Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Petir


__ADS_3

Ponsel berdering kencang untuk beberapa lama, aku pun terbangun karenanya, setelah melihat layar ponsel, aku memperhatikan nomor indira beberapa kali menghubungiku. Lekas aku panggil balik "maaf dir aku keriduran, kamu sudah dimana?" usahaku menjelaskan membuatnya sedikit kesal karena beberapa kali dihubungi tidak aku angkat.


"Kamu tidur, udah kaya orang mati saja, aku sudah 5 kali telpon tapi tidak kamu angkat. Aku di lobby, sebentar lagi aku naik kesana.." jawabnya cerewet sekali. Aku pun beranjak dari kamar tidur menuju ruang depan bersiap menyambut tuan putri yang sedang kesal." mampus, bakal kena omel lagi" pikirku khawatir akan lebih banyak omelan indira yang bisa membuatku sakit kepala.


"Maaf ya dir.. Hehe" aku meminta maaf kepadanya karena ketiduran.


"yasudahlah.. Salahku juga tidak mengabarimu terlebih dahulu sebelum kamu tidur". Ucapnya dengan nada terpaksa. Dengan kelelahan ia pun membereskan barang bawaanya dan berniat untuk mandi membasuh tubuhnya yang sudah banyak berkeringat karena pekerjaanya hari ini harus wara-wiri menghadiri berbagai pertemuan untuk project-project perusahaan tempatnya bekerja.


Wajah ayunya kembali bersinar seusai mandi, nampak jelas wajahnya berseri-seri menandakaan ia dalam mood yang bagus, "kamu sudah makan sha?" tanyanya mengawali pembicaraan, dengan melangkahkan kaki dan duduk berdampingan di sofa denganku. "emh, belum tapi aku belum lapar sih" jawabku.

__ADS_1


Sengaja ia menempelkan badannya ke bahuku sebagai sandaran. Tubuh wanginya yang sangat aku sukai menyeruak tercium oleh indra penciumku, sungguh nyaman, aku membalas dengan mengusap-usap rambutnya yang masih sedikit lembab.


"dira, aku bukan cuma ingin menjadi pacarmu saja" kalimatku terhenti saat ia mendongakan kepalanya ke arah wajahku, "lalu?" tanyanya singkat.


"Aku ingin menikahimu, memilikimu di sepanjang usiaku, tetapi aku tidak ingin terburu-buru, ada hal lain yang sedang aku persiapkan untuk saat ini".


Indira kian membenamkan kepalanya ke pelukanku, wanita ini sangat cengeng sekali, entah sedih entah bahagia, dia akan menangis. "Tunggu aku ya sayang.." pintaku, untuk meyakinkan dirinya agar menungguku yang masih berjuang untuk memantaskan diriku agar layak menjadi pasangan sejatinya indira.


Isi kulkasnya cukup lengkap, aku memperhatikan dengan seksama tiap-tiap bahan makanan didalam masih dalam keadaan segar. Setelah mendapatkan jahe dan gula aren, aku menutup kulkas, dan hendak membuat wedang jahe.

__ADS_1


Aku membuat dua gelas wedang jahe, dan membawanya ke ruang depan. "silahkan dinikmati, tuan putri" candaku menyodorkan mug ukuran besar yang ku letakan di meja.


"apa sih sha..." ucapnya dengan nada kesal karena dipanggil tuan putri.


Sore hari hujan memang cocok minum yang hangat-hangat, terlihat indira beberapa kalj menyeruput minuman buatanku itu. Syukurlah dia menyukainya, batinku.


"sha, tentang ucapan kamu tadi, memang kamu sedang mengerjakan apa?" tanya nya kebingungan. Dan aku mulai menjelaskan project Oxygen yang sedang aku kerjakan sudah hampir 4 bulan ini. Dengan panjang lebar aku menjelaskan fitur dan keunggulan dari program ini yang nantinya akan bisa di akses melalui gadget apapun selama memenuhi standar penggunaan. Entah di android, ios, windows maupun Linux. Semua operating system bisa menginstall program Oxygen tanpa terkecuali.


Harapanku untuk membangun dunia alternatif bagi setiap orang agar bisa mengajarkan hidup tanpa ada perbedaan status sosial. "Ini jadi lebih seperti game gitu ya sha?" tanya nya untuk memastikan kebenaran pandangannya.

__ADS_1


"Kurang tepat, Oxygen adalah realitas lain yang ingin aku bangun untuk menjalankan kehidupan diluar dari kehidupan kita di dunia nyata, tidak ada sistem level, tetapi setiap karakter akan mendapatkan experience dari berbagai macam hal yang di kerjakannya. Contohnya, jika ada karakter yang hobi masak dan terus-menerus mengembangkan skill memasaknya, maka dia akan mendapatkan lebih banyak pengalaman sebagai koki dengan kemampuan memasaknya itu dia bisa mengubah bahan makanan apapun menjadi lezat, dan yang tidak pernah mengasah kemampuannya tidak akan bisa melakukan itu". Penjelasanku membuat bola mata indira berbinar-binar "keren.." ucapnya dengan penuh semangat sampai terlupa dengan beberapa kilatan petir menyambar diluar sana.


__ADS_2