Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Project


__ADS_3

"Aku ke kantor, ada jadwal meeting pagi, aku sudah membuat sarapan, semoga kamu menyukainya"


"love you dear"


INDIRA.


Tulisan indira dengan sticky note yang sengaja di tempel di layar komputer. "terimakasih indira" batinku berseru kegirangan, karena ini adalah hal pertama dalam hidup mendapatkan pesan manis dan juga sarapan yang dibuat oleh orang yang aku sayangi.


Aku menuju dapur dan mendapati tudung saji yang menutupi berbagai piring didalamnya. Ada nasi goreng, beberapa kentang goreng yang di potong agak besar-besar dengan beberapa seasoning rempah lada hitam, potongan halus cabai dan mayonnaise. Sungguh nikmat sarapan kali ini.


Nasi goreng yang dibuat indira pun tak kalah nikmat tidak terlalu berminyak, cukup pedas dan ada potongan sosis juga serpihan telur orak arik yang sepertinya digoreng terpisah dengan nasi goreng. Sajiannya sukses membuatku kekenyangan di pagi ini, ku ambil smartphone dan mengirimkan pesan ke indira di LumeChat "terima kasih untuk sarapannya".

__ADS_1


....


Pekerjaanku sudah selesai semua, hanya tinggal menunggu respon dari client entah ada penambahan fitur atau mengganti beberapa konten didalam beberapa aplikasi atau web yang aku buat. Sementara menunggu, aku melanjutkan project sampinganku sendiri.


Seluruh pengetahuan yang ku miliki tertumpah pada pekerjaanku kali ini, tidak untuk mencari keuntungan atau ketenaran. Hanya saja ini sangat mengasyikan dan beberapa bulan ini aku selalu mengerjakannya disela-sela waktu santaiku sebagai pengangguran.


"sepertinya perlu ada fitur-fitur khusus yang menarik, mungkin menambahkan equipment unik untuk setiap kharakter" aku berbicara sendiri sembari mengerjakan tiap-tiap bagian dari sebuah program yang sedang aku bangun.


Dengan semangat untuk membantu semua orang untuk saling berinteraksi secara bebas aku rela menghabiskan banyak waktuku mengerjakan setiap detail baris program. Aku ingin mencurahkan seluruh hidupku untuk project kali ini. Mungkin kedepannya aku akan lebih sedikit menerima tawaran pekerjaan lain yang akan menyulitkanku untuk melanjutkan pembangunan program Oxygen.


Ponsel yang masih aku kantongi disaku berdering kencang, aku lupa mengatur ke mode silent agar tidak ada gangguan. Nampak jelas di layar ponselku tertulis nama Indira Satya Rahayu. "hallo, ada apa dir?" tanyaku kepada dira, aku menghentikan aktifitasku sejenak dan berjalan ke ruangan tengah. "aku kangen kamu sha.." ujarnya lembut seperti ia tengah berada disampingku dan berbisik.

__ADS_1


Kami berbicara cukup lama disela waktu istirahat makan siang. Sebelumnya tidak pernah seperti ini intenst memberi kabar atau sekedar bersapa di chatting.


Sejak tadi malam indira menyatakan cinta, aku hanya bisa menanggapi dan menerima perasaanya, namun belum cukup yakin untuk menjadi pacar, ia pun memaklumi dan ingin berjalan pelan-pelan dalam hubungan kali ini. Tidak perlu terburu-buru dan saling menguatkan satu sama lain, Itu yang dipikirkan oleh indira. Dengan banyaknya pengalaman pahit bersama lelaki, ia lebih bisa dewasa bersikap dan bertindak agar tidak menyesalinya.


"Sore ini kamu ada waktu luang sha?" tanya nya.


"Mau ngajak kemana memangnya?" aku berbalik menanyakan ada perihal apa ia menanyakan waktu luang sore hariku yang berharga. Aku masih menimbang-nimbang dalam pikiran, untuk bisa lebih banyak fokus mengerjakan project Oxygen.


aku tidak boleh terlalu banyak membuang waktuku. Tekadku membulat ingin segera merampungkan project pribadiku secara sempurna tanpa cacat. Namun sepertinya indira wanita tangguh yang tidak mengenali penolakan dalam bentuk apapun, "aku sudah mengirim paket ke rumahmu, itu kunci apartemenku di Moonlight paradise nomor 215. Kamu kesana duluan ya.. Aku masih ada meeting sore ini jam 3. Kemungkinan sampai apartemen jam 4 lewat".


"iya.." jawabku dengan nada datar..

__ADS_1


__ADS_2