Istriku Seorang Berandalan

Istriku Seorang Berandalan
EPS 37


__ADS_3

Claudia mulai membuka matanya, dengan memegang perutnya secara perlahan ia mendudukkan tubuhnya dan bersandar pada ranjang.


Ia melihat keseluruh kamarnya yang sudah bersih dan juga leon yang sudah tidak ada disana. Claudia kini mengusap perlahan perutnya dengan air mata yang mulai mengalir keluar dari kedua matanya.


"Permisi non.. !" ucap mbok ipah dengan membawa nampan yang terlihat berisi makanan untuk claudia.


"Saya kesini, mengantarkan bubur dan juga susu ibu hamil dan juga vitamin untuk non claudia." sambung mbok ipah sambil meletakkan nampan itu diatas meja kecil disamping claudia.


"Gue nggak mau makan..!" gumam claudia yang masih dapat didengar mbok inah.


"Tapi non, den leon meminta saya agar memastikan non claudia menghabiskan sarapan non..!" ucap mbok ipah.


"Biar gue yang tanganin, sekarang mbok bisa pergi..!" ucap leon yang mengejutkan mbok ipah dan juga claudia.


Setelah mbok ipah keluar, leon berjalan mendekat kearah claudia. Sedangkan claudia menggenggam erat slimut pada tubuhnya.


"Lo mau apa lagi...hiks..hiks..?" ucap claudia dengan air mata yang semakin deras keluar.


"Cepat makan..!" ucap leon sambil mengarahkan sendok kemulut claudia.


"Gue nggak mau makan..!" tolak claudia sambil menepis suapan leon hingga makanan didalam sendok itu terjatuh.


Leon yang marah dengan sikap claudia yang mulai berani terhadapnya, langsung memegang rahang claudia kasar hingga claudia membuka mulutnya .


Dengan keadaan mulut claudia yang terbuka, leon segera memasukkan makanan itu. Dengan tangisan, claudia memakan bubur itu dari suapan kasar leon hingga habis.


"Minum vitamin dan juga susunya sekarang..!" perintah leon.


Namun claudia hanya diam dalam tangisnya tanpa berniat menjawab leon.


"Lo minum sendiri atau gue akan paksa lo minum ha..?" tanya leon.


Dengan segera claudia meminum vitamin itu dan juga susu kehamilan hingga habis. Setelah melihat claudia yang sudah meminum vitamin, leon segera meraih henfon claudia dan membawanya pergi.


Sedangkan claudia sudah tidak perduli lagi. Ia sudah cukup lelah berhadapan dengan leon. Ia tidak pernah menyangka kehidupan pernikahannya begitu menyedihkan.


Dilain tempat.


Eliza membuka matanya dan melihat kesekitar, ia mulai mendudukkan dirinya. Eliza mulai berjalan menuju ke kamar mandi namun baru saja ia akan meraih gagang pintu tiba tiba afnan muncul dari dalam.


"Aaah..." teriak eliza saat melihat afnan dalam keadaan telanjang dan hanya mengenakan handuk sepinggang.


"Kenapa lo nggak pakai baju..?" tanya eliza.

__ADS_1


"Tadi perutku sakit jadi aku lupa untuk membawa baju lagipula aku sudah biasa memakai baju dikamar bukan dikamar mandi.!" ucap afnan.


"Ah sudahlah, sekarang lo minggir gue mau ke kamar mandi..!" ucap eliza yang segera masuk kedalam kamar mandi.


Eliza mencoba menenangkan detak jantungnya yang mulai bergejolak tak karuan, dan ia mulai menghidupkan sower dan mulai membasahi tubuhnya.


Dilain tempat.


Nadira menatap pantulan dirinya dicermin yang sedang mencoba gaun pengantinnya. Ia terlihat begitu cantik dengan balutan gaun puti panjang itu.


"Bagaimana..? Apa ini sudah cukup baik..?" tanya seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang desainer .


"Ya ini sudah bagus, tapi tolong carikan juga hijab yang cocok dengan gaunnya ya..!" pinta nadira.


"Baik.." jawab wanita itu.


Setelah mencoba gaun pengantinnya, nadira menaiki taxi menuju kerumah sarah. Sesampainya disana ia langsung mengetuk rumah sarah.


"Assalamu'allaikum..?" ucap nadira.


"Wa'allaikum salam.!" jawab seorang wanita paruh baya yang membuka pintu.


"Maaf bu, apa benar ini rumah sarah..?" tanya nadira.


"Saya nadira teman sepondok sarah. Sebelum kelulusan, sarah memberikan alamatnya pada saya. Apa sarahnya ada dirumah bu..?" jelas nadira.


"Oh ya ada, ayo silahkan masuk..!" ucap ibu sarah mempersilahkan nadira masuk.


"Silahkan duduk. Ibu panggilkan sarah dulu." ucap ibu sarah yang kemudian pergi.


Selang beberapa waktu kemudian terdengar suara lari kecil yang mendekat kearah nadira. Membuat nadira menoleh kearah sumber suara.


"Neng dira..! Aaa...aku kangen banget..!" teriak sarah sambil memeluk nadira.


"Hhh..aku juga. Oh ya gimana kabar kamu..?" tanya nadira.


"Alhamdulilah, baik neng. Kalau neng sendiri gimana..? Bagaimana dengan persiapan pernikahan neng..?" tanya sarah.


"Sudah 80 persen. Oh ya, aku kesini juga sekalian mau kasih undangan." ucap nadira sambil menyerahkan undangan itu pada sarah.


"Waah..makasih ya.!" ucap sarah dengan begitu senang.


"Kalau gitu, aku pamit pulang dulu ya." pamit nadira.

__ADS_1


"Kok buru buru sich. Kamu kan lagi sebentar disini, lagian aku juga masih kangen tauk sama kamu neng..!" ucap sarah yang tak rena sahabat baiknya itu pergi.


"Maaf sar, tapi aku masih harus anterin undangan ini kebeberapa orang lagi. Lain kali aku akan main lagi kesini. Kalau gitu aku pamit pulang dulu ya..! Assalamu'allaikum."


"Wa'allaikum salam. Hati hati dijalan." ucap sarah sambil mengantar nadira sampai masuk kedalam taxi.


Dilain tempat.


Eliza menikmati makanannya dengan begitu lahab, membuat afnan yang menatapnya merasa geli.


"Sejak kapan kamu suka minum jus tomat..? Bukannya selama ini kamu selalu menhejekku saat meminum jus tomat..?" tanya afnan .


"Ya sejak hari ini. Entah kenapa, setelah bangun tidur tadi gue pengen banget minum jus tomat. Dan ternyata rasanya nggak terlalu buruk..!" jelas eliza.


"Oh ya besok akan ada acara pengajian dirumah ustadz rizky dan juga neng nadira. Jadi aku akan kerumah ustadz rizky apa kamu mau dirumah sendiri..?" tanya afnan.


"Kesepian dong gue. Emh gimana kalau gue ikut lo aja.?" usul eliza.


"Ya nggak bisa eliza. Acaranya hanya berisi laki laki. Tapi kalau kamu mau, kamu bisa mengikuti pengajian dirumah neng nadira bersama umi besok..!" jelas afnan.


"Oh..ya udah. Besok gue ikut umi.!"


Seusai sarapan, eliza berjalan menju kehalaman depan dan mulai mengambil selang dan menyiram bunga bunga yang ada dihalaman rumahnya.


Afnan yang melihatnya hanya bisa mengernyitkan kening karena merasa aneh dengan perubahan sikap eliza.


Eliza yang melihat bunga mawar putih yang sudah mekar pun berniat memetiknya namun ia tidak sengaja menyentuh bagian berdurinya hingga melukai jarinya.


" Auh..!" teriak eliza.


"Kamu tidak papa..? Coba aku lihat..!" ucap afnan yang menarik tangan eliza dan mulai meniupnya.


Eliza yang mendapat perlakuan begitu baik dari afnan merasa begitu senang dan juga bahagia.


"Sudah..!" ucap afnan sambil menunjukan jari eliza yang sudah ia balut dengan plester.


"Ah..iya.!"


"Lain kali hati hati, kamu bisa saja terluka...!" ucap afnan khawatir.


"Tidak papa, ini hanya luka kecil.!" ucap eliza.


"Kau ini..!" ucap afnan sambil mengusap kepala eliza hingga rambut eliza terlihat begitu berantakan.

__ADS_1


"Afnan...rambut gue jadi berantakan...Awas aja lo..Afnan sini lo..!" teriak eliza saat melihat afnan kabur darinya.


__ADS_2