
Klara kini menuju kerumah claudia dan juga david, ia akan melaporkan hasil tugasnya pada claudia.
"Claudia..!" panggilnya.
"Gimana..?" tanya claudia pada sepupunya itu.
"Tadi gue udah jalankan rencana awal, sayangnya eliza ada bersama pria itu. Tapi gue lihat lihat, pria itu ganteng juga..!" ucap klara sambil mengingat ingat wajah afnan.
"Hah, lo suka..?" tanya claudia.
"Sepertinya iya, gue belum pernah ketemu sama cowok yang begitu baik dan sopan sama cewek.!" ucap klara.
"Ya bagus kalau lo juga suka, sekarang lo deketin aja dia, buat dia melirikmu. Dengan begitu hidup eliza akan benar benar hancur.!" ucap claudia.
"Lo tenang aja, sekarang gue juga akan berusaha buat dia hancur untuk bisa merebut cowok itu dari dia.!" ucap klara.
Mereka pun menyusun rencana mereka selanjutnya untuk menghancurkan eliza dan klara yang jatuh hati pada afnan begitu semangat untuk merebut afnan dari eliza.
Dilain tempat.
Eliza segera masuk kedalam rumah setelah mereka sampai meninggalkan afnan yang memasukkan motornya lebih dulu.
"Dasar menyebalkan, kalau sama gue dia selalu cuek. Tapi giliran sama cewek tadi dia halus banget. Dasar pria..! Padahal udah punya istri masih aja sok halus sok baik didepan cewek lain.!" ucap eliza kesal.
Eliza yang begitu marah langsung masuk kedalam kamar mandi dan mulai mandi, ia mencoba untuk mendinginkan kepalanya.
Sedangkan afnan yang melihat eliza tidak ada diruang makan atau tv segera menuju kedalam kamar. Ia merasa khawatir karena tadi eliza bilang ia sedang mual.
Saat memasuki kamar, ia tidak mendapati eliza didalamnya. Dan ia mendengar suara percikan air dari dalam kamar mandi yang menandakan eliza sedang mandi didalamnya.
Beberapa saat kemudian eliza keluar dari kamar mandi. Dan afnan yang melihatnya segera menghampirinya.
"Apa kamu masih mual..?" tanya afnan Sambil memegang perut eliza.
"Iya gue mual kalau lo pegang gue..!" ucap eliza ketus, dan afnan yang mengira ucapan eliza itu benar. Ia segera melepaskan pegangannya pada perut eliza karena tidak ingin eliza sampai muntah.
"Ya udah aku mandi dulu, setelah itu kita shola3rd maghrib berjama'ah ya..!" ucap afnan tanpa ditanggapi oleh eliza.
Tak lama kemudian afnan keluar, dan mereka pun melaksanakan sholat maghrip bersama, setelah sholat biasanya afnan akan membantu eliza untuk menyemakkan bacaan al qur'annya. Namun kali ini eliza memilih menonton tv, sedangkan afnan membaca al qur'an sendiri.
Saat mendengar suara adzan isya' eliza bergegas mengambil air wudhu dan bersiap untuk melaksanakan sholat isya'.
Tidak seperti biasanya setelah sholat isya' eliza akan menonton tv bersama afnan. Namun kali ini ia malah masuk kedalam kamar, membuat afnan merasa sikap istrinya itu aneh.
__ADS_1
"Apa kamu sakit el..?" tanya afnan khawatir.
"Nggak gue nggak papa..!" jawab eliza dingin.
"Trus kenapa kamu nggak nonton tv..? Bukannya ini jam dimana film kesayangan kamu tayang..? Tanya afnan.
"Gue lagi males aja..! Udah gue mau tidur...!" ucap eliza.
Melihatnya, afnan pun ikut naik keranjang dan tidur disebelah eliza. Karena ia ingat perkataan eliza tadi yang tidak ingin ia menyentuhnya. Membuat afnan tidak memeluk eliza seperti biasanya karena takut jika nanti eliza mual.
Sedangkan eliza yang mendapati afnan yang hendak tidur tanpa memeluknya segera menegur afnan untuk memeluknya.
"Apa sekarang lo juga nggak mau peluk gue kalau tidur..?" ucap eliza sambil cemberut.
"Iya kan tadi kamu bilang kalau kamu mual setiap kali aku sentuh.!" ucap afnan mengingatkan.
"Ihhh...lo tuh..ah tauklah gue mau tidur..!" ucap eliza yang kesal karena suaminya tidak juga paham dengan kemarahannya.
Afnan yang tidak ingin eliza ngambek segera memeluk eliza dari belakang. Setelahnya ia mengecup pelan dahi eliza dan juga mengusap lembut perut eliza.
"Selamat malam dan selamat mimpi indah sayang.!" ucap afnan.
Dilain tempat.
"Nah sudah selesai, aku nggok boleh gagal malam ini..!" gumam nadira yang begitu semangat.
"Sekarang giliran aku membersihkan diriku dan kemudian menghampiri mas rizky.!" ucap nadira yang kemudian membersihkan dirinya dan berganti baju dengan baju tidur dan tidak lupa ia menambahkan bedak tipis diwajahnya dan juga parfum.
Setelah ia siap, nadira menghampiri rizky yang masih bekerja di ruang kerjanya.
"Emh assalamu'allaikum mas, apa aku boleh masuk..?" tanya nadira.
"Wa'allaikum salam neng. Masuk aja nggak perlu minta ijin sama mas.!" ucap rizky yang masuh fokus pada leptopnya tanpa mengalihkan pandangannya pada nadira.
"Belum selesai ya mas..?" tanya nadira.
"Belum, makannya mau mas selesaikan sekarang karena besok sudah mulai mengajar jadi ini harus segera selesai."
"Emh gitu ya, mas mau aku bikinin kopi..?" tanya nadira.
"Iya boleh.!"
Nadira pun pergi menuju kedapur untuk membuatkan kopi untum suaminya.
__ADS_1
"Ini mas kopinya.!" ucap nadira sambil menaruhnya diatas meja kerja rizky.
"Iya terima kasih ya. Oh ya, kalau kamu udah ngantuk kamu bisa tidur dulu. Mas mau selesaikan ini dulu soalnya..!" ucap rizky.
"Emang masih banyak ya mas..?" tanya nadira berharap agar pekerjaan rizky selesai.
"Tinggal sedikit lagi.!" ucap rizky.
"Ya udah aku tunggu dikamar ya mas..!" ucap nadira yang kemudian menunggu rizky didalam kamar.
Nadira yang begitu bosan menunggu rizky malah jadi tertidur karena rizky masih belum juga masuk kedalam kamar.
"Hah. Akhirnya selesai juga, oh ya tadi katanya nadira menungguku dikamar. Aku harus cepat kesana..!" ucap rizky yang bergegas masuk kedalam kamar.
Namun saat ia masuk kedalam ia melihat nadira yang sudah tidur, dan saat ia perhatikan. Kamarnya terasa begitu nyaman dengan bau bunga yang lembut menjadikan suasana begitu romantis.
Dan rizky baru sadar jika nadira memakai baju tidur yang berbentuk piyama panjang dan juga bedak tipis diwajah nadira.
"Hah..seharusnya aku tadi lebih cepat kesini. Nadira pasti kecewa setelah menyiapkan semua ini..!" ucap rizky pelan, dan ia pun mengusap lembut kepala nadira yang rambutnya dibiarkan terurai dan mencium dahi, pipi, dan juga bibir nadira pelan.
"Selamat malam bidadariku..!" ucap rizky yang kemudian ikut terlelap mengarungi dunia mimpi dimalam itu.
Dilain tempat.
Claudia dan juga klara merayakan kesenangan mereka dengan mendatangi klub dan juga meminum minuman keras hingga mereka benar benar mabuk.
Setelah mereka mabuk dan ingin pulang, mereka begitu pusing dan juga mual membuat mereka kesulitan untuk pulang.
Claudia segera meraih ponselnya dan menelfon david yang masih nongkrong dengan teman temannya.
"Hay kak, jemput gue aama klara. Di klub biasa ya..!" ucapnya pada david.
Sedangkan david yang mendengar itu menghela nafas karena lagi lagi adiknya itu membuatnya menjemput claudia padahal ia sedang seru bermain kartu bersama teman temannya.
"Mau kemana lo..?" tanya mereka.
"Biasa jemput adik dan sepupu gue di klub.!" ujar david.
"Oh ya udah sana pergi, sebelum dia ngamuk..!" ucao mereka yang sudah hafal dengan sifat claudia.
"Ya udah gue cabut dulu ya..!" ucap david yang kemudian pergi.
Didalam perjalanan, david melihat tiga gadis yang tak asing untuknya sedang berkumpul disebuah kafe. Tak terpungkiri ia begitu rindu dengan tasya. Namun ia tidak mungkin mengajak tasya untuk kembali dengannya. Karena sudah pasti tasya kini membencinya.
__ADS_1
"Gue kangen sama lo tasy..!" gumam david.