
Udara yang sangat dingin itu tidak menyurutkan langkah medina menyusuri jalan besar menuju tempat yang ditunjukan oleh si pelayan penginapan untuk membeli baju-baju tradisional jepang, tingkahnya seperti anak kecil yang sedang di ajak tamasya oleh orang tuanya, ceroboh dan juga kekanak-kanakan. Meski begitu, stefan bahagia melihat istrinya sangat menikmati liburannya ini.
"Hati-hati dong sayang" hampir saja ia terjatuh akibat tergelincir karena ada lelehan salju yang tak sengaja ia injak, beruntung stefan sigap menahan badan istrinya dari belakang dan kini ia memeluk erat serta mengingatkan agar lebih berhati-hati dan tetap berada di dalam jangkauannya.
"Iya..." Medina tersipu malu tak biasa tubuhnya di peluk oleh stefan di luar ruangan seperti ini, mengingat ini adalah kawasan yang banyak dilalui oleh para penduduk setempat.
Ini adalah pertama kali Medina dan stefan menghabiskan waktu hanya berduaan, karena di saat pacaran yang cuma beberapa bulan saja, ia tidak banyak di ajak untuk pergi berlibur. paling cuma jalan-jalan ke kafe, restoran atau berkumpul bersama teman-temannya. Ke Jepang ini menjadi moment pertama yang juga sebagai bulan madu mereka berdua dalam menikmati butir-butir cinta yang mereka rasakan.
Berbeda disaat masa-masa pacaran yang cukup singkat dulu, kini mereka lebih banyak menebar kemesraan di depan umum, bahkan medina pun tak segan untuk bergandengan tangan. Begitulah pasangan yang baru menikah ini, masih menikmati bumbu-bumbu manis yang membuai mereka berdua.
"Sayang.. aku mau ini " ia menunjuk jajanan dari penjual dango di pinggir jalan .tak jauh dari penginapan mulai sedikit ramai karena di sekitar sini adalah pusat belanja dan juga banyak terdapat jajanan-jajanan tradisional jepang.
Kue danggo berwarna putih berbentuk bulat yang terbuat dari tepung beras, jajanan yang cukup unik ini memang sangat cocok di makan di mesim dingin bersalju seperti sekarang. Medina membeli 4 tusuk kue dango manis yang terlebih dahulu di panggang dengan api kecil sampai sedikit kecoklatan kemudian di siram oleh bumbu manis dari campuran gula.
Mereka duduk di bangku panjang di jalan itu tak jauh dari si bapak penjual danggo berbadan kekar. Mereka menikmati tiap gigitan dari kue danggo yang kenyal dan manis, rasanya nikmat apalagi dimakan bersama dan bisa saling menyuapi danggo ke pasangan seperti medina dan stefan.
Setelah puas jajan, mereka memasuki toko yang dituju, toko ini menjual kain dengan berbagai motif dan juga bentuk ukuran. setiap kain di gulung rapih berjejer di tiap sudut toko, kami berjalan mengitari toko dan menemukan sebuah ruangan tempat kimono-kimono di pajang tersusun di sebuah lemari pakaian yang jumlahnya bisa mencapai ratusan pasang.
Untunglah si anak si pemilik toko membantu dan menerjemahkan ke bahasa inggris, karena tak ada satupun dari mereka yang bisa berbicara bahasa jepang.
Ia memperkenalkan dirinya, Yoshida Mai. Dari keluarga Yoshida, seorang perempuan berumur 20 tahunan, masih sangat muda dan kuliah di jurusan sastra inggris. Beruntung ia bisa menemani berbelanja baju-baju tradisional dan belajar banyak tentang jenis-jenis kimono. setelah lama memilih bahan-bahan dan juga mdoel-model nya Medina tertarik dengan Yukata bermotif bunga-bunga yang hampir menutupi semua sisi dari kimono ini, berwana merah jambu kesukaanya. sedangkan Stefan menggunakan Kimono polos berwana putih pucat dengan obi, kain yang mengikat pinggang berwarna hitam, lebih simple dari disain pakaian tradisional perempuan.
Setelah cocok dengan pilihannya, mereka pun lanjut memakainya dan akan digunakan untuk pakaian hari ini, mereka ingin merasakan beraktifitas dengan memakai kimono seharian dan juga memakai sendal geta yang tadi pilih.
__ADS_1
Mai-chan pun tersenyum-senyum melihat pasangan yang cukup unik ini, baru kali ini dirinya begitu senang menghadapi pelanggan di toko ayahnya itu, kebersamaan mereka berdua ketika mencoba-coba kimono dan memilih bahan-bahannya sangat teliti dan meski tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan, namun ia tau kalau itu adalah hal baik dan dimatanya ia merasa iri dengan keberuntungan medina bisa mendapatkan stefan yang terlihat baik hati dan murah senyum.
Belum lengkap jika belum keliling pusat belanja dan mejelajahi kuliner yang ada di Kyoto, setelah selesai toko kimono yang saat ini pakaiannya sudah mereka gunakan langsung untuk acara berburu kuliner hari ini, ia mengitari semua tempat-tempat yang terlihat authentic dan sangat menggoda, dan kemudian tibalah mereka ke sebuah kedai ramen yang dipadati oleh pengunjung sampai antriannya pun cukup panjang ada sekitar 20 orang yang sedang mengantri. melihat hal ini stefan dan medina langsung ikut berbaris mengikuti antrian menunggu giliran mencicip jajanan wajib ketika mengunjungi jepang adalah makan ramen terutama yang porsi jumbo.
Kedua orang ini memang monster kuliner, belum cukup hanya makan dango bakar yang lezar, kini mereka tengah berada di meja yang mengarah langsung ke seorang lelaki paruh baya yang sedang meracik ramen lezat bagi semua pelanggan kedainya.
Gerakan lincah tangannya memotong bagian-bagian daging sapi yang sudah direbus terlebih dahulu kemudian di potong tipis-tipis untuk toping yang nanti akan dihidangkan diatas ramen buatannya. Tak lama, mie ramen yang dibuat langsung di kedainya ini (bukan mie instant) di celupkan ke sebuah wadah besar berisi air mendidih dengan penyaring mie di tangannya yang ia pegang.
Porsi besar 2 Ramen sudah tersedia untuk pasangan ini, dengan toping daging sapi yang terlihat menjulang dan beberapa pelengkap seperti katsuboshi juga rumput laut kering tersaji didalam mangkok besar. beberapa pasang mata pun melihat mereka berdua, karena porsi besar ramen itu akan sulit dihabiskan oleh orang-orang bertubuh ramping seperti mereka berdua.
"Srrrluuppppp" suara nyaring dari Medina ketika menyeruput mie ramen ynag terhidang di hadapannya.
"Baru kali ini aku bisa menikmati ramen senikmat ini..." Ia berbicara ke suaminya itu.
"Ayo habiskan, mumpung masih panas" Tandasnya dengan mulut penuh oleh potongan daging sapi yang sedang ia makan.
Tak membutuhkan waktu lama bagi mereka berdua untuk menghabiskan porsi jumbo mie ramen spesial yang langsung di tandas tak bersisa, bahkan sedikit air kuahnya pun tak terlihat lagi ada di mangkok. Perut mereka sudah penuh dengan jajanan hari ini. dan saatnya untuk kembali ke penginapan untuk berbaring bersantai ria, karena cukup melelahkan menggunakan kimono dan juga sendal geta berbahan kayu keras sembari membawa barang belanjaan.
......................
Tak ada perbincangan, keduanya sibuk dengan pikiran dan pandangannya masing-masing, meski pun udara semakin dingin, namun mentari du ufuk timur yang sedang tenggelam itu begitu cantik dengan cakrawala disekitarnya yang menguning menyiratkan rasa lembut dan syahdu. mereka pun bergandeng menuju bangku taman yang langsung mengarah ke pemandangan terbenamnya matahari.
__ADS_1
"Terima kasih ya sayang.." Ucap medina menatap wajah stefan yang terlihat lelah, meski begitu ada aura pancaran yang memperlihatkan kebahagiaan terutama dari sorot matanya yang lembut. Ia pun tak bisa menahan diri dan menekati wajahnya sangat dekat, bibir mereka bersentuhan, lembut terasa dan sedikit menghangatkan dari dinginnya sore hari ini yang dilatarbelakangi oleh cahaya kemilau matahari tenggelam nun jauh di ufuk sana.
Saking terlalu lelahnya, mereka sedikit kesulitan menaiki anak tangga yang tinggi itu dengan memakai kimono. berjalan pelan sembari tak bisa terlalu cepat.
"Masih kuat?" tanya stefan kepada istrinya yang terlihat letih sekali akibat udara yang semakin dingin menusuk dan juga seharian harus memakai zori, sendal tradisional khusus perempua seperti geta namun haknya tinggi dan tidak menggunakan gigi penyangga seperti geta.
"Kuat ko, tenang saja..." ia mengelap keringat didahinya dengan saputangan pemberian stefan.
"Ayo semangat.... sedikit lagi sampai" stefan menyemangati istrinya yang mulai bangkit dan lanjut berjalan lagi di tangga-tangga penghubung ke penginapan yang jauh diatas, beberapa menit kemudian mereka sampai dan langsung menuju kamar untuk membaringkan diri akibat lelah seharian jalan-jalan di kawasan terdekat dari penginapan.
"Aku lapar lagi...." ucap medina
"aku juga.. hahahhahaha" timpal stefan yang berbaring disamping medina yang terlihat sangat menawan sekali menggunakan kimono berwarna merah jambu.
"Kamu cantik sekali hari ini".
"cupss".
****************************************************
Ilustrasi:
__ADS_1