
Setelah ayahnya finna meninggalkan ruang tamu, tak lama dari itu andre pamit pulang. Ada kekecewaan di hatinya saat ini, kalimat ayah finna mungkin bukanlah sebuah penolakan akan niat baiknya untuk meminang finna. Hanya saja kalimat "jangan terburu-buru dan pikirkan lebih matang lagi" membuatnya berpikir bahwa andre dan finna cuma main-main dalam menjalin hubungan. Atau mungkin pak daniel sudah mencium niat sebenarnya dari andre.
"apa yang kurang dariku, orang tua sialan?" andre yang tidak biaa berpikir jernih memaki-maki didalam mobil, beberapa kali ia memukul dasboard mobilnya.
Dengan penuh amarah di hati, ia melajukan mobil begitu cepat, menyalip beberapa kendaraan didepannya. Mobil sport Ferrari nya mengaum di jalanan kota jakarta, bak harimau lapar mengejar mangsa, ia melajukan nya tanpa peduli beberapa orang diluar meneriakinya karena ugal-ugalan di jalan raya.
Selang beberapa waktu, ia pun kembali mengontrol laju kendaraan, dan singgah di sebuah bar mewah langganannya kemudian melemparkan kunci Ferrari nya kepada seorang lelaki muda petugas valet parking.
"parkirkan yang benar jangan sampai lecet!" bentaknya kepada seorang lelaki yang menunduk hormat kepada andre.
"siap tuan" jawabnya tegas.
Blue house terletak di kawasan moonlight paradise, bangunannya terdiri dari 2 lantai, tempatnya sangat nyaman dan tidak bising, hanya orang-orang kalangan atas yang bisa memasuki tempat ini. Harga minumannya pun tergolong mahal dan produk import berkualitas, tak jarang andre datang ke tempat ini bersama rekan-rekan bisnisnya untuk mempermudah urusan kontrak kerja sama.
"ah.. Tuan andre, bagaimana kabarmu?" tanya sang bartender kepadanya.
"baik" jawabnya singkat, dan mengisyaratkan dengan jarinya telunjuknya tanda memesan minuman yg biasa ia pesan.
Bergelas-gelas sudah ia meminum minuman beralkohol, pandangannya mulai berbayang tak karuan.. Badannya lemas dan mulai ambruk terhenyak di bangku sofa yang ia duduki kemudian tertidur disana.
..........
"dira, aku keluar dulu ya, mau cari kopi" ucapku.
__ADS_1
"loh kan tinggal pesan online aja sha, ngapain repot-repot keluar?" jawabnya santai tak menghiraukan aku yang sudah mulai suntuk, bosan dengan kode-kode program yang tidak ada habisnya ku kerjakan. "lagian ini sudah malam loh" lanjutnya.
"aku suntuk" jawabku memberikan alasan sebenarnya.
"hahahha, yaudah yuk sayang" indira tertawa dan bangkit dari tempat duduknya kemudian menggandeng lenganku.
"emh yuk" aku pun mengikuti kemauannya.
Dasar wanita, mereka memang sang maha benar. Mesti di ikuti kemauannya, padahal tadinya aku ingin sekedar menikmati suasana diluar sendiri, tetapi apa boleh buat, indira ikut menemani tidak ada buruknya juga.
Tak lama, kurang dari 10 menit berjalan kaki, kita sudah sampai disebuah kafe, helium cafe, tempatnya lumayan ramai dan berisik karena banyak dikunjungi oleh anak-anak usia tanggung masih remaja. Kami pun memilih untuk duduk di luar ruangan kafe yang banyak kali ini cuacanya cukup dingin setelah reda hujan tadi sore.
Dinginnya sangat menusuk seperti sedang berada di puncak di kota bogor. Beberapa kali indira menggigil kedinginan meskipun sudah menggunakan jaketnya. Ia pun akhirnya ke samping ku, tak lagi duduk saling berhadapan.
"kalau begini, jadi hangat kan sha..?" ujarnya sambil merapatkan badannya ke bahuku sebagai sandarannya.
"permisi, ini pesanannya, hot americano dan matcha latte. Selamat menikmati" ucap si pelayan kafe
"terima kasih" jawab indira.
Nikmat sekali kopi ini, berbeda dari kopi biasa yang aku minum di Dekafe tempat ku biasa bersama indira. Wajar saja segelas kopi hitam ini seharga Rp. 87.000, aroma yang sangat menyengat harum dan rasa kopi pahit namun lembut ini pun ku sesap secara perlahan, menikmati setiap rasa yang mewah yang terkandung didalamnya, cocok sekali untuk udara dingin malam ini, tak lupa pun menyulut rokok mild untuk menyempurnakan kenikmatan ini.
"sha, jangan pernah tinggalkan aku ya" ucapnya lembut dan mengeratkan rangkualan tangannya di tangan kananku.
__ADS_1
"jika pun kamu yang meminta, aku tidak akan pernah meninggalkanmu" jawabku meyakinkannya.
"terima kasih sayang" cupss.. Kecup lembutnya di pipiku.
......
Disisi lain andre telah terbangun dari tidur singkatnya, kemudian mendapati dirinya terlelap di pangkuan seorang wanita bertubuh seksi dengan riasan menggoda.
"ah tuan Andree sudah bangun, 2 jam loh tuan tertidur disini" ucap Jena wanita penghibur yang selalu mendekati para lelaki untuk menjajakan kenikmatan di blue house.
"rupanya kamu, terima kasih jena" ucapnya sembari memegangi sebelah kiri kepalanya.
"ini diminum dulu tuan" jena menyerahkan minuman lemon tonic segar untuknya.
Setelah minum, kesadarannya sudah pulih sepenuhnya hanya tersisa sedikit pusing akibat terlalu banyak meminum minuman beralkohol.
"tuan andre, kapan kita bersenang-senang lagi, aku kangen nih" goda jena dengan tatapan genit mendekati wajahnya. Tatapan wanita penghibur itu telah meluluhkannya dan kemudian pagutan pertemuan bibirnya dengan jena tak dapat dihindari lagi. Mereka tengah asik di dunia mereka berdua.
"tuan, tolong jangan disini" pinta jena kepada andre
Ia pun mengajak jena ke salah satu hotel mewah yang masih berada dekat di kawasan moonlight paradise.
"cepat bawa mobilku" perintahnya kepada petugas valet yang tak lama mobilnya tiba dihadapan andre dan jena.
__ADS_1
"ayo sayang" ajaknya, membuka pintu mobil Ferrari nya itu. Dan melajukan mobilnya ke hotel yang cuma berjarak beberapa ratus meter dari blue house.