Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Sahabat?


__ADS_3

Indira melaju bersama taksi yang mengantarkannya menuju kantor, pagi menunjukan pukul 7:00, masih banyak waktu sebelum jam masuk, dan memberikan instruksi ke supir untuk ke kafe terdekat.


Memesan dua roti sandwich dengan beberapa helai irisan daging, sayuran segar dengan mayonais serta saus sambal pedas. Tak lupa memesan matcha latte dan kopi capucino panas. Setelah membayar dan hendak meninggalkan kafe, seseorang yang ia kenal memanggil namanya tak jauh dari dirinya.


"dira.." panggil seorang wanita kepadanya yang masih memegangi dua paperbag pesanan untuk sarapannya.


"Finna. Ada apa? , aku buru-buru" timpalnya kepada finna sahabatnya dengan nada jutek.


Finna menghampiri indira yang masih berdiri menghadapnya. "Tolong maafkan aku ra, aku akan jelaskan semuanya sekarang" ucap finna memohon.


"aku tidak ada waktu untuk meladeni pelakor, maaf aku aku harus pergi sekarang!" timpalnya kemudian melangkah keluar dari kafe.

__ADS_1


"dasar wanita sialan, aku sudah berbaik hati memohon maaf tapi ini balasan kamu indira..!" finna membentak mengikuti langkah indira menuju taksi yang masih menunggunya itu.


"Dewasalah sedikit indira! , masalah seperti ini saja membuat persahabatan kita hancur, dasar perempuan tidak tau diri" cecarnya kepada indira yang masih tidak mempedulikannya.


Indira yang hendak membuka pintu mobil taksi mengurungkan niatnya dan berbalik ke hadapan wanita yang memakinya "jadi pelakor itu tindakan dewasa?" bentaknya membalas amukan finna yang membuat perempuan itu gelagapan.


"aku turut berbahagia untukmu, kalian pasangan serasi, pelakor dan tukang selingkuh, sepertinya cukup bagus" lanjutnya menyindir finna yang mematung kaget mendengar setiap kalimat yang dilontarkan kepadanya.


"Mbak sangat berani, saya salut. Wanita sepertinya jangan dibiarkan nanti melunjak." ucap sang sopir memberikan opininya tanpa bermasuk mencampuri urusan pertengkaran mereka berdua tadi.


"emm.. Iya pak" timpalnya singkat tak mau melanjutkan pembicaraan yang dipikirnya tidak berguna.

__ADS_1


Supir taksi mengentikan laju kendaraan sesampainya di dekar pintu lobby kantor yang tadi di intruksikan oleh indira, setelah membayar ongkos taksi, tak lupa indira memberikan paperbag kopi capucino dan satu sandwich yang tadi ia beli.


"terima kasih pak, ini ada kopi dan makanan untuk sarapan". Ucapnya kepada sang sopir sembari menyerahkan satu paperbag. "terima kasih banyak mbak" jawab sang sopir kemudian melajukan kembali taksinya menghilang dari kawasan itu.


.....


Disisi lain, Finna yang kini sudah berada di kantor tempatnya bekerja, sedang duduk di bangku kerjanya dengan menatap beberapa berkas-berkas kontrak kerjasama yang harus ia pelajari. Namun wanita itu seperti tidak bersemangat, hanya menatap dengan tatapan kesal "Dasar wanita ****** sialan, akan aku balas nanti!". Dirinya tengah kesal karena hinaan dari sahabat karibnya dahulu yang kini memperoloknya dengan sebutan pelakor. Memang benar ia telah merebut kekasihnya itu dengan mengiming-imingi kerja sama dengan perusahaannya.


Tentu saja ia faham apa yang dimaksudkan oleh indira, hanya saja ia enggan untuk menyerah dan mengakui itu sebagai sebuah kesalahan. Baginya, apapun yang ingin ia miliki haruslah bisa ia dapatkan, tidak peduli dengan cara apapun. Baginya indira tak lebih dari wanita cengeng yang marah karena mainannya di ambil oleh orang lain.


Pemikiran finna memang tergolong berbahaya, semenjak ia mendapatkan perlakuan tidak mengenakan selama menjalani kuliah di luar negeri, dirinya berubah menjadi sosok kejam yang tidak memperdulikan apapun yang berusaha menghalanginya. Terbukti dengan dirinya yang memegang kendali perusahaan, beberapa kali ia memecat bawahannya karena alasan sepele dan menjadi wanita yang ditakuti oleh semua karyawan perusahaan.

__ADS_1


__ADS_2