Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO

Jalan Panjang Menjadi Seorang CEO
Pesan


__ADS_3

Ditengah siang hari yang teramat panas dengan cuaca 40°Celsius, udara kota Jakarta seperti sebuah mesin pemanggang raksasa yang membuat siapapun kepanasan, Indira yang baru selesai berbelanja dari swalayan mulai merasakan panas dan gerah sekali. Ia memicingkan mata menatap matahari terik yang menggantung diatas sana "panas sekali hari ini" gumam nya kala itu.


Ia pun berjalan menuju apartemennya dan terhenti di depan sebuah cafe yang baru buka hari ini. Sepertinya ide bagus untuk sekedar berteduh dan menikmati kopi di siang hari ini. Batinnya goyah oleh udara panas hari ini, ia pun memasuki cafe tersebut yang langsung disambut oleh seorang pramusaji.


"Selamat datang nona" suara sang pramusaji yang sepertinya masih usia remaja.


Setelah duduk ia pun melihat menu-menu minuman dan kue yang berhasil membuatnya tertarik untuk mencoba. Setelah membolak-balik halaman menu, ia pun memanggil pelayan.


"aku pesan raspberry-cake, dan iced latte". Ucapnya kepada pelayan yang berdiri tepat disampingnya.


"pesanannya saya catat ya, 1 raspberry-cake dan 1 iced latte, mohon menunggu nona". Ia mencatat pesanannya.


Sebelum pesanannya datang, si pelayan memberikan air lemon segar sebagai tambahan service kepada pelanggan.


"Terima kasih" ucapnya. Indira pun meminum air lemon segar itu sedikit demi sedikit, cukup untuk mengobati dahag ditengah terik matahari yang terpancar diluar sana. Kurang dari 5 menit pesanannya pun tiba, benar-benar menggugah selera sekali, terlihat sangat antusias dengan cake yang ia pesan lalu memotret dengan ponselnya.

__ADS_1


"Sayang.. ada cafe baru loh, cake nya sangat cantik.. Kapan-kalan kesini bersama ya..." pesannya terkirim ke sharon tambatan hatinya.


......................


Setelah mendengar cerita stefan, aku pun merasa terharu terhadap mantan playboy temanku ini. Dia benar-benar sudah berubah semenjak terakhir kali bertemu.


" Aku sangat menantikan pernikahan kalian, aku pastikan datang ke pestamu nanti" ujarku kepada stefan yang tengah menyeruput kopi nya.


"Jangan lupa, ajak kekasihmu, kenalkan kepada kami, siapa tau dia bisa berteman dengan medina" tangkasnya menantikan pertemuan dengan kekasihku itu.


"Ah sudah jam 2, sial!, aku ada janji bertemu client jam 4 nanti" aku terkaget ketika suatu notifikasi pesan muncul di ponsel.


"Hahaha.. Baiklah aku tunggu kedatanganmu nanti, teman-teman yang lain pun turut aku undang, kita reuni nanti di pestaku". Jawabnya dan berdiri, setelah berjabat tangan, aku pun pamit pulang.


Di perjalanan pulang menaiki ojek online, aku membuka pesan dari indira yang belum sempat ku baca karena terlalu terburu-buru untuk pulang. Ia mengirim sebuah foto kue yang sangat cantik.

__ADS_1


"wah.. Sepertinya enak" jawabku.


"aku di perjalanan pulang, setelah itu aku akan ke pusat untuk bertemu client"


"sepertinya aku akan sampai di jam makan malam" ucapku memberi kabar tentang kesibukan hari ini.


......................


Indira sudah di apartemennya dan sedang mempersiapkan makan malam. Ia hendak membuat opor ayam dan beberapa makanan pelengkap.


Kejadian tadi yang membuatnya sedih susah tak lagi ia pikirkan, kini ia fokus dengan bahan-bahan masakan yang masih segar yang tadi ia beli di swalayan.


Masakan indira sangatlah enak, dan ia sudah sejak lama terbiasa untuk memasak karena semasa kuliah selalu menyempatkan masak di apartemen tempatnya tinggal bersama finna. Dari masakan tradisional sampai beberapa masakan ala prancis kesukaannya, ia buat dengan berbagai macam latihan otodidak berbekal intruksi resep masakan di situs internet, berbekal itulah ia cukup mahir dalam memanjakan lidah seseorang dengan masakannya.


Mendengar suara ponselnya berdering tanda pesan masuk, ia pun melihat isi pesan dan membalas pesannya "hati-hati sayangku, aku menunggumu". Disusul senyumnya yang manis saat mengetik pesan. Dan kembali dengan kesibukannya memasak untuk sajian nanti saat makan malam.

__ADS_1


__ADS_2