Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Korban Dendam


__ADS_3

"Lalu tentang penculikanmu. Emm... sebentar, ada yang terlewat. Tentang penculikan gadis sepuluh tahun, Rose Peterson yang asli. Ayahku yang sengaja menculiknya, putri dari mendiang musuhnya, tetapi pada akhirnya dia pun kehilangan gadis kecil itu. Lalu, tentang ayahku dan Jack. Ayahku juga sengaja merekrut Jack lalu menjadikannya sebagai bodyguard dan orang kepercayaannya. Ayahku tahu siapa Jack. Dia membenci ayahnya Jack sampai-sampai dia ingin menarik anak-anak selingkuhan ibuku itu ke lembah hitam yang diperangi oleh kepolisian. Tetapi Jack lebih cerdik dari yang ayahku bayangkan. Jack menemui sahabat ayahnya, seseorang yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Dia juga seorang polisi. Jack pun menceritakan segalanya kepada polisi itu. Singkat cerita, Jack diangkat sebagai agen polisi dan dijadikan mata-mata dalam jaringan bisnis ayahku. Aku tahu segalanya. Tapi aku tidak ingin ikut campur urusan mereka. Lalu... tentang kehadiranmu. Ayahku mendengar kabar bahwa Jack berhasil menemukan adiknya. Itulah sebabnya dia menyusun rencana untuk menculikmu, dan, supaya Jack tidak curiga kalau itu perbuatannya, ayahku mengatur skenario dengan dua kejadian penculikan. Sampai akhirnya kamu sampai ke istana ini."


Sudah kuduga. "Kamu tahu semuanya dari awal?"


"Em, semuanya. Aku tahu semuanya. Aku tahu yang mereka culik bukanlah Rose yang asli. Bukan adik kandung Jack, melainkan seorang kekasih. Jujur aku kasihan padamu, Rose. Maaf, maksudku Emilia. Kamu hanya terjebak dan akan dijadikan pelacur oleh musuh kekasihmu sendiri. Di saat itulah aku datang sebagai penyelamat. Ayahku tidak tahu kalau aku mengetahui semua rencananya, dan sewaktu aku merencanakan hal lain, untuk menjadikanmu sebagai istriku, ayahku dan siapa pun itu tidak akan ada yang bisa menentang keinginanku. Setiap hal yang aku inginkan, mereka tidak akan mungkin bisa mencegahku. Aku James Harding, aku penguasa di sini, putra semata wayang Johnson Harding. Semua orang akan menuruti perintahku dan apa pun yang kuinginkan, termasuk ayahku."


Aku menggeleng dengan mata berkaca. Sesak sekali rasanya di dalam dada. Semua yang terjadi padaku hanyalah permainan. "Kamu bukan penyelamat. Kamu ikut bermain dalam sandiwara ini untuk melanjutkan dendammu pada Bang Jack. Bukan sebagai penyelamat."


"Tapi kalau bukan karena aku, kamu sudah dijadikan pelacur. Katakan kalau aku salah."


Dia benar. Aku tidak bisa menyangkal hal itu.


"Kamu tentu tahu kalau aku tidak bermaksud menyiksamu, tetapi untuk menyiksa Jack. Aku suka melihatnya menderita. Merasa sakit dan tersiksa karena cinta. Itu yang pernah kualami karena perbuatannya."

__ADS_1


Aku menggeleng. Aku tidak terima dia menyalahkan Bang Jack atas kesalahan Rose Emerson.


"Aku pernah menghubungi Jack via sambungan telepon. Aku memintanya baik-baik untuk menjauhi kekasihku, tetapi dia tidak mau mendengarkan. Dia malah berkata kalau gadis itu lebih membutuhkan dirinya daripada aku. Dia membuatku merasa sebagai pecundang yang bisa ia kalahkan. Seperti ayahnya yang bisa menyakiti hati ibuku, seperti itu juga yang dilakukan Jack kepadaku."


Baiklah. Tidak ada gunanya menasihati pria ini, Emilia. Luka ini sudah menahun. Anggapannya tidak akan bisa diubah. Aku pun berdeham. "Dari semua hal yang kamu lakukan, aku tahu kalau sebenarnya hatimu baik. Walaupun tujuan dan caramu salah, tapi aku berterimakasih, berkat kamu aku tidak dijadikan pelacur. Aku... aku juga menghargaimu yang tidak merenggut keperawananku, meski... banyak yang sudah terjadi di antara kita dalam kebersamaan itu, tapi aku percaya, kamu tidak merenggut keperawananku karena kamu menghargai pernikahanmu, ya kan? Sekarang aku mengerti. Tapi tetap saja kamu salah, kamu tidak berhak menukar keperawananku dengan materi. Aku tetap tidak bisa menerima hal itu." Aku mengangguk sedih. "Aku berusaha menerima kenyataan walaupun itu menyakitkan, demi anak-anakmu dan juga demi istrimu. Walau aku membencimu, aku akan berusaha mengikhlaskan semuanya."


James menegakkan bahu, lalu, tiba-tiba dia meraih dan menggenggam tanganku. Dan, ya ampun... dia mencium punggung tanganku dengan mata terpejam.


Tidak, Emilia. Jangan terpengaruh. Jangan terbawa perasaan. Tidak boleh....


"Ada apa?"


"Aku ingin menjelaskan soal ini. Tapi kamu tetap bisa menjaga emosimu, kan?"

__ADS_1


Aku mengangguk. "Ya," kataku.


"Aku minta maaf untuk kesalahanku."


"Untuk saat ini tidak bisa."


"Rose...."


"Emilia."


"Iya. Tapi, oke, aku tunggu sampai kamu bisa memaafkan aku."


"Bahas yang lain. Kamu mau menjelaskan apa? Mungkin... kamu mau menjelaskan kenapa kamu mempermainkan aku. Kamu berbohong dengan mengatakan kalau aku sudah tidak perawan."

__ADS_1


Sekarang James gelisah. Ada apa? Dia membuatku bertanya-tanya.


__ADS_2