
Medina terlihat anggun dengan busana pernikahannya, renda bermotif bunga berwana merah muda menghiasi gaun panjang berwarna putih. Disaksikan oleh ratusan para tamu undangan ia berjalan di karpet sutra berwana hijau muda menuju pelaminan di iringi oleh orang tua dan adik-adiknya. Berjalan pelan untuk nantinya disambut secara langsung oleh orang tua mempelai pria dan tentu saja stefan.
Senyumnya merekah, indah tersirat dari kedua mempelai. Hari bahagia yang telah lama mereka nantikan telah tiba dan menjadi kesempatan untuk memulai kehidupan baru, mengarungi luasnya jagat cinta sebagai pasangan suami - istri. Kebahagiaan menanti diujung sana untuk mereka raih kemudian hari, dan ini hanyalah permulaan dari semua perjalanan.
Lantunan saksofon, mengalun indah bersama dentingan piano. Nada-nada sarat makna kebahagiaan mengalir begitu saja membawa mereka ke pelaminan setelah sebelumnya berikrar janji dihadapan tuhan menjadi pasangan yang saling mencintai sepanjang masa.
Lantunan musik terhenti tatkala mereka duduk di singgasana pelaminan, bak ratu dan raja diantaranya terhampar sekumpulan orang yang ikut juga merasakan suka cita yang tak bisa digambarkan oleh kata-kata. Indira pun terharu dengan suasana khidmat nan syahdu ini, ia menitik kan air mata bahagia untuk mereka berdua.
"Mereka pasangan yang serasi ya sha.." ucapnya sembari mengusap air mata di pipinya dengan sehelai sapu tangan kecil yang tadi ku berikan.
"Iya, semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka berdua" ucapku membalas kalimatnya.
"Amin".
..........
Setelah prosesi penerimaan mempelai wanita, acara kemudian dilanjutkan dengan prasmanan dan berswafoto bersama pasangan pengantin.
Para kolega bisnis yang bermitra dengan stefan banyak memenuhi ruangan ini dan mengucapkan selamat atas pernikahan mereka, bahkan beberapa diantaranya dari luar negri yang secara pribadi datang menghadiri acara pernikahan stefan.
Jejak stefan meskipun hanya menjadi wakil direktur perusahaan akan tetapi ia membangun koneksi dengan baik dan dipercaya oleh para pebisnis, ada yang bilang stefan ini bertangan emas. Apapun yang ia sentuh pasti menjadi berharga. Dimaksudkan karena setiap hal yang ia kelola, sukses mendulang keuntungan yang sangat melimpah dan setiap pebisnis mana pun akan tertarik untuk bekerjasama dengannya.
__ADS_1
Seorang paruh baya warga negara asing menghampiri kursi mempelai dan menyalami madina dan stefan.
"Congratulations Mr. Stefan, semoga anda selalu bahagia, saya sudah menyiapkan hadiah kecil untuk anda sebagai ucapan terima kasih telah membantu pengelolaan project kami di Jakarta". Ucapnya memberikan selamat dan menjabat tangan stefan. Ia pub kemudian mengeluarkan sebuah kado kecil pipih yang dihiasi pita berwarna merah jambu dari kantor jas yang ia kenakan.
"Terima kasih banyak Mr. Rolland, anda sudah meluangkan waktu anda untuk hadir, saya sangat senang anda bisa ada di sini"
"Terima kasih Mr. Rolland atas hadiahnya" ucap stefan dan memegang kado kecil itu.
"Bukalah.. Silahkan dibuka Mr. Stefan, saya harap hadiah kecil ini tidak mengecewakan anda" ia tersenyum sesaat dan meminta stefan segera membuka kado.
Stefan mengurai pita merah jambu itu dan membuka kotak itu dengan seksama. Sebuah kunci!. Kunci mobil dengan logo sayap dengan tulisan di tengahnya 'MINI' dan beberapa tombol di sekitarannya. Ini adalah kunci mobil mahal merk mini cooper yang harganya sekitar 10 miliar.
Stefan terpana dengan hadiah kecil hang diberikan oleh tamu spesialnya itu. Tanpa pikir panjang ia memeluk tubuh Mr. Rolland menghaturkan terima kasih beberapa kali.
"Itu tidak seberapa Mr. Stefan, aku sangat menantikan kerjasama kita kembali di hari nanti" ucapnya itu kemudian berpamitan untuk segera pergi karena ada urusan lainnya. Sebelum terlalu jauh dari jarak mereka, Mr. Rolland menghentikan langkahnya berbalik ke arah stefan.
"Mobilnya sudah ada di depan gedung. Semoga kalian berdua menyukainya". Ia tertawa kecil, berbalik menjauh dari ruangan pernikahan, dan tentu sukses membuat stefan dan madina terkejut oleh perkataan orang tua itu.
...........
Seusai acara aku dan Indira pergi ke apartemennya, karena letaknya lebih dekat dari gedung hotel tempat resepsi pernikahan.
__ADS_1
Masih serasa mimpi melihat pernikahan Stefan. Lelaki yang dulu menjadi buaya darat dan berhasil menggaet beberapa wanita hanya untuk bermain-main, kini menjadi sosok yang lebih baik setelah adanya kehadiran Madina. Tak banyak wanita yang bisa membuat stefan benar-benar merasakan cinta, apalagi sampai mampu merubah dirinya menjadi sosok yang setia dan menghargai perempuan.
Dulu hampir tak mungkin, namun kenyataannya sekarang hidupnya telah berubah drastis semenjak mengenal Madina yang kini telah resmi menjadi istrinya.
Drrrrr drrrrr drrrrr... Bunyi getar ponselku di saku kemeja.
"Besok, ada yang mau aku bicarakan denganmu" pesan dari stefan di ponselku, entah apa yang orang ini pikirkan, bukannya pergi berbulan madu malah ingin bertemu denganku sehari setelah menikah.
"Ok, ditempat biasa ya" aku menjawabnya untuk bertemu di Dekafe tempat biasa kami berkumpul.
Hari ini aku meliburkan kantor karena ada acara pernikahan. Dan juga belum ada banyak karyawan, disore hari ini aku mau bersantai ria di apartemen Indira, mumpung tidak banyak yang bisa aku kerjakan.
"Kita kapan nikahnya ya sha.." ucap indira sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk seusai mandi.
"Emmmhh..." aku bergumam menanggapi pertanyaanya itu, toh pasti cuma mau menggodaku saja.
Seperti tak puas tanpa jawaban, ia pun menghampiriku dan sebelum hendak mengoceh, aku pun mencubit pipinya itu.
"Sabarrrrrrrr".
........
__ADS_1
........