Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Atas Nama Cinta


__ADS_3

"Rose...?" Bang Jack menatapku yang berdiri kaku di bawah pancuran air dengan perasaan iba. Dia berhasil masuk ke dalam kamarku. "Kenapa?" tanyanya dalam bisikan, suaranya gemetar. "Apa yang terjadi?"


Aku menggeleng. Rasa takutku kian mendalam. "Tidak ada," dustaku. "Semuanya baik-baik saja. Ak--aku... aku hanya kegerahan. Aku butuh mandi."


"Apa yang terjadi? Katakan. Jangan menutupi apa pun dariku."


"Tidak ada. Sungguh. Tolong, Abang pergi. Aku... aku harus menyelesaikan mandiku."


"Matamu mengatakan kamu sedang tidak jujur. Aku tahu ada yang tidak beres. Katakan, Rose. Tolong katakan."


Ya Tuhan, Bang Jack berdiri sangat dekat denganku, dan itu membuatku kesulitan mengendalikan diri. Tidak. Ini tidak boleh terjadi. "Abang, tolong pergi. Aku mohon pergilah. Jangan di dekatku."


"Kenapa?" ia bertanya kemudian menggeleng-geleng pelan dan memegangi bahuku dengan wajah persis di depan wajahku.


Hasratku membuncah. Aku ingin sekali menggapainya. Aku ingin memintanya untuk menyentuhku. Tetapi... tidak. Pasti akan buruk sekali akibatnya.


"Beritahu aku, bagi masalahmu denganku, supaya aku bisa mencari jalan keluarnya."

__ADS_1


Tidak ada jalan keluar. Semuanya tidak bisa diselesaikan. Jika bisa, aku tidak akan semenderita seperti yang terjadi saat ini.


"Rose, please...? Aku mohon?"


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin mandi."


"Gerahmu tidak wajar, hmm? Ada hasrat yang membakarmu?"


"Tidak. Tidak begitu," mulutku berdusta, kepalaku menggeleng, tetapi air mata telah mewakili kejujuran.


Dan, Bang Jack tidak perlu memancing pertanyaan lebih lanjut. Dia mencium bibirku, dan hasratku kian menggebu.


"Tidak. Jangan melewati batas. Aku... aku tidak bisa. Aku tidak ingin dengan cara seperti ini. Tolong, Abang jangan berpikir--"


"James yang menciptakan situasi ini. Sebuah kesengajaan. Dia merencanakan semuanya. Dia memberikan dirimu untukku."


"No. Please, Abang jangan berpikir seperti itu. Ini hanya jebakan. Akan ada akibat buruk yang akan terjadi. Aku mohon, biarkan aku. Aku sanggup menanggung... aku bisa mengatasi keadaanku. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Abang pergilah. Tolong, pergilah."

__ADS_1


Tetapi Bang Jack mengenyahkan kewarasannya. Dia bisa mengendalikan diri jika ingin. Hanya jika dia ingin. Nyatanya tidak. Dia membiarkan hasratnya sendiri merasuk dan ia ingin meleburnya bersamaku.


"Kamu harapanku, Rose." Dia menyentuh wajahku, merengkuh diriku, dan berbisik, "Sesuatu yang kuharapkan. Di antara banyak harapan, kamu yang paling kuharapkan. Kamu. Aku sangat menginginkanmu."


Aku membeku. Otakku lumpuh total. Aku tak sedikit pun melawan ketika Bang Jack menggendongku, membawaku dan membaringkanku di ranjang, terhanyut dalam kenikmatan yang memabukkan. Dia melepaskan semua pakaian yang tersisa di tubuhku, juga melepaskan semua pakaian dari tubuhnya.


"Aku mencintaimu," bisiknya lagi ketika ia tepat berada di atasku lalu ia menciumi bibirku dengan sepenuh perasaan sementara di bawah sana ia mengarahkan diri dan menyelinap masuk ke dalam kehangatanku.


Aku bergidik merasakan sensasi kenikmatan yang kunantikan itu, yang kurindukan dalam hubungan atas nama cinta di antara kami. Sensasi tubuh Bang Jack yang berat dan panas semakin membuat hasratku terbakar. Ini terasa sangat menyenangkan. Sempurna.


Dan kali ini, setelah sekian lama wajah tampan itu tersiksa oleh kemurungan, senyum bahagianya kembali menghiasi wajahnya. Ia menyelinap lebih dalam, menggesek kuat bagian manis di dalam diriku.


"Kau milikku...," bisiknya lagi seraya mengangkat diri, lalu ia mengeran* di leherku, *rangan rendah tersiksa, dan menggerakkan tangannya. Dalam satu hunjaman tiba-tiba, ia menyelinap masuk ke dalam dan...


Sakit! Ada rasa nyeri yang seketika menyerbuku. Dengan mata terpejam, air mata menetes di sudut mataku sementara aku gemetar karena sesuatu yang terenggut dariku.


"Rose, are you ok? Kamu bisa menahan rasa sakitnya? Hmm?" bisik Bang Jack parau, suaranya lemah, dan tubuhnya pun gemetar oleh upayanya yang bagaikan melampui batas.

__ADS_1


Aku mengangguk. Kurasakan dirinya mendenyar dan berdenyut di pintu masuk rahimku. Sesuatu yang nyata, yang benar-benar sudah terjadi di antara kami. Bang Jack mendapatkan apa yang dia harapkan dariku sejak pertama cinta mengikat kami dalam hubungan ini.


Dan aku tidak akan menyesalinya. Aku tidak akan menyesali apa pun. Terserah, apa pun yang akan terjadi setelah ini. Karena aku mencintainya. Aku tidak akan takut pada apa pun lagi.


__ADS_2