Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Kucing Yang Manis


__ADS_3

Suara berderek dari daun pintu yang terbuka membuat James terbangun, dia membuka matanya dan menoleh ke arah pintu. Mendapati wajahku yang cemberut, James pun bertanya, "Ada apa? Kenapa kamu cemberut?"


Aku hanya menggeleng. Dengan segelas kopi di tangan aku duduk di sofa. Kuteguk beberapa sendok kopi sebelum James beringsut bangun dari ranjang dengan selimut tebal menyelubunginya. Dia berjalan menghampiriku lalu berdiri dengan mata sayup di hadapanku.


"Ada apa?" tanyaku.


"Taruh kopimu, ya?"


"Emm? Memangnya kenapa?"


"Please, aku mohon, Cinta?"


Hmm... dasar. Mulai berlagak sok manis.


"Please...?"


"Ya, baiklah."

__ADS_1


"Terima kasih."


Dia tersenyum bahagia saat kutaruh kopiku dan ia langsung merebahkan diri di sofa, menaruh kepalanya di pangkuanku dan meringkuk nyaman dalam selimutnya.


Ya ampun, bukannya melihat matahari terbit, aku malah melihat senyum ceria pria ini yang terbit terlalu pagi. Ada apa denganmu, James? Dasar pria aneh.


"Kamu ingin melihat matahari terbit?"


"Eh? Kok...?"


"Mau? Biar kutemani."


"Aku bisa mengatasi hal itu," ia berkata seraya berdiri lalu berjalan ke lemari untuk mengambil jaket untukku dan untuk dirinya sendiri, bahkan dia memakaikannya ke tubuhku.


Aku terperangah keheranan. Pertanyaan "kenapa dia melakukan hal itu" tetap saja mengusik benakku meski aku tahu -- aku merasa -- itu adalah bagian dari trik juga sandiwaranya di hadapanku. Tidak hanya jaket, dia bahkan menyelubungiku dengan selimut, lalu, tiba-tiba saja dia menggendongku dan membawaku keluar dari kamar, menuju geladak atas.


Di satu sisi, yang ia lakukan itu adalah hal yang sangat romantis. Aku pasti sangat tersanjung jika aku menjadi gadis lain. Tetapi aku -- aku adalah kekasih Jack Peterson, pria yang James lintasi ketika ia menggendongku ke tempat teratas di kapal itu untuk menyaksikan matahari terbit.

__ADS_1


Ya Tuhan, tanpa sengaja, apa yang kuinginkan pagi ini malah justru menjadi belati yang menggoreskan luka di hati kekasihku.


Maafkan aku....


"Kamu hanya ingin menyaksikan matahari terbit, kan?" James bertanya lalu ia menurunkanku dari gendongannya dan mendudukkanku di kursi malas. "Sekarang duduklah di sini." Dia menarik selimut, dan membenahinya hingga menyelubungi bagian kakiku sementara ia menyelinap masuk, meringkuk nyaman di dalam selimut dengan kepala di atas pangkuanku. "Aku ingin tidur lagi. Tolong elus-elus kepalaku, ya. Aku mencintaimu." Dia tersenyum, lalu kembali memejamkan mata.


Oh, manis sekali. Seperti anak kucing.


"Terima kasih sudah menjadi teman hidupku, Rose. Aku tidak merasa sendirian berkatmu."


James... sebenarnya aku kasihan padamu. Andai kamu bisa mencintai gadis lain dan bukannya memilihku sebagai istri, mungkin... mungkin cintamu akan terbalas. Dengan sikap manismu yang seperti ini, barangkali tidak sulit bagi wanita lain untuk mencintaimu. Bahkan, jika aku ingin, mungkin saja aku bisa mencintaimu. Tapi sayangnya aku tidak ingin, karena aku bukan seorang pengkhianat. Aku tidak ingin mengkhianati Bang Jack. Sekalipun... jika akhirnya aku mencintaimu, sekalipun aku tidak mencintai Bang Jack lagi, aku tetap tidak akan bisa mengkhianatinya. Dia lelaki pertama yang memberiku cinta dan ketulusan, aku tidak akan pernah bisa meninggalkannya kecuali jika dia sendiri yang memintanya.


"Rose?"


"Emm?"


"Aku akan memberi waktu untukmu, juga untuk diriku sendiri, waktu untuk menunggumu mencintaiku, sampai hari ulang tahunku. Tetapi setelah itu, aku tidak akan peduli kamu akan mencintaiku atau tidak. Yang terpenting kamu di sini. Kamu bersamaku. Dan cintaku, itu sudah cukup untuk mempertahankan pernikahan kita. Aku ingin kamu selamanya menjadi istriku, dan menjadi ibu dari anak-anakku. Aku ingin kita segera memiliki anak, Rose. Please...."

__ADS_1


Apa itu artinya kamu akan... merenggut keperawananku meski aku tidak mencintaimu...?


__ADS_2