
“Besok kita periksa lagi ke rumah sakit ya sayang..” Indira masih bersikeras jika aku belum begitu pulih dan harus di cek lagi jaitan bekas luka akibat peluru yang menyasar perut bagian kiri.
“Iya, memangnya kamu besok tidak ke kantor?”
Karena banyak sekali cuti, aku tak enak jika istriku harus membolos kerja terus hanya karena kekhawatirannya yang terlalu berlebihan.
“Sudah.. Sudah.. Kamu jangan pikirkan kerjaanku, aku lebih khawatir dengan kondisi kamu sekarang, mulai besok pagi, kita berangkat bareng dan aku pastikan kamu sampai di kantor dan nanti minta ke Rania supaya kamu tidak terlalu diporsir kerjanya”. Perempuan ini memang merepotkan sekali.
Meskipun cerewet, namun itu yang selalu aku rindukan dari sosok indira yang kini secara sah telah mengikat jalinan suci bersamaku dan mengawali membina rumah tangga kami berdua.
—————————
Pagi hari kami ke klinik terdekat, karena pikirku terlalu berlebihan jika harus ke rumah sakit besar hanya untuk memeriksa luka di bagian perutku ini. Setelah menunggu antrian yang tidak terlalu banyak orang di pagi ini, aku masuk ke ruangan pemeriksaan yang disana sudah ada dokter cantik yang akan memeriksa luka ku, sementara indira menunggu di ruang tunggu yang disediakan oleh klinik.
“Jangan terlalu banyak aktifitas, dan pastikan nanti obat nya di minum ya pak sharon.”
“Sementara ini tidak ada hal yang perlu di khawatirkan terkait lukanya, beberapa hari pun akan sembuh asalkan tidak terlalu melakukan aktifitas melelahkan banyak gerak dan juga jangan sampai lupa meminum obat, ini resepnya nanti bisa ditebus di apotik”. Aku mengangguk pelan dan keluar menuju ruang tamu.
“Tak perlu khawatir, dokter bilang beberapa hari lagi juga sudah sembuh”. Ucapku kepadanya yang kini berdiri disampingku berjalan menuju apotik yang juga masih di gedung yang sama dengan klinik.
“Syukurlah kalau begitu.. Usahakan jangn telalu memaksakan diri ya sayang..”
“Tentu..”.
__ADS_1
Setibanya di Central Arcadia lokasi kantorku, kami berdua masuk dan aku memulai menyalakan laptop untuk mengecek berbagai bahan-bahan penting yang sudah di sortir oleh Rania. Sementara mereka tengah berbincang berduaan Indira dan rania, nampak akrab sekali mereka berdua meskipun belum lama kenal dan hanya bertemu saat di Dekafe.
Mungkin seperti itu pola pergaulan para wanita, gampang sekali akrab apalagi jika mereka memiliki interest yang sama, semisal memiliki hobi yang sama dan juga bahan obrolan nantinya akan lebih nyambung.
“Sayang, aku ke kantor dulu ya.. Kamu jaga diri dan jangan bandel”. Tak lama ia mencium tanganku dan pergi berlalu menuju kantornya.
“Nah kan, apa ku bilang. Kamu jangan bepergian dulu sha, biar aku yang handle semua urusan diluar, kamu cukup kerjakan semua updatean terbaru sesuai rencana kemarin di program beta tester” Rania pun jadi ikut sewot karena omongan Indira yang tadi memintanya untuk menjaga dan melarangku untuk bepergian ke luar jika ada hal-hal penting yang harus segera diselesaikan.
“Baiklah.. Kalian ini baru kenal, sudah bersekongkol. cihh”
“Hahahahah.. Jangn macam-macam sama perempuan sha!” timpalnya.
Kami kembali ke pekerjaan masing-masing dan rania tengah asik sekali mengotak-atik gambar disain yang telah ia buat untuk launching aplikasi nanti di acara peresmian perusahaan yang kami bangun bersama ini.
“Selamat datang bro, bagaimana liburanmu di jepang stef?” aku menyalami tangannya dan senang sekali ia sudah datang untuk membersamai kami untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tidak ada habisnya ini.
“Hahahhaha.. Jepang dingin bro, makanya kami cepat pulang” Jawabnya bercanda. jatah liburan mereka dipotong 2 hari karena perusahaan sedang membutuhkan banyak tenaga yang bisa mendorong kami untuk menyukseskan acara yang sudah di rancang dari bulan lalu.
Nampak medina dan rania berpelukan dan berbincang tentang negeri sakura yang baru ia datangi dan saat ini ia membawa banyak sekali hadiah yang sudah disiapkan oleh stefan dan medina untuk kami semua.
“Stef, terima kasih jam tangannya. Ini keren sekali bro!” ucapku sembari memamerkan jam tangan hadiah dari stefan yang dikirimkan ke apartemen indira dan baru sampai kemarin sore.
“Hahahah.. Tentu itu barang mahal dan limited edition.. Tidak sembarang orang bisa mendapatkannya. Beruntung aku bisa mendapatkan barang satu-satunya itu di official store nya langsung”.
__ADS_1
“Syukurlah kalau kalian pun menyukainya” ucap stefan.
——————-
Kami memulai meeting yang kini stefan bisa ikut hadir. Membahas kembali tugas masing-masih personalia dan tagetan yang mesti di capai untuk hari ini sampai minggu depan. Karena acara peresmian perusahaan sudah semakin dekat dan tak ada lagi waktu untuk berleha-leha.
Banyak masukan saran dan solusi cepat yang ditawarkan oleh stefan, dan juga saat ini dirinya yang menjadi direktur di perusahaan kami.
“Ada 2 perusahaan yang sudah aku dapatkan, keduanya memintaku untuk mendatangi mereka dan kita bisa mendemonstrasikan aplikasi yang kita buat, aku ingin mereka terkejut dengan pengalaman penggunaan dari aplikasi ini dan bisa mengambil hati pimpinan perusahaan untuk bekerja sama dalam waktu panjang”. Stefan mengarahkan pembicaraan langsung pada pola-pola kerja sama dengan beberapa mitranya yang dahulu sempat bersama dengan stefan tatkala menangani beberapa project dibidang IT.
Peluang besar ini tidak akan kami sia-siakan, maka dari itu semua langsung kembali bekerja dan aku pun menyiapkan bahan demonstrasi aplikasi yang bisa digunakan dan ditunjukan langsung kepada calon mitra perusahaan. Untuk persoalan meeting nanti Xian, Rania dan Stefan yang mengurusnya.
Sebenarnya aku ingin menangani langsung rencana ini, namun karena belum bisa untuk bergerak bebas sementara ini aku menunggu saja kabar baik dari mereka bertiga dan berharap terhadap kemungkinan yang bisa mendapatkan keuntungan bagi kami semua.
Ada kalanya seseorang harus diam dan menunggu, karena jika memaksakan diri pun belum tentu hasilnya akan bagus seperti yang diharapkan. dengan datangnya stefan, ini menjadi kekuatan baru di tim untuk meningkatkan kinerja bagi keberlangsungan program dan juga perusahaan yang sedang kami rintis. Untuk kedepannya, stefan akan menjangkau beberapa jaringannya yang tersebar di luar negeri dan kami bisa menjangkau negara lain terutama untuk Project Oxygen yang kami kerjakan dengan penuh harapan aplikasi ini bisa booming di pasaran lokal maupun mancanegara.
Paling tidak, kita bisa percaya diri dengan apa yang sudah kita buat bersama-sama dan saling mebenahi apa-apa saja yang kurang dan kemudian di diskusikan jika akan ada ide-ide baru. Aku berusaha untuk terbuka dengan semua orang yang kini membersamaiku, dengan begitu tidak ada hal yang akan aku lewati, karena bisa saja ide sekecil apapun itu bisa memberikan dampak yang besar bagi perusahaan.
Semua persiapan sudah matang, dan mereka pun pamit pergi untuk meeting hari ini di dua kantor perusahaan yang berbeda.
"Baiklah, aku serahkan kepada kalian, semoga beruntung!" ucapku mengantarkan kepergian mereka saat ini menuju kantor perusahaan dari jaringan stefan.
"Siap.."
__ADS_1
******************************