
Setelah menghubungi boss nya untuk mengajukan izin untuk tidak masuk kerja hari ini, indira menatap layar ponselnya bermaksud untuk menelpon keluarganya di Cirebon.
"Hallo pah.." sapanya kepada ayahnya.
"Hallo dira, bagaimana keadaanmu disana" ucap ayahnya menanyakan kabar putri tercintanya itu
"Aku baik-baik saja, papah aku mau mengenalkan seseorang ke papah, kapan papah ada ke jakarta?" indira memberanikan diri untuk menjelaskan perihal dirinya yang telah memiliki tambatan hati dan bermaksud serius untuk kedepannya.
"Dira.. Menyerahlah dengan andre, papah kurang suka dengannya, papah..." belum usai ayahnya berbicara, indira memotong kalimat papahnya yang belum selesai diutarakan.
"Bukan itu maksud aku menelpon papah, aku sudah menemukan orang lain, dan kali ini dia serius untuk menikahiku pah". Bantahnya dengan harapan papahnya akan menyetujui hubungan mereka kelak.
"Oh begitu, papah penasaran dengan lelaki yang bisa membuatmu berbicara seyakin ini.. Kamu sudah dewasa rupanya Nak" ucapnya dengan lembut.
"Hari selasa minggu depan papah ada urusan bisnis di Jakarta, nanti, kamu bisa perkenalkan ke papah di hari itu". Ucapnya kemudian. Ada rasa lega di hati indira setelah berbicara panjang lebar dengan ayahnya itu.
Semoga menjadi pertanda baik, batin indira mendoakan untuk pertemuannya nanti untuk mengenalkan sharon kekasihnya.
.....
Siang hari itu, ada rasa bahagia yang indira rasakan, tak sabar untuk bertemu dengan ayahnya dan mengenalkan kekasih hatinya yang telah lama menemani waktu-waktu terpuruknya setelah dicampakan oleh andre.
__ADS_1
Sejak pertemuan ayahnya dengan andre dulu, beliau selalu mengingatkan putrinya untuk berhati-hati terhadap andre, ada firasat buruk yang orang tua itu rasakan terhadap pemuda itu. Akan tetapi putrinya saat itu benar-benar terbuai, dibutakan oleh cintanya kepada andre yang membuat ayahnya terpaksa merestui hubungan mereka berdua.
"Sayang, hari ini kamu mau dimasakin apa?" ia mengirim pesan kepada sharon dari aplikasi chat.
"Aku ingin opor ayam, kamu bisa membuatnya?" jawab sharon tak lama berselang.
"Siap, calon suamiku, nanti aku buatkan opor ayam yang lezat untukmu" jawab indira. Kemudian melangkahkan kakinya ke luar apartemen untuk berbelanja di supermarket yang tak jauh dari apartemennya.
Tak membutuhkan waktu lama menuju swalayan, dengan membawa tas kecil yang disematkan di bahunya, indira hendak mengambil beberapa uang cash di ATM disamping pintu masuk swalayan mengantri dengan beberapa orang lain di depannya itu.
Sesaat telah mengambil beberapa lembar uang cash di mesin ATM, indira berjalan hendak memasuki swalayan namun karena terlalu bersemangat, dirinya menabrak seseorang disampingnya.
Brakkkk
"Hey! Kurang ajar, beraninya kamu menabrak ku" sesosok pria yang ia tabrak memaki indira dengan sangat kasar. Sontak beberapa orang yang juga ada disana melihat kejadian ini.
"Maaf mas saya tidak sengaja" indira yang sedang meraih beberapa barangnya yang berserakan dan memasukannya ke dalam tas seperti tak mempedulikan makian lelaki itu dan membuat geram seseorang yang ia tabrak.
"kurang aja sekali dia!" ucap seorang wanita yang bediri bersama seorang lelaki yang ia tabrak.
Ketika hendak berdiri, matanya menatap lelaki yang ia kenal jelas, mantan pacarnya yang telah menghancurkan waktu-waktunya dahulu.
__ADS_1
"A-Andre, kamu.." ucap indira terbata-bata, tercengang ternyata lelaki itu adalah andre bersama seorang perempuan seumurannya yang erat menggandeng lengan andre dengan mesra.
"Sayang, kamu kenal perempuan ini?" tanya seorang wanita yang sedang merangkul lengan andre.
"Hah a-apa yang kamu bicarakan, aku tidak kenal dia!" jawab andre gelagapan, mencoba meyakinkan perempuan itu.
Bagai tersambar petir, indira terkejut dengan perkataan andre yang seolah tidak mengenali dirinya, ia hanya bisa tertunduk tak berani menatap ke wajah andre.
" Ayo, kita pergi saja, sudah jangan dipedulikan perempuan itu" ucap andre dan meninggalkan indira yang masih shock dengan kejadian saat itu.
"Kurang aja kamu andre" batinnya, setelah mencampakannya untuk mendapatkan finna, kini ia pun mengkhianati finna, yang dulu semasa kuliah adalah teman baik indira dan berakhir dengan menghancurkan persahabatan mereka berdua.
Ingin sekali ia menghampiri dan memukul andre, namun ia tak kuasa melakukannya, beberapa tetes air mata pun kini membasahi pipinya.
"Dasar lelaki kasar, beraninya terhadap perempuan" ujar seorang satpam yang tadi melihat kejadian tersebut.
"Mbak tidak apa-apa? Kalau ada yang luka, saya antar ke klinik terdekat" ujarnya sembari mengulurkan tangannya untuk membantu indiri berdiri.
"Tidak apa-apa pak, terima kasih" ucap indira dan berdiri di bantu oleh satpam. Kemudian pergi memasuki swalayan untuk berbelanja.
Tak habis pikir apa yang dipikirkan oleh mantan pacarnya itu, tega sekali dia telah menghancurkannya dan kini berselingkuh dari Finna dengan seorang perempuan itu. Kini batin Indira bimbang dengan kondisi mereka berdua. Ingin rasanya ia menceritakan perihal ini kepada Finna, namun mengingat hubungan mereka yang sudah terlanjur hancur, ia pun mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
.......
....