Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Suami Cerewet


__ADS_3

Sakit. Itu yang kurasakan saat aku terbangun pada keesokan paginya. Bukan di bagian depan tubuhku, tapi di bagian belakang. Tapi pertanyaannya itu: kenapa? Sebegitu pentingkah baginya untuk mengambil keperawananku di saat aku benar-benar ikhlas atas nama cinta? Begitu?


Tetapi aku tidak perlu memprotes apa pun. Meski membingungkan, ada bagian di dalam diriku yang bersyukur atas keperawanan yang masih kumiliki. Dan, untuk rasa sakit ini, aku bisa menahan rasa sakit di tubuhku, itu tidak penting untuk kutangisi dan tidak mesti kuresapi. Yang penting sekarang aku mesti menyingkirkan tubuh besar James yang menindih sisi kanan tubuhku dengan tubuhnya, juga menyingkirkan tangannya yang besar itu, yang melingkar di pinggangku. Aku butuh ke kamar mandi.


Tetapi dia berat. Posisinya yang setengah menelungkup menindihku, terlebih karena tangan kananku juga tertindih oleh bobot tubuhnya, membuatku kesulitan menelentangkan tubuhnya. Mau tidak mau aku mesti membangunkan James dan memintanya untuk bergeser dariku. Walaupun enggan, aku mesti memintanya baik-baik.


"My James," panggilku.


Matanya yang masih mengantuk terbuka sesaat, lalu kembali terpejam.


"Aku ingin ke kamar mandi. Tolong geser, please?"


Dengan malas, akhirnya dia menelentangkan tubuhnya hingga tangan kananku dan setengah tubuhku yang tertindih olehnya bisa terbebas.


"Dasar Hulk!"


"Tapi Hulk ini sangat mencintaimu, Sayang."


"Eh?"


Dia masih mengantuk, matanya masih terpejam, tapi mulutnya masih bisa berceloteh. Dasar pria aneh.


"Pergilah ke kamar mandi. Kalau tidak, aku akan membuatmu pipis di ranjang dengan aku berada di dalammu. Kamu ingin berbagi kehangatan itu denganku? Hmm?"


Euwwww...!

__ADS_1


"Dasar tidak waras!"


James tersenyum. Dan kurasa, hari ini dia akan menunjukkan lagi dirinya sebagai sosok pria yang lembut seperti yang ia tunjukkan kepadaku kemarin.


Whatever...! Terserah padamu.


Dengan rasa kantuk yang sudah hilang sepenuhnya, aku pun beranjak turun dari ranjang dan melesat ke kamar mandi. Dari jam dinding yang tadi kulihat sekilas, hari masih benar-benar pagi, dan kupikir, kalau aku keluar dari kamar, aku pasti bisa menyaksikan matahari terbit pagi ini. Dan siapa tahu aku bisa bertemu dengan Bang Jack, minimal aku bisa melihatnya. Itu sudah cukup bagiku.


Yap. Setelah bersih-bersih di kamar mandi sekaligus membasuh wajah dan menggosok gigi, aku mengenakan kembali gaun tidurku dan kembali ke ranjang, menghampiri James. Aku tahu aku harus menjalankan peranku dengan baik. Aku tidak boleh keluar diam-diam tanpa sepengatahuan dan tanpa izin dari pria itu.


"My James."


"Emm? Ada apa?" Matanya masih terpejam.


Dia mengangguk. "Boleh. Tapi hati-hati. Jangan sampai kamu jatuh ke laut untuk ke-tiga kalinya. Belum tentu kamu akan seberuntung kemarin."


Dia memang mengetahui semua tentang aku. Well, terserah. "Baiklah. Aku akan hati-hati."


"Jaga kepercayaanku. Aku masih mengantuk. Aku masih butuh tidur. Tapi itu bukan berarti tidak ada yang mengawasimu."


Hmm... dasar....


"Kamu bisa dipercaya, kan, Sayang?"


Aku berdeham. "Ya. Aku tidak akan berbuat macam-macam. Aku janji."

__ADS_1


"Bagus."


"Aku bisa pergi sekarang?"


"No. Cium aku dulu sekali. Dengan sepenuh perasaan. Baru kamu boleh pergi."


Argh! Dasar pria aneh! Banyak sekali maumu.


Tapi aku tidak punya pilihan, bukan?


Aku menciumnya. Di pipinya, dengan sepenuh perasaan.


"Di bibir, Sayang."


Argggggh...! Rasanya aku ingin menjerit karena kesal. Tapi sudahlah, sudah risiko bagiku karena bersuamikan seorang James Harding yang tidak waras.


Kucium bibir pria itu dengan sepenuh perasaan: dalam kilasan mata. Kau tahu aku tidak bisa melakukannya dengan sepenuh hati. Jadi, aku sendiri pun bingung. Tapi yang jelas, aku menciumnya dengan lembut, menempelkan bibirku agak lama dan membiarkan dia merasakan bibirku menyentuhnya.


"Terima kasih, Cinta. Ini pagi yang sangat menyenangkan. Love you...."


Bagimu, James. Itu bagimu....


Dengan memberengut, aku beranjak ke pintu, membuka pintu kamar dan berjalan keluar lalu menutup pintu itu kembali, meninggalkan James yang kembali terlelap dalam tidurnya.


Tidurlah yang nyenyak. Tidak usah bangun sekalian. Dasar suami cerewet...!

__ADS_1


__ADS_2