Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Licik!


__ADS_3

"Well, langsung saja, ada apa memanggilku kemari?" Bang Jack bertanya dengan nada ketus. Jelas api cemburu James berhasil membakarnya. Dan James, pria itu lagi-lagi merasa senang.


Dan, aku, aku benar-benar merasa bersalah.


"Sebentar, Kakak Ipar. Obrolan ini sebaiknya hanya di antara kita berdua. Jadi, Rose, Sayangku, tolong pergilah ke kamar."


Ya Tuhan, aku sangat takut. Aku menggeleng enggan. Aku takut terjadi pertikaian antara Bang Jack dan James. Tidak sekarang, Tuhan. Tolong jangan sekang....


"Sayang."


"Baik, My James."


"Well, Sayang, aku tahu kamu seorang istri yang baik dan sangat penurut."


Aku mengangguk, lalu berpaling ke arah Bang Jack. "Aku permisi, Bang."


Tetapi aku enggan pergi dari sana. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi. Aku ingin mendengar apa yang ingin disampaikan oleh James kepada Bang Jack.


Apa tentang bisnis Tuan Johnson?

__ADS_1


Tidak bisa, pikirku. Aku tidak boleh pergi. Aku harus menguping pembicaraan mereka.


"Jadi?"


"Sabar, Kakak Ipar. Mari, kita duduk dulu. Kita bicara serius tapi santai."


"Sungguh, Adik Ipar perlu berbasa-basi? Bukankah itu membuang-buang waktumu untuk bermesraan dengan adikku?"


James tertawa. Mereka pun duduk berhadap-hadapan. "Tenang saja kalau soal itu. Setelah kita bicara, aku bisa melakukannya lagi."


"Jadi, apa yang ingin dibahas?"


"Apa lagi kalau bukan tentang bisnis Papa."


"Aku ingin melepaskan bisnis itu. Aku tidak ingin melanjutkannya."


"Itu hal yang mudah. Tinggal katakan pada pengurus di tempat masing-masing kalau mereka dibubarkan."


"Tentu saja, tapi masalahnya aku ingin menukarnya dengan materi. Berhubung Kakak Ipar yang mengetahui semua seluk-beluk bisnis Papa secara detail, aku ingin Kakak Ipar yang membereskan semuanya."

__ADS_1


Hmm... tidak seperti yang kukhawatirkan. Bang Jack nampak santai mendengarkan perkataan James. Sepertinya dia memahami benar apa yang diinginkan oleh James.


"Well, apa keuntungannya bagiku?"


"Akan kuberikan sesuatu yang sangat Kakak Ipar harapkan. Setidaknya salah satunya."


"Menarik." Bang Jack tersenyum masam. "Memangnya apa yang sangat kuharapkan? Hmm?"


"Ssst... James tahu segalanya. Tapi kita tidak perlu membahas soal itu sekarang."


"Waw, James, bagaimana kakak iparmu ini bisa tahu kalau adik iparnya tahu apa yang diinginkan oleh kakak iparnya? Mungkin benar, mungkin Adik Ipar bisa membaca pikiranku. Tapi sayangnya aku tidak bisa membaca pikiranmu. Sebaiknya katakan saja, apa penawaranmu?"


Licik. James tersenyum seraya menggeleng pelan. "Deal saja dulu. Toh, Kakak Ipar bisa melakukan transaksi secara cash. Kakak Ipar bisa menyimpan semua uang itu lebih dulu di rekening pribadi Kakak Ipar kalau Kakak Ipar tidak percaya kepadaku."


Oh, *hit! Aku tahu kau ingin menggunakan aku sebagai alat ancaman saat Bang Jack menyelesaikan tugasnya. Kau ingin Bang Jack menyerahkan uang itu demi keselamatanku. Sialan! Dasar pria licik!


"Lagipula, itu bukan untukku. Dalam dunia kita, maut bisa datang kapan saja, bukan? Seperti Papa, tahu-tahu dia tewas di tangan oknum polisi yang sengaja mengincar nyawanya. Jadi, semua uang itu nantinya untuk Rose dan anak-anakku kelak saat aku sudah tiada. Anggap saja dariku, oh bukan, maksudku semua itu dari kakek anak-anakku. Tapi tentu saja mereka akan tahu kalau itu juga dari pamannya. Paman Jack terkasih. Pada saatnya nanti, Kakak Ipar bisa mentransfer semua dana itu ke rekening atas nama Rose. Untuk keluarga, kita akan memberikan tabungan masa depan, bukan? Tapi jika untuk adikmu dan keponakanmu saja Kakak Ipar masih menginginkan pamrih, maka akan kupenuhi. Tapi untuk uang itu, biar kami yang menyimpannya. Aku akan sangat senang kalau Kakak Ipar bersedia membantuku."


Masih dengan sikap tenangnya, Bang Jack kembali tersenyum. "Kenapa bukan Adik Ipar saja yang turun tangan langsung? Akan lebih mudah, bukan?"

__ADS_1


"Ayolah, Kakak Ipar tahu kalau aku bersih dari semua bisnis Papa. Bahkan semua anak buah Papa lebih mengenal Kakak Ipar daripada aku, ya kan? Lagipula, aku akan pergi ke luar negeri untuk pengalihan nama atas semua aset-aset Papa. Aku ingin menitipkan Rose pada Kakak Ipar selama aku pergi. Jika aku juga harus mengurus pengalihan atas bisnis-bisnis Papa, itu berarti aku harus meninggalkan Rose terlalu lama. Itu tidak akan baik. Kami sedang mengikuti program hamil. Tidak baik kalau kami terlalu lama berpisah, tidak baik juga kalau Rose sering melakukan perjalanan. Sebab itu dia tidak bisa ikut jika aku pergi. Dan lagipula, perjalanan itu cukup berbahaya bagi orang asing, ya kan? Jadi, aku mohon, Kakak Ipar bersedia melakukan ini untuk orang yang kita sayangi."


Bang Jack tidak bereaksi.


__ADS_2