Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Membingungkan


__ADS_3

Pasrah. Pada akhirnya aku tidak bisa menilai siapa yang benar dan siapa yang bersalah. Kalau berdasarkan penjelasan dari Bang Jack, jelas secara hukum James tidak bisa dinyatakan bersalah. Dia hanya seorang pembisnis yang menyediakan jasa tempat dan pelayanan bagi para pelanggan dari semua jenis usahanya. Karena pada dasarnya, kalaupun semua bisnis yang ia jalankan menerapkan aturan seketat mungkin, jika para pengunjung sendiri yang berniat melakukan perbuatan melanggar hukum di tempat bisnisnya itu, si pemilik usaha bisa apa? Toh, memang tidak ada buktinya kalau si pemilik usaha itu yang memang sengaja mempersilakan para pengunjung di hotel, spa, tempat karaoke ataupun klub malam itu untuk bertransaksi narkoba ataupun melakukan tindakan mesum bahkan prostitusi di sana, dan James juga tidak mendapatkan fee dalam bentuk apa pun dari transaksi-transaksi kotor itu, jadi di mata hukum James tidak bisa dianggap bersalah.


Lalu sekarang, tentang urusan pribadi, aku tidak tahu pasti apa alasan James melakukan semua kegilaannya itu. Andaipun benar untuk membalas dendam pada Bang Jack, aku tidak tahu apa kesalahan Bang Jack pada James. Barangkali memang Bang Jack yang bersalah. Dan tentang aku, sepertinya James tidak akan berbuat sesuatu yang melampui batas jika aku sendiri bersikap baik kepadanya. Yeah, jadinya aku bingung. Kalau aku membiarkan Bang Jack melenyapkan James atas dasar urusan pribadi namun mengatasnamakan perlindungan diri dan profesi, itu sama saja aku membiarkan dia mencoreng nama baiknya sebagai anggota kepolisian.


Aku tidak memiliki jawaban untuk kemelut dalam hubungan antara cinta dan dendam ini. Seandainya pun pemikiranku tentang James dan kebenciannya terhadap Bang Jack itu benar, aku tidak punya bukti otentik untuk mengatakan semua yang kupikirkan itu kepada Bang Jack.

__ADS_1


Akhirnya, aku masih harus diam dan menahan diri dulu. Aku mesti minum obat tidur supaya otakku berhenti berpikir dan aku bisa istirahat. Sebab, keesokan harinya aku mesti ke rumah sakit mengunjungi ibunya Bang Jack, untuk merayakan ulang tahunnya, memenuhi keinginannya untuk merayakan ulang tahunnya bersama putri kesayangannya. Walau sebenarnya aku bukanlah putri kandungnya.


Oh, kebohongan yang ke berapa ini? Apakah ini berarti semesta memang mendukung seorang Emilia Fransiska menjadi Rose Peterson seutuhnya?


Aku menggeleng-gelengkan kepala karena aku merasa jalan hidupku bertambah ruwet dan semakin aneh. Aku terjebak dalam kisah yang sebenarnya -- sebelumnya -- aku tidak memiliki keterkaitan sama sekali dengan semua ini.

__ADS_1


"Eh? Kenapa aku jadi menyesal seperti ini?"


Tapi faktanya memang begitu, aku bisa tidur nyenyak semalaman dengan bantuan obat tidur. Tetapi, keesokan paginya, aku malah kembali terperangkap dalam pikiran-pikiran pelik itu lagi. Aku terus melamun di sepanjang jalan sewaktu menuju rumah sakit sehingga aku nyaris saja melewatkan satu hal lagi yang membuat kebingunganku itu malah semakin bertambah jadi.


Aku terbelakak. Hatiku bergemuruh saat aku melihat tiga orang pria di depan sebuah hotel berbintang. Dua orang diantaranya adalah penculik yang waktu itu membawaku dari apartemen, dan yang satunya lagi adalah salah satu dari ketiga pria yang merebutku dari kedua orang itu. Tidak mungkin aku salah mengenalinya. Pria itu yang menyetir mobil, yang menamparku, dan yang hampir saja memperkosaku.

__ADS_1


Mereka? Mereka bersama? Kenapa mereka terlihat sangat akrab sekali? Apa jangan-jangan...?


__ADS_2