
"Sayang."
"Ya?"
"Aku menulis surat penting untukmu."
"Surat?"
"He'em. Ada di laci meja riasku. Baca, ya."
Pasti benaran penting. "Baiklah. Aku cek dulu."
__ADS_1
"Sayang aku tutup teleponnya sekarang," kata Bang Jack, agak panik dan berbisik. "Maaf. Ada yang mencariku. Bye. Emmuach."
Tut!
Panggilan video terputus.
Aku sedikit kecewa, tapi mau bagaimana lagi?
Sudahlah. Tidak usah dipikirkan. Nanti kan bisa video call lagi. Yang penting ponsel ini tidak boleh sampai ketahuan oleh James. Aku tidak boleh membuatnya curiga. Aku tidak boleh sering-sering ke kamar ini.
Dear Cinta...
__ADS_1
Kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya. Aku bukanlah seorang penjahat. Sebagai seseorang dengan pekerjaan mulia, seharusnya aku selalu bertindak jujur, mematuhi dan mengerti hukum. Lebih tepatnya: seharusnya aku tidak boleh melanggar hukum.
Tapi, Sayang, demi melepaskanmu dari pria itu, tentu sulit bagiku untuk tidak bertindak di luar batas. Sebab, di mata hukum, dia bukanlah seorang penjahat. Dia bukanlah pemakai narkoba, dia juga bukanlah pengedar. Dia tidak terlibat dalam kasus prostitusi mana pun. Di mata hukum, dia hanyalah seorang pembisnis muda yang sukses.
Memang benar, ada banyak pelacur yang datang ke hotelnya dan melayani para pelanggan mereka. Namun, secara teknis, pemilik hotel tidak bisa dianggap bersalah karena dia bukanlah perantara di antara keduanya. Dia tidak mendapatkan keuntungan apa pun dari jaringan prostitusi itu. Dia hanya mendapatkan hak/bayaran atas jasa kamar hotel yang terpakai. Pun dengan bisnisnya yang lain. Misalnya bisnis spa, klub malam, ataupun tempat karaoke, sekalipun karyawannya memberikan pelayanan plus-plus pada pelanggan, itu adalah hak karyawannya, mereka yang mendapatkan tips. Jadi tidak ada keterkaitan apa pun dengan si pemilik bisnis itu walaupun hal itulah yang membuat bisnisnya berkembang dengan pesat. Kebebasan dalam pelayanan, termasuk bertransaksi narkoba di tempat-tempat itu, itu yang membuat pelanggan puas dan menjadi pelanggan tetap dalam semua bisnisnya. Jadi, meskipun ada penggerebekan di sana, pihak yang berwajib tidak bisa berbuat apa-apa pada si pengusaha.
Jadi, yang ingin kusampaikan kepadamu, untuk bisa membebaskanmu, dalam suatu kesempatan, aku harus melenyapkannya dengan tanganku sendiri saat ada penggerebekan oleh pihak berwajib, di mana pun ada kesempatan itu. Kamu tahu, itu berarti: aku -- dengan sadar dan sengaja -- akan melakukan tindakan yang melanggar hukum, sekaligus harus bertindak tidak jujur dengan alibi bahwa dia melakukan perlawanan dan penyerangan balik saat pihak berwajib melakukan penggerebekan. Dan ini akan kulakukan di luar sepengetahuan tim-ku.
Jadi, apa kamu akan menerima kalau aku menembak mati seseorang karena urusan pribadi namun mengatasnamakan upaya penegakan hukum? Aku bisa saja menembaknya di mana pun, atau memberinya racun lalu dia mati. Tapi kamu tahu, dia bukanlah orang sembarangan. Kematian dengan faktor kesengajaan itu akan membuat kasusnya diselidiki secara mendalam. Jadi akan percuma membunuhnya dengan cara seperti itu. Dan jika mayatnya dibuang sekalipun, akan ada banyak pihak yang mencari keberadaannya.
Sungguh, aku tidak punya pilihan lain. Hanya itu satu-satunya cara untuk menyingkirkannya dan aku bisa terbebas dari tuntutan hukum. Demi cinta, aku rela menjadi seorang penjahat. Aku akan melenyapkannya demi bisa bersamamu. Aku harap kamu memahami langkah yang mesti kuambil.
__ADS_1
Oh Tuhan, aku membenci polisi yang bejat, yang tega melenyapkan nyawa orang lain demi menyelamatkan dirinya sendiri. Tapi yang ini rela menjadi polisi yang bejat demi aku, demi bisa bersamaku.
Aku tidak tahu harus mengatakan apa. Aku bingung. Aku takut kalau akhirnya nanti aku akan merasa bersalah jika Bang Jack bertindak tidak jujur demi aku. Kalau bisa memilih, aku tidak ingin dia menyalahgunakan profesinya. Tidak....