
》Seperti janjiku. Kuberikan sesuatu yang sangat kau harapkan. Have fun! Enjoy the moment!
Itu -- pesan whatsapp yang ditunjukkan oleh Bang Jack kepadaku. Pesan whatsapp dari James pada malam itu sewaktu aku mengalami gerah efek obat perangsang yang masuk ke tubuhku.
Licik memang. James memberikan pesan dalam kalimat ambigu. Dia tidak terang-terangan menuliskan pesan bahwa Bang Jack boleh merenggut keperawananku, tapi kalimat itu jelas merujuk ke hal itu dengan segala situasi yang ada. Bagaimana tidak, ya kan?
Tetapi, pada pagi hari itu, tepat ketika cahaya matahari mulai menerangi kamarku melalui kaca jendela, ponselku berdering. Aku tahu itu pasti telepon dari James. Siapa lagi yang akan menghubungi ponselku sepagi itu kalau bukan James? Dengan malas, aku beranjak dari ranjang dan mengenakan jubah mandi yang tergantung di balik pintu kamarku, lalu aku pun keluar dari kamar dan mengambil ponselku yang kutinggalkan di atas meja di ruang depan. Aku dan Bang Jack sama-sama tahu kalau kami belum bisa untuk langsung mengabaikan James sebab ibunya Bang Jack masih berada di rumah sakit. Toh, lagipula memang tidak ada pilihan selain melenyapkan James. Mau kabur pun, mau kabur ke mana? Dengan kekayaan yang ia miliki, James pasti akan bisa menemukan keberadaan kami di belahan bumi mana pun.
Dengan mengingat pesan Bang Jack bahwa aku tidak boleh membahas perihal apa yang terjadi semalam, aku pun menerima panggilan video dari James. Anggap tidak terjadi apa-apa. James tidak akan mengetahui apa pun kecuali dia memeriksa fisikmu secara langsung. Tidak ada cctv lagi di apartemen ini. Semua bagian apartemen sudah dicek secara menyeluruh kecuali cctv yang dipasang sendiri oleh Bang Jack. Saat ini James tidak akan mengetahui apa pun. Oke? Rileks. Tenangkan dirimu.
Klik! Sambungan panggilan video terhubung.
"Hai, selamat pagi, Sayang," sapa James di seberang sana. Dia tersenyum semringah seolah tidak terjadi apa pun, dan seolah dia tidak melakukan apa pun terhadapku.
__ADS_1
Aku membencimu, James. Kau melibatkan aku terlalu jauh dalam permainanmu. Kau membuatku kehilangan keperawanan dengan cara yang tidak kuinginkan.
"Hei, ada apa? Kamu kelihatan murung. Apa terjadi sesuatu?"
Heh! Berengsek! Teruslah berpura-pura. "Tidak apa-apa. Selamat pagi juga," kataku -- tanpa takut, tanpa rasa resah dan gelisah. Sebab semua perasaan itu sekarang terganti oleh amarah yang mesti terbendung di dalam benakku.
"Kamu sudah sarapan?"
"Belum."
"Aku baru bangun, James."
"Oh."
__ADS_1
"Yeah. Dan omong-omong, terima kasih karena kamu sudah menepati janji."
Terkejut. Meski samar, aku bisa melihat ekspresi tak biasa dari James. "Janji? Janji apa?" tanyanya.
Dia terpancing atau memancing? Whatever. "Yeah, terima kasih, karena kamu benar-benar meneleponku pagi-pagi begini untuk sekadar ucapan selamat pagi. Terima kasih juga untuk yang semalam. Kamu membuatku tersiksa."
Dia berdeham, lalu tersenyum. Dan aku sama sekali tidak senang dia tersenyum begitu. "Apa maksudmu, Sayang? Tersiksa kenapa? Apa yang sudah kulakukan sehingga membuatmu tersiksa?"
"Kamu memang tidak pernah peka."
"Ya ampun, bicaralah yang jelas."
"Intinya begitu. Pahami sendiri," kataku, berusaha bicara sedatar mungkin dan sebiasa mungkin. "Terima kasih untuk semua yang sudah kamu lakukan. Kamu membuatku mati rasa dan aku sangat membencimu. Bye!"
__ADS_1
Tut! Sambungan video terputus.
Kau sudah merenggut rasa takutku sampai habis dan tak bersisa. Kau juga sudah membuatku menelan rasa kecewa yang terlalu dalam. Selama ini kau memanfaatkan rasa takutku hingga aku terpaksa menjadi bonekamu yang selalu menurut padamu. Tapi sekarang, walaupun aku akan menjalankan peranku untuk tetap menurut padamu, tapi kau tidak akan lagi melihat rasa takut itu di dalam diriku. Dengan begitu, kau tidak akan lagi merasa menang. Sesakit apa pun luka yang akan kau berikan kepadaku setelah ini, apa pun itu, itu tidak akan mampu lagi membuatku merasakan sakitnya. Dan aku juga tidak akan mengikuti rencana Bang Jack untuk tidak lagi bertemu denganmu. Aku ingin ikut berperan dalam permainan ini. Sekarang aku justru merasa tertantang, apa lagi yang akan terjadi kepadaku di babak berikutnya? Tapi yang pasti, kau tidak boleh menang, James. Kau tidak bisa tetap menahanku di sisimu dan mendapatkan uang itu dari Bang Jack. Tentu saja, aku tahu kalau Bang Jack sulit untuk menyingkirkanmu, tapi pada saatnya nanti, aku yang akan melakukannya. Aku yang terdekat denganmu. Aku yang bisa menjangkaumu. Dan, yeah, kau yang memaksaku untuk menjadi seorang kriminal. Aku Emilia Fransiska. Aku bagaikan sudah mati berkali-kali dalam kehidupan ini, dan aku sudah mendapatkan kebahagiaanku. Aku sudah mendapatkan cintaku dari pria yang kucintai. Sekarang semuanya sudah kupertaruhkan. Aku bisa mengambil risiko apa pun. Sekalipun harus menghadapi kematian. Well, let's start a new game, My James. Sekarang hanya antara kau dan aku. Kau akan tahu bagaimana rasanya jika seorang perempuan sudah sangat sakit hatinya. Aku bisa menjadi racun bagimu. Dan nyawamu, akan ada di dalam genggamanku. Sampai jumpa. Aku sangat menantikan pertemuan kita. Ini akan sangat menyenangkan.