Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Saat Yang Sulit


__ADS_3

Aku meminta Bang Jack meninggalkan apartemen untuk beberapa jam selama dua hari berturut-turut dan menyuruhnya memerintahkan seorang bodyguard untuk berjaga di depan pintu apartemen selama dia pergi, plus, ia harus mengatakan kepada bodyguard itu bahwa dia tidak akan pergi lama-lama, dan ia juga harus mengatakan kepada bodyguard itu bahwa sementara ia pergi, aku yang berada di dalam apartemen tengah tertidur lelap di bawah pengaruh obat tidur berdosis tinggi. Jadi akan aman jika dirinya meninggalkanku sendirian. Bang Jack juga harus berpesan bahwa bodyguard itu tidak boleh mengizinkan siapa pun masuk ke dalam apartemen untuk menemuiku apalagi membawaku pergi.


Tentu saja, bodyguard itu akan mengiyakan, lalu dia akan menginformasikan hal kecil ini kepada James. Meskipun, pada akhirnya James tetap tidak datang untuk menemuiku apalagi untuk membawaku pergi. Namun, meskipun begitu, setidaknya -- aku berharap -- hal ini -- walau sedikit akan mempengaruhi pikiran James: bahwa ternyata Bang Jack harus memberikan obat tidur dulu kepadaku untuk membuatku aman dari tindakan-tindakan yang berbahaya selama dirinya tidak bersamaku. Walaupun sebenarnya ya, benar aku sedang tertidur di bawah pengaruh obat. Sebabnya, saat ini aku tidak bisa tertidur dengan nyaman apalagi nyenyak karena pikiranku -- tanpa bisa kukontrol -- selalu mengarahkanku memikirkan bagaimana caranya untuk mendekati James: James harus percaya kalau aku benar-benar depresi. Jadi aku memang meminum obat tidur karena aku memang membutuhkannya untuk mengontrol pikiranku dan memaksa diriku sendiri supaya aku beristirahat.


Ya Tuhan, tapi kadang-kadang aku merasa mungkin aku ini benar-benar depresi. Ada bagian di dalam diriku yang terus saja merongrongku untuk sesegera mungkin melenyapkan James. Aku tidak pernah marah dan membenci seseorang sampai sebegininya hingga aku kesulitan untuk tidur. Aku kesulitan untuk mengenyahkan James dari pikiranku, sesulit aku menggapainya, sesulit aku untuk bisa melenyapkannya dari hidupku.


Tetapi aku tidak akan menyerah. Aku mesti mendapatkan kembali tempatku di sisi James tanpa harus mendapatkan siksaan dari keperawanan yang sudah hilang meski itu James sendiri yang menjadi dalangnya. Sebab, aku tahu sampai kapan pun James akan terus bersikap seolah itu bukan perbuatannya dan dia tidak tahu apa pun. Toh, dia memiliki alibi yang kuat dan tepat. Dia sedang berada di luar negeri saat kejadian itu. Dia juga tidak terang-terangan mengatakan kepada Bang Jack bahwa ia memberikan keperawanan istrinya untuk kakak iparnya sendiri. Dia justru bisa memutar balikkan fakta bahwa itu adalah perbuatanku sendiri, atau perbuatan Bang Jack -- supaya kami berdua bisa menyalurkan hasrat dan seolah semua yang terjadi bisa kami limpahkan kesalahannya kepada James. Siapa pun bisa memutar balik keadaan dengan segala situasi yang terjadi. Tapi, Jika James percaya bahwa aku sampai depresi gara-gara hal ini, dia akan percaya kepadaku dan membawaku kembali kepadanya tanpa bisa menyalahkan aku soal keperawananku yang sudah terenggut. Dengan begitu, aku berharap tidak akan ada dinding pemisah di antara kami berdua hingga aku bisa kembali berada di dekatnya seperti dulu, tanpa rasa curiga terhadapku. Dia tidak boleh tahu tujuanku yang berniat melenyapkan nyawanya.


Setelah dua hari berlalu dengan siasat kecil itu, aku melanjutkan rencanaku dengan trik berikutnya. Lagi-lagi aku harus bergerak tanpa memberitahukan rencanaku lebih dulu kepada Bang Jack. Dan, aku terpaksa -- juga -- menjalankan trik kepada Bang Jack. Seperti empat hari berturut-turut setelah aku pulang dari rumah sakit kemarin, aku harus terus bermanis-manisan kepada Bang Jack, menggodanya dan membawanya ke ranjang. Aku harus membuatnya bahagia dan juga menunjukkan kebahagiaanku sehingga dia tidak akan menyadari apa yang akan kulakukan berikutnya.


Romeo-ku itu pun terlena. Dengan membawanya ke ranjang dan bercinta denganku, dia merasa bahwa keadaanku memang dalam keadaan baik-baik saja, aku bahagia, aku mencintainya, aku mabuk dan tergila-gila dengan percintaan kami yang tiada habisnya. Aku berusaha menunjukkan kalau aku tidak dalam keadaan tertekan oleh tuntutan diriku sendiri, oleh bagian jahat di dalam diriku untuk segera menuntaskan dendamku kepada James. Dengan siasat seperti ini, kupikir aku bisa mengelabuhi kewaspadaan Bang Jack. Hari ini, setelah insiden melukai pergelangan tanganku kemarin, aku meminta Bang Jack untuk mengajakku jalan-jalan dengan alasan bahwa aku bosan berada di apartemen.

__ADS_1


Dia tersenyum, deru napasnya yang belum stabil setelah dia menggilaiku di ranjang di pagi menjelang siang itu, sama sekali tak mampu membuatnya menolak permintaanku. "Memangnya kamu mau jalan-jalan ke mana?" tanyanya.


"Pertama-tama ajak aku nonton bioskop. Lalu, aku mau Abang mengajakku bermain paralayang. Terus, yang ketiga, aku mau Abang mengajakku main jetski. Tidak akan ada yang curiga kalau kita happy-happy. Semua yang kuinginkan akan membuat orang berpikir bahwa itu adalah hal yang wajar untuk menghibur seorang perempuan yang tengah mengalami depresi, ya kan? Jadi, tidak akan ada yang mengganggu kalau kita bersenang-senang hari ini."


Dia mengangguk. "Gadis yang cerdik," pujinya. "Tapi ingat, jangan melakukan sesuatu yang berbahaya. Jangan coba-coba mengelabuhiku."


Hmm... ternyata dia sama saja seperti James. Sulit untuk dikelabuhi. Dan sekarang, hubunganku dan Bang Jack juga sama seperti hubunganku dengan James: ada kerenggangan dalam kepercayaan, dan, juga ada siasat yang mengatasnamakan ketulusan.


Maafkan aku, Bang. Tapi, walau apa pun yang kulakukan, aku bisa memastikan diriku bahwa aku adalah milikmu. Kau yang paling berhak atas diriku, dan hanya kau yang berhak memiliki aku.


"Emm?"

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kamu diam? Kenapa tidak menjawab pertanyaanku? Kamu merencanakan sesuatu? Hmm?"


Aku menggeleng, lalu tersenyum. "Tergantung kesempatan, sih. Tapi kan ada Abang yang akan selalu menjagaku."


"Kita tidak jadi pergi."


"Abang...." Aku merengut.


"Akan lebih aman kalau kamu tetap di apartemen."


"Abang... tolong jangan begitu. Aku bisa benaran depresi kalau Abang terus mengurungku di sini."

__ADS_1


Tetapi pria itu mengabaikanku. Dia turun dari ranjang dan mengenakan kembali celana pendeknya, lalu ia pun keluar dari kamar dan meninggalkanku begitu saja.


Baiklah kalau begitu. Abang membuatku terpaksa berbuat nekat. Namaku bukan Emilia jika aku tidak bisa memaksamu mengajakku ke pantai.


__ADS_2