
Semua orang memiliki mimpi, siapapun mereka pasti berjuang untuk mewujudkan mimpi-mimpinya. Bukan persoalan bisa atau tidak nya, akan tetapi akan selalu ada dorongan kuat di belakang yang terus mengarahkan siapapun tuk bergerak, melaju melewati setiap rintangan besar yang menghadang. Jika lelah, maka lepaskan semuanya dan esok masih ada hari untuk melanjutkan semua pertarungan.
Jujur ku rasakan bahwa dengan bersamanya seperti aku telah memiliki separuh dari mimpi-mimpiku selama ini. Takdir yang menemukan kami berdua diantara orang lain yang mungkin bisa saja kita dapatkan, namun berbeda dengan takdir, ia akan selalu menuntun seseorang untuk menemukan belahan jiwa diantara jutaan jiwa yang tersebar.
"Ran, aku ijin hari ini, ada hal penting yang harus aku lakukan. Tolong kamu urus semuanya ya.." ucapku di telepon kepada rania yang sudah ada di kantor.
"Baik, apa ada hal lain yang harus kami lakukan?" ia menanyakan beberapa perihal persiapan lain untuk acara peluncuran aplikasi yang sudah tinggal kurang dari sebulan.
Aku tau, kami sedang diburu oleh waktu yang setiap harinya adalah hari penting dan menentukan kesuksesan acara. Namun begitu, ada hal lain yang jauh lebih penting yang harus aku lakukan oleh diriku sendiri. Ini adalah pertarunganku, dan harus aku selesaikan sendiri agar semua impianku selama ini dapat terwujud.
......................
Sesampainya di terminal di kota bekasi, aku masuk ke sebuah bus dan mencari tempat duduk di bangku deretan kedua dari depan yang nampak masih kosong karena jadwal pemberangkatan masih sekitar 30 menit lagi. Paling tidak ada banyak waktu untuk sekedar membuat playlist musik khusus yang akan aku dengarkan di sepanjang perjalanan nanti.
Pikiran dan kesadaranku hanyut seiring alunan melodi pada musik yang aku putar di handpone, mengantarkanku jauh meninggalkan hiruk-pikuk ibu kota. Meski menggunakan earphone, namun masih ku dengar beberapa orang tengah berbincang di dalam bus dan juga kondektur yang terus berulang kali meneriakan kalimat yang sama dari pertama aku datang ke terminal.
"Cirebon Indramayu, Cirebon Indramayu".
Beberapa waktu kemudian, bus melaju perlahan dari kota bekasi menuju jalan tol yang semakin dipadati oleh lalu-lintas kendaraan roda empat namun masih cukup lancar, hanya saja sopir masih mencari-cari penumpang lain. Beberapa kali ia berhenti, meskipun di dalam jalan tol bebas hambatan, ia akan berhenti dan menerima penumpang lain yang mungkin tidak sempat untuk ke terminal dan jadinya menunggu di beberapa spot jalan tol yang dekat pemukiman penduduk.
Indira beberapa kali menghubungiku di aplikasi chat. Ia menceritakan dirinya di panggil untuk pulang ke cirebon oleh orang tuanya karena ada urusan penting yang harus diberitahukan langsung.
"Aku pergi bersama Finna ke Cirebon, kamu baik-baik ya tunggu aku di Jakarta". Aku berpikir beberapa saat, bingung harus berkata apa, kenapa juga finna harus ikut.
Sepertinya jadi lebih seru hehehe..
Anggap saja aku tengah mengerjai Indira dan juga Finna sekaligus. Mereka pun tak menanyakan keberadaanku, dan dipikirnya aku di kantor untuk mengerjakan persiapan acara perusahaan. Jadi aku tidak perlu berbohong dan tak perlu juga untuk memberitahukannya, anggap saja ini surprise.
Di dalam bus telah penuh oleh beberapa orang, dan di sebelahku pun ada penumpang yang baru saja masuk dari ketika memasuki tol di Kota Karawang. Perawakannya kecil mungkin masih SMA atau anak mahasiswa baru, terlihat lugu dan manis dengan bibir tipis berwana merah muda dari lipstick yang ia pakai.
__ADS_1
"Mas, saya boleh duduk di samping jendela.? Maaf mas" dirinya memberanikan diri meminta tempat duduk yang aku tempati. Mungkin ia lebih ingin bersandar ke jendela dan tertidur sampai nanti ia sampai di kota tujuannya.
"Disini?. Oh boleh, silahkan.." aku berdiri dan bergeser ke tempst duduknya, sedangkan ia langsung mengambil bangku samping jendela, dan betul saja ia langsung menyandarkan kepalanya ke kaca jendela kemudian menutupkan matanya.
Sepertinya gadis ini lelah dan mengantuk. Tak lama dari ia duduk, kini kesadarannya telah hilang mungkin bermimpi indah bertemu kekasih idamannya atau tengah menikmati jamuan pesta.
......................
"Dir, aku saja yang nyetir, nanti pulangnya kamu yang bawa ya.. “ Finna bersikukuh ia yang membawa mobil, karena ia pun telah hafal jalan yang akan ia tempuh dan setibanya di Cirebon, dilanjut indira mengarahkan jalannya.
"Baiklah, kalau kamu memaksa. Tapi jangan ngebut ya". Timpalnya menyerah dengan keinginan egois sahabatnya itu.
"Siap Nona, Laksanakan!". Ia tersenyum penuh kemenangan melirik ke wajah indira yang tersenyum kecut karena lawakannya Finna.
Mobil kuning VW keluaran terbaru yang Finna miliki melesat keluar dari kota Jakarta melewati rute tol Cikampek, karena jalanannya yang masih sepi tak terasa ia melajukan mobilnya itu sekencang mungkin dan kalau tidak di ingatkan oleh Indira beberapa kali, mungkin Finna akan lupa mengurangi kecepatan.
Hanya butuh 4 jam saja dari Jakarta menuju Cirebon jika jalanan nya lancar tanpa ada kemacetan yang parah. Dan kini mereka sudah memasuki tol Cipali tak lama lagi mereka kan sampai di kota tujuan.
Mobil berbelok ke arah rest area, dengan cuaca yang begitu panas mereka berjalan keluar secepat mungkin memasuki sebuah restoran cepat saji yang terdekat dari parkiran mobil.
"Kamu sepertinya terlalu khawatir, ada apa sebenarnya?". Tanya finna yang sedang menyantap spaghetti pesanannya.
"Jarang sekali Ayah memintaku untuk pulang ke cirebon, dan kamu pun tau beberapa waktu lalu aku bertemu dengan ayah".
"Aku khawatir ada hal buruk yang terjadi" keresahan seorang anak terhadap orang tuanya memang sangat wajar dan finna memahami itu. Meski begitu, indira terlalu berlebihan dalam memikirkan sesuatu yang belum jelas.
Indira terdiam setelah makan, mungkin kekenyangan atau mungkin masih memikirkan Ayahnya. Finna mencoba memahami situasi dan memeluk sahabatnya itu.
"Yuk berangkat" Ajak indira.
__ADS_1
Di tengah perjalanan indira tertidur pulas dengan di iringi lagu-lagu pop yang diputar dari pemutar musik di mobil. Hampir satu jam mereka telah sampai di kota Cirebon, disambut cuaca panas dan bangunan-bangunan tinggi menjulang tak jauh berbeda dari Jakarta.
"Dira, bangun, udah sampai nih, terus kemana?" Ia membangunkan sahabatnya yang masih terlelap untuk menunjukan jalur menuju rumahnya.
"Oh.. Iya sebentar" iya membenarkan posisi duduknya dan menguap karena masih mengantuk.
" Perempatan di depan, nanti belok kiri fin". Ia menginstruksikan jalur-jalur yang harus ditempuh menuju rumahnya.
Sekitar 30 menit lamanya mereka akhirnya tiba di komplek perumahan elit "Puri Permata Indah" yang dipenuhi pepohonan besar dan rindang, terdapat juga danau buatan yang cukup besar dan menjadi objek rekreasi bagi warga sekitar.
Rumahnya tak jauh dari letak danau. Berhadapan dari arah kanan danau tepat di sebelah pohon ceremai besar yang nampak berbuah kuning-kuning kecil.
Begitu tiba, mereka disambut Bu yanti, IRT yang juga sudah mengasuh indira dari kecil.
"Duh neng.. Lama sekali kamu tidak pulang, Ayahmu sudah bilang katanya kamu datang hari ini".
"Ibu kangen sekali sama neng dira" ia mencecar kedatangan Indira dan Finna begitu masuk ke gerbang rumah besar itu dan disambut pelukan hangat kepada kedua wanita muda ini.
"Iya bu, dira juga kangen bgt sama Bu yanti".
"Ayah ada?" tanya indira
"Ayahmu nanti pulangnya sore, neng dira sama neng finna istirahat saja dulu, nanti ibu siapkan makan siangnya ya".
"Tidak usah repot-repot bu, kita berdua sudah makan tadi di rest area" ucap finna.
Ada rasa nostalgia yang Indira rasakan, telah hampir 1 tahun belum mengunjungi rumah yang menjadi tempat ternyaman bagi dirinya. Ia besar dan hidup di rumah ini bersama kedua orang tua dan adik perempuannya. Walaupun sering berkabar, namun tetap saja, jika tidak saling berhadapan di rumah ini, ada rasa yang tidak terpuaskan bagi dirinya. Dan hari ini, ia telah berada di sini.
Ia menatap lama foto bahagia dirinya bersama Maya adik perempuan dan juga kedua orang tuanya yang dulu masih nampak muda. Namun sayang, disaat Indira berumur 17 tahun, Ibunya meninggalkan suami dan anak-anaknya, tak tau kemana dan tak tau apakah beliau masih hidup atau sudah tiada.
__ADS_1
..........