
PT. Digital Karya Bangsa, adalah perusahaan yang dibangun oleh ayah finna, Daniel Wicaksono. Sebuah perusahaan dengan keuntungan triliunan rupiah setiap tahunnya, keluarga ini mendapatkan kedudukan terhormat dan cukup disegani oleh para pengusaha di Indonesia.
Dalam catatan sejarah perusahaan, DKB dibangun pada tahun 1998, setelah era reformasi negara Indonesia, dengan niat untuk memajukan stabilitas negara untuk menopang keamanan digital. PT. Digital Karya Bangsa mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan kontrak 10 tahunan untuk menjadi partner dalam mengembangkan sistem keamanan digital. Dari kontrak inilah, perusahaan ayah finna berkembang mengisi berbagai sektor lain yang masih terhubung dengan dunia digital komputasi modern, benar-benar menjadi perusahaan raksasa di sektor teknologi informatika.
Beberapa perusahaan rintisan startup pun banyak di sponsori oleh perusahaan ini, dan kini telah menjadi perusahaan-perusahaan besar yang dinaungi oleh perusahaan utama ayah finna.
Finna kecil hidup di lingkungan yang baik, ayah dan ibunya sangat menyayangi anak pertamanya ini. Namun begitu tak menyulut sang anak untuk menjadi sombong atau berbuat semuanya. Dirinya tetap menjadi putri cantik keluarga Wicaksono dengan aset keluarga melimpah yang kemudian hari akan diwariskan padanya.
Selesai tamat SMA, Finna melanjutkan kuliah di kota Yogyakarta, sebagai lulusan terbaik disekolahnya, sangat mudah baginya untuk masuk di universitas terbaik dimanapun, ia memilih Universitas Pelita Nusantara (UPN) dan mengambil study manajemen bisnis, disanalah ia bertemu dengan Indira gadis manis asal Cirebon, yang menjadi primadona di kampus.
__ADS_1
Pertemanan finna dan indira sangatlah dekat sejak semester awal, mereka nampak lebih seperti sepasang kakak-adik, yang saling menjaga satu sama lain, dengan kedekatan itulah akhirnya finna dan indira memutuskan untuk tinggal bersama di sebuah apartemen milik ayahnya finna.
"fin.. Bangun dong sebentar lagi kita ada kuliah" indira yang sudah rapi siap berangkat ke kampus, akhirnya harus kembali membangunkan finna yang masih tertidur pulas. "fin ayo bangun, katanya tadi 10 menit lagi bangun".
Indira menggoyang-goyangkan tubuh finna yang masih berbalut selimut tebal putih. Dengan segala cara indira membangunkannya namun tak ada hasil, akhirnya ia menyerah dan pergi menuju kampus yang tak jauh dari apartemen, cukup 15 menit berjalan kaki.
.........
"Ah sial, malah ketiduran" finna menyeka rambutnya yang terurai menutupi sebelah wajah akibat tertidur di kursi kerjanya. Wajahnya menengadah mengitari langit-langit dan mengingat setiap kejadian yang ia alami sewaktu bersama dengan indira. Disaat seperti ini, dia merasakan nostalgia yang sebenarnya teramat ia rindukan bersama sahabatnya dulu. Namun sayang, waktu tidak akan bisa diubah.
__ADS_1
Hidupnya telah berubah seiring waktu berjalan tanpa ia sadari, sikap egois yang mendominasi diri finna kian menguat bersama status dirinya sebagai pemilik perusahaan ayahnya itu.
"perempuan sialan, kenapa aku malah memimpikanmu!".
Batinnya menyadarkan betapa memalukan dirinya harus mengingat-ingat kenangan lama bersama indira yang kini ia benci.
Menimbang berbagai pikiran, finna memutuskan untuk mempermalukan indira, dan menghancurkan hidupnya agar batinnya merasa puas dan terbebas dari kenangan-kenangan lama yang kini mulai menghantui kehidupannya bersama andre kekasih tercinta.
"aku akan menghancurkanmu indira, tunggu saja!" kedua tangannya mengepal dengan penuh percaya diri kemudian berlalu keluar dari ruang kantornya.
__ADS_1