ucap tasya.


Dilain tempat .


Afnan telah sampai didepan rumah, setelah menyimpan motornya, afnan masuk kedalam rumah.


"Assalamu'allaikum." ucap afnan.


"Wa'allaikum salam, lo..emh maksudnya kamu sudah pulang..?" ucap eliza sambil mencium tangan afnan membuat afnan menatapnya aneh.


"Oh ya, kamu udah makan belum. Tadi gue udah masak ayam goreng sama sambal tomat. Kamu pasti suka..!" ucap eliza sambil menarik tangan afnan.


Afnan hanya mengikuti eliza dengan diam dan semakin menatap eliza aneh.


Eliza mulai mengambilkan makanan untuk afnan. Dengan senyum yang merekah indah diwajahnya.


FLASHBACK....


Eliza merasa pusing dengan keadaan rumah tangganya yang masih belum jelas itu, membuat ketiga temannya merasa kasihan.


"Emh gini aja el. Lo sekarang coba lebih mempet sama afnan. Ya seperti dimanapun afnan pergi lo ikutin biar nadira nggak punya kesempatan buat deketin afnan." nasehat karlin.


"Ya gue pikir itu ide yang cukup baik.!" ucap cika.


"Tapi lo juga harus buat afnan jutuh cinta sama lo el..!" ucap tasya.


"Gimana caranya..?" tanya eliza.


"Gini, setiap hari lo masakin makanan kesukaan afnan, dan juga lo coba buat bersikap seperti apa yang diinginkan afnan. Gue yakin cepat lambat afnan akan berbalik suka sama lo el.!" nasehat tasya.


FLASHBACK OFF....


Seusai makan eliza berdiri hendak mencuci piring namun sebuah tangan menghentikannya.


"Kamu pasti capek, siapin semua makanan ini. Sekarang kamu istirahat dulu aja biar aku yang cuci piring, setelah itu kita sholat maghrib bersama.!" perintah afnan.

__ADS_1


__ADS_2