Jack Bodyguard Sexy

Jack Bodyguard Sexy
Rumit!


__ADS_3

》Rose, aku baru pulang ke apartemen. Suasana di dalam apartemen gelap sewaktu aku sampai, aku jadi teringat phobia-mu. Besok aku bawakan lampu karaktermu, ya. Sekalian akan kubawakan skincare-mu juga.


Itu -- whatsapp yang dikirimkan oleh Bang Jack semalam. Aku baru membacanya pagi ini sebab semalam aku sudah tertidur lelap di bawah pengaruh obat tidur berdosis tinggi. Ditambah pula ponselku mati karena aku lupa mengisi daya baterainya. Alhasil, pagi ini Bang Jack sudah menyambangiku di paviliun sebelum aku sempat membalas pesannya.


》 Aku sudah di depan.


Ya Tuhan, aku bingung. James pasti sudah tahu hubungan antara aku dan Bang Jack yang sesungguhnya. Dia pasti tidak akan suka kalau aku bertemu dengan Bang Jack lagi. Tapi aku ingin sekali melihat wajah itu. Wajah pria yang sangat kucintai. Lagipula... kalau dia melihatku, dia akan tahu kalau keadaanku baik-baik saja, walau itu sekadar terlihat secara fisik. Pasti begitu juga sebaliknya, kalau dia tidak bisa bertemu denganku, dia pasti akan semakin khawatir padaku. Aku harus bagaimana?


Teleponku berdering. Telepon dari Bang Jack.


"Ha--halo."


"Aku di depan."


"Aku...."


"Rose?"


"Tung--tunggu sebentar."


Aku menutup telepon dan memutuskan untuk keluar menemui Bang Jack. Tetapi...


Seorang pelayan menghentikan langkah kakiku saat aku baru beberapa langkah meninggalkan kamar. "Nyonya mau ke mana?" tanyanya. Itu pelayan yang sama yang membukakan borgolku kemarin.


"Saya mau ke depan."


"Maaf, Nyonya. Tapi Nyonya tidak boleh ke mana-mana."


"Saya cuma mau ke depan. Ada Abang saya yang menunggu di luar."

__ADS_1


"Maafkan saya. Tapi Tuan James berpesan kalau Nyonya tidak diperbelohkan keluar dari paviliun ataupun menerima tamu. Siapa pun, tanpa terkecuali."


Hmm... kesal rasanya. Namun apalah dayaku. Aku hanya bisa pasrah.


"Maafkan saya, Nyonya. Tapi tolong, Nyonya bisa bersikap bijak. Saya yang ditugaskan untuk menjaga Nyonya. Kalau saya tidak bisa menjalankan tugas sesuai perintah dari Tuan Muda, saya yang akan menerima sangsinya. Tuan Muda akan menghukum saya."


Yeah, aku paham. Kuhela napas dalam-dalam dan mengangguk. Aku tidak boleh egois. Aku tidak boleh membahayakan orang lain hanya karena perasaan cintaku yang terhalang. "Baiklah. Tapi kalau saya minta tolong ambilkan... barang-barang yang dibawakan oleh Bang Jack untuk saya, apa boleh?"


"Baiklah. Akan saya ambilkan, dan Nyonya, harap tunggu saja di sini."


Aku mengangguk lalu segera menelepon Bang Jack sewaktu pelayan itu pergi ke pintu depan.


"Maaf, Bang. Aku tidak bisa keluar."


"Kenapa?"


"Baiklah. Aku paham. Tapi kamu baik-baik saja, kan? Kamu sehat?"


"Emm... ya. Ya, aku sehat, kok. Aku baik-baik saja. Abang tidak perlu khawatir. Sekali lagi aku minta maaf, ya."


Dan aku kembali sedih teringat ucapan James kemarin. Aku ingin memberitahu Bang Jack perihal status keperawananku, tetapi aku tidak boleh ceroboh. Ponselku pasti benar-benar sudah disadap. Lagipula, aku mesti mempertimbangkan bagaimana perasaan Bang Jack saat dia tahu kabar ini. Dia pasti kecewa. Dan itu tidak baik baginya. Aku takut dia kalaf dan akan bertindak di luar kendali.


"Baiklah. Lampu karakter dan skincare-mu kutitipkan pada pelayan, ya. Ini pelayannya sudah keluar."


Tapi aku rindu. Aku ingin melihatmu....


"Rose?"


"Ya, Bang. Terima kasih."

__ADS_1


"Jaga dirimu baik-baik, ya. Makan dan istirahat yang cukup. Janji?"


"Iy--iya," isakku. Mati-matian aku berusaha menahan tangis.


"Sudah. Jangan menangis. Pokoknya kamu jaga dirimu baik-baik."


"Abang juga. Jaga diri Abang baik-baik. Sekali lagi terima kasih."


"Em. Aku tutup teleponnya, ya. Kamu... kamu istirahat saja. Bye, Sayang. Emm... bye... Rose."


Tut!


Ya ampun, semoga James tidak menyadari atau mempertanyakan panggilan sayang itu. Aku pun menggeleng-gelengkan kepala. Jadi ketar-ketir.


Tenang, Rose. Tenanglah. Biarkan saja semuanya mengalir apa adanya.


Tapi tetap saja aku bingung. Menghindari Bang Jack adalah hal yang mustahil. Lagipula aku tidak ingin menyakiti hatinya. Tapi aku tidak boleh membuat James marah, apalagi... cemburu atas hubunganku dan Bang Jack: tentang kami yang masih berkomunikasi.


Andai aku bisa, aku ingin menjelaskan pada Bang Jack tentang keadaanku, tentang keperawananku, tentang James yang menghukumku. Dan andai aku bisa, aku ingin meminta pengertiannya untuk membiarkan dulu aku pada kehidupanku yang sekarang. Aku ingin dia mengerti, dan ingin -- untuk sementara -- kami tidak usah bertemu dulu. Cukup usahakan bagaimana caranya untuk membawaku pergi dari sini. Kalau sudah saatnya, maka pada hari itulah kami akan bersama. Intinya, sebelum dia bergerak dengan rencananya, dia mesti paham bagaimana caranya membuat posisiku di sini tetap aman. Sebab, aku yakin bahwa James sudah tahu kalau aku dan Bang Jack bukanlah kakak adik, melainkan sepasang kekasih. Tapi bagaimana caranya supaya aku bisa mengatakan hal ini pada Bang Jack? Bagaimana supaya dia tahu? Kami tidak bisa bertemu, dan satu-satunya alat komunikasi kami pun disadap oleh James.


Argh! Ingin ngamuk rasanya.


Kenapa sulit sekali untuk menjaga segalanya supaya baik di segala sisi?


Lalu pemikiran lain malah merasuk ke dalam benakku: seandainya James sudah tahu kalau aku dan Bang Jack bukanlah kakak dan adik kandung, dan nyatanya kami ini justru adalah sepasang kekasih, kenapa dia tidak mengatakannya saja secara terang-terangan? Atau langsung bertanya, kan bisa? Atau ia bisa memerintahkanku supaya aku menghindari Bang Jack? Kenapa tidak begitu? Kenapa ia terkesan ikut berpura-pura seperti aku dan Bang Jack? Jelas-jelas ini penyiksaan bagi kami berdua. Apa dia benar-benar ingin menyiksa perasaan kami? Dia mau balas dendam karena kami berpura-pura di hadapannya, jadi dia juga ingin berpura-pura di hadapan kami? Kenapa dia jadi kekanakan? Apa sebenarnya ada sesuatu yang tidak kuketahui? Apa di antara Bang Jack dan James ada masalah di masa lalu?


Huh! Pikiranku jadi bercabang-cabang. Semakin aku memikirkannya, semakin terasa bertambah rumit kisah cinta yang kujalani ini.


Aku lelah! Sangat lelah! Aku butuh obat tidur. Lagi dan lagi!

__ADS_1


__ADS_2