
"Aku masih ada urusan," James berkata setelah makan malam itu usai. "Kamu pergi ke kamar sendiri, tidak apa-apa, kan? Langsung tidur."
Aku mengangguk. "Ya, baiklah," kataku. "Selamat malam."
James mengangguk. Tetapi, ketika aku sudah berdiri dan hendak berbalik, James malah memanggilku lagi.
"Ada apa?" aku bertanya.
Pria itu tersenyum simpul, lalu, perlahan dia mendekat, dan... dia mencium bibirku lembut, dengan mesra dan seakan sepenuh perasaan.
"Peluk aku, Rose," pintanya.
Sebenarnya aku enggan, aku ingin menolak, tapi ketidakberdayaan lagi-lagi memaksaku untuk menurut dan memenuhi permintaannya. Dan itu yang kulakukan. Dengan kikuk, kuangkat tanganku dan aku memeluknya. Memeluk tubuh yang ingin kuenyahkan dari hidupku.
__ADS_1
"Terima kasih. Aku mencintaimu." Dia melepaskan diri dari pelukanku dan tersenyum bahagia. Kemudian, dengan tangan selembut beledu, kurasakan jemarinya membelai pipiku lalu ia berbisik, "Jangan lupa minum obat tidurmu."
Deg!
"Aku membutuhkanmu, Rose. Aku membutuhkan kehangatanmu."
Ya Tuhan, jantungku berdebar kencang. Aku gelisah. James sangat pandai mempermainkanku, sejenak dia membuatku dan organ-organ dalam tubuhku ini bekerja dengan normal, namun di saat yang tak terduga, dengan mudahnya ia bisa memicu organ-organ tubuhku hingga bekerja cepat tanpa kendali. Aku berkeringat dingin. Aku tahu itu berarti James hendak mengecek keperawananku, apakah masih utuh, atau sudah terenggut oleh Bang Jack. Aku tahu itu.
Bahkan mungkin saja dia ingin bertindak lebih, sesuatu yang bahkan mungkin tidak akan pernah terpikirkan olehku.
Aku mengangguk, dengan mengontrol diri semaksimal mungkin, meski kakiku terasa lunglai dan gemetar, aku berhasil berjalan dan menuruni tangga menuju geladak bawah, menyusuri karpet merah menuju kamar VIP.
Di dalam kamar, aku duduk di tepi ranjang, berpikir. Sejujurnya aku penasaran tentang apa yang akan dilakukan James kepadaku. Apa yang ia perbuat di saat aku tertidur lelap di bawah pengaruh obat sampai-sampai selama ini aku selalu terbangun dalam keadaan polos dan dipenuhi jejak merah, plus, dengan lendir-lendir putih di permukaan organ intimku. Karena rasa penasaran itulah, aku tidak meminum obat tidurku. Aku ingin langsung tidur dan berharap aku akan terbangun di saat James melakukan "rutinitas malam"-nya itu yang selama ini tidak pernah kuketahui.
__ADS_1
Semoga saja hidangan makan malam barusan tidak diberi obat apa pun. Semoga saja tidak. Aku mohon, Tuhan....
Tapi ternyata sulit bagiku untuk bisa tertidur tanpa obat, sebabnya otakku dipenuhi oleh pemikiran-pemikiran yang seperti benang kusut, seperti puntalan benang yang tidak akan pernah kutemukan ujungnya.
Lebih dari setengah jam berlalu, aku mendengar suara James di depan pintu kamar. Meski dengan jantung berdebar tak karuan, aku memejamkan mataku ketika James membuka pintu, dia masuk ke kamar dan kudengar ia masih terus berbicara. Sepertinya dia sedang bicara melalui sambungan telepon. Dan dari pembahasannya dengan seseorang di seberang sana, aku bisa menebak dia sedang membahas perihal bisnis prostitusi yang selama ini dijalankan oleh ayahnya. Dia tidak akan membubarkan bisnis itu begitu saja seperti melepaskan burung dari sangkar atau menebar benih ikan di lautan. Semuanya mesti terorganisir dan terdata dengan rapi, diurus satu persatu dari dalam negeri hingga yang berada di luar negeri. Dimulai dari satu kota ke kota berikutnya. Dari apa yang kusimak -- yang ia bahas itu, maka aku tidak heran, pantas saja semasa hidupnya Tuan Johnson bisa memiliki aset sebegitu banyaknya. Jaringan prostitusinya tersebar luas hingga ke beberapa negara. Bahkan di satu negara, pekerja-pekerja PSK-nya itu tersebar di berbagai kota. Tentu saja, gadis-gadis yang direkrut oleh Tuan Johnson dan anak buahnya itu adalah gadis-gadis belia yang cantik dan rupawan, kupikir, paling tidak pasti seperti diriku, yang memiliki wajah cantik dan perawakan langsing, ramping, tapi berisi.
"Jack sendiri yang akan turun tangan."
Apa? Bang Jack? Kenapa mesti Bang Jack?
"Yeah. Saya sendiri yang akan memintanya. Dia yang mengetahui semua bisnis gelap Papa secara detail. Dan saya bisa pastikan, dia tidak akan bisa menolak permintaan adik iparnya."
Ya Tuhan, apa maksudnya?
__ADS_1
"Yeah. Saya sudah meminta pengacara pajak untuk menyiapkan rekening luar negeri. Semuanya akan ditransfer dari rekening Jack Peterson ke rekening atas nama Nyonya Rose Harding. Dia akan melakukan semua itu untuk adik kesayangannya. Percayalah, James tidak akan salah melangkah. Karena Jack tidak akan melibatkan Rose dalam kasus apa pun."
Mataku terpejam. Sepertinya keberadaanku hanya ia jadikan sebagai alat untuk kepentingan pribadi. Tapi apa tujuan James sebenarnya? Untuk kekayaan yang melimpah itu? Dia yang mendapatkan semuanya namun namanya tidak terdeteksi oleh pihak kepolisian? Justru seorang polisi sendiri yang melakukan transaksi-transaksi itu? Dan aku yang terjebak? Oh Tuhan....